Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 64 Curiga


__ADS_3

"Kamu mau aku membawa kamu kemana Piere??" tanya Anthony yang masih menggendong tubuh Piere yang masih lemah.


"Aku mau ikut kamu aja kemanapun!!" Kata Piere sambil menatap Anthony yang matanya memandang tajam padanya.


"Masa aku harus membawa kami ke ruangan hemodialisa? Tidak mungkinlah bisa geger semua pasien dan perawatnya besok!!" Gumam.Anthony juga bingung.


"Kalau begitu bawa saja aku ke rumah Sena!!" Pinta Piere.


"Apa?? Nggak..nggak!! Nanti kamu goda lagi kekasihku!!" Gerutu Anthony.


"Jadi kemana dong?? Masa kamu tega meninggalkan aku begitu saja di bawah pohon rindang begini??" Tanya Piere penuh harap.


"Jengkelnya aku sama kamu ini Piere?? Merepotkanku saja sepanjang malam!!" Gerutu Anthony.


"Baiklah aku akan mengantarkan kamu pada Sena tapi ingat jangan kamu menggodanya atau aku akan menyunat habis burung kamu itu!! Paham?" Ancam Anthony.


Mendengar kata sunat spontan Piere memegang bawah perutnya dan cepat mengangguk mengiyakan permintaan Anthony.


Tok...tok...tok


Paman Said membukakan pintu dan terkejut melihat Anthony yang membawa Piere yang sedang terluka.


"Dia memang putra Baron dan pemimpin para mahluk di hutan pinus paman, tapi dia tidak sejahat ayahnya dan dia juga tadi yang ikut menolong Sena!!" Tiba-tiba Sena sudah berada di belakang paman Said.


"Baiklah bawalah dia masuk Anthony!!" Kata paman Said.


"Cepatlah Anthony nanti bibiku keburu melihat Piere jalan seperti diseret begitu malah syok nanti bibiku." Kata Sena.


"Kamu akan aku tinggal di sini, tetapi ingat jangan menampakan kelebihanmu bersikaplah sewajarnya seperti manusia biasa pada umumnya!!" Kata Sena lagi.


"Baik sayang!!" Kata Piere.


"Sayang...sayang kepalamu peang!" Gerutu Anthony.


"Ribut banget sih kalian berdua ini?? Untung tidak ada Bian di sini kalau ada Bian di sini maka rumah sudah seperti kandang anjing, kucing dan anak-anaknya!!" Kata paman Said.


Paman baru malam ini kumpul sama mereka aja sudah pusing, apalagi seperti Sena yang sudah hari-hari?? Apa nggak auto mau meledak nih kepala??" Kata Sena sementara Piere dan Anthony malah anteng dan diam saja seperti bayi begitu giliran mereka dimarahi.


"Bagaimana Herman?? Apa Sena sudah bisa diselamatkan??" Tanya pak Rudi.


"Alhamdulillah pak!!" Kata Herman.

__ADS_1


"Syukurlah, kalau begitu kita pulang saja!!" Kata yang lainnya.


"Anak durhaka...dasar jika anak yang lahir dari rahim seorang wanita malam maka kelakuannya juga seperti ibunya!!" Rutuk Baron mengamuk habis-habisan saat aksinya digagalkan oleh Piere putranya sendiri dan Anthony musuh bebuyutannya.


Baron sesekali menarik napasnya yang masih terasa sakit akibat tenaga dalamnya tadi bentrok dengan tenaga dalam Anthony dan Piere.


"Bukan main mereka berdua!! Tapi aku jadi tau bahwa keduanya harus cepat-cepat kusingkirkan, tidak peduli walaupun Piere adalah putraku sendiri." Gumam Baron.


Sementara itu di tempat asrama putri...


"Aku nggak kuliah dulu pagi ini Stella!!" Ucap Naomi saat Stella mengetuk pintu kamarnya untuk pergi ke kampus bareng bersamanya seperti biasa.


"Kamu kenapa Omi?? Apakah kamu sakit lagi??" Kata Stella sambil duduk di samping pembaringan sepupunya itu.


"Badanku meriang, Stell!! Rasanya seluruh perutku seoerti diaduk-aduk nggak enak banget!!" Kata Stella.


"Kita periksa ke dokter yuk, takutnya penyakit tipes kamu kambuh lagi!! Kata Stella.


"Aku nggak mau Stell!!" Jawab Naomi.


"Pokoknya aku nggak mau tau kita harus pergi ke dokter sore nanti titik nggak pakai koma!!" Jawab Stella.


"Ya sudah, aku pergi kuliah dulu!! Apa kamu mau titip sesuatu??" Tawar Stella.


"Ambil uangnya di laci meja riasku itu!!" Tunjuk Naomi.


Stella mencari sesuai yang ditunjuk Naomi dan dia kaget banget saat di dalam laci meja rias Naomi dia menemukan seikat uang senilai sepuluh juta rupiah yang belum diambil dan di sebelahnya ada dua puluh lembar uang ratusan merah sepertinya sisa Naomi belanja.


Stella tidak mau banyak bertanya perihal uang tersebut dia hanya mencoba berpikir positif saja tentang sepupunya itu.


"Aku ambil 3 lembar ya!!" Kata Stella lalu beranjak pergi.


"Naomi tidak kuliah hari ini, Stell??" Kata Bian saat mereka bertemu di gerbang kampus.


"Naomi lagi sakit, Bi!!" Kata Stella.


"Oh iya Stell, ada yang mau aku sampaikan sama kamu tapi jam istirahat aja ya, penting!!" Kata Bian.


Stella mengiyakan dengan anggukan lalu mereka masuk ke kelas.


Sementara saat semua mahasiswi sedang kuliah, Naomi kedatangan seseorang di dalam kamar tidurnya.

__ADS_1


"Yang Mulia?? Ada apa yang Mulia datang kemari??" Tanya Naomi menundukan kepalanya pada Baron.


"Aku kangen sama kamu juga sama calon bayiku!! Kata Baron lembut sambil menatap sayu pada Naomi tapi Naomi sudah tau arti dari tatapan mesra itu.


"Apa yang Mulia? Calon bayi?" Kata Naomi terkejut setengah mati.


"Mengapa kamu terkejut seperti itu, Naomi? Kita sudah belasan kali berhubungan, wajarlah jika kamu hamil buah cinta kita!!" Kata Baron membuat kepala Naomi mendadak semakin pusing tambah tujuh keliling.


"Tapi yang Mulia, jika aku hamil bagaimana kuliahku, bagaimana tanggapan orang tuaku nanti??" Tanya Naomi mulai stres.


"Kamu jangan khawatir sayang, perut buncitmu akan aku tutupi


dengan ilmu hitamku agar tidak terlihat oleh siapapun dan aku sendiri yang akan turun tangan melindungi kehamilanmu, karena kelak aku mendapat penglihatan bahwa putra kita ini yang bakal meneruskan kepemimpinanku!!" Kata Baron sambil membelai wajah cantik tapi pucat Naomi.


"Ayo sayang, aku akan melakukan kewajiban sebagai seorang ayah untuk menyirami benih yang ada di rahimmu!!" Kata Baron.


Kembali kedua insan berlainan jenis itu berbagi peluh dan cairan di tubuh mereka hingga beberapa jam kedepan.


***********


"Kamu mau bilang apa, Bi??" Tanya Stella menyeruput es jeruknya.


"Stell kamu kan sepupu Naomi tuh, apa kamu nggak merasa ada yang aneh pada sepupu kamu itu??"Tanya Bian.


"Merasa sih, tapi kecurigaanku selalu aku simpan karena aku menunggu kamu balik ke asrama baru mau aku ceritakan!!" Kata Stella.


"Coba kamu katakan apa yang menjadi kecurigaanmu selama ini!!" Kata Bian.


"Pertama Naomi sering keluar asrama diam-diam dan datang juga diam-diam!! Kedua soal uang yang aku lihat tadi pagi, orang tua kami bukan orang tua yang kaya-kaya banget jadi nggak mungkin mengirim uang lebih dari dua juta sebulan, tetapi yang aku lihat di dalam laci meja riasnya ada seikat uang senilai sepuluh juta rupiah, dari mana Naomi dapat uang sebanyak itu dan yang ketiga tadi pagi!!" Stella menjeda ucapannya melihat beberapa gadis cantik kakak tingkat mereka mendatangi bangku mereka.


"Hei Febrian Atmajaya yang ganteng!! Tambah ganteng aja sih pulang dari KKN!!" Sapa salah seorang dari mereka.


"Terima kasih kak Rachel, kak Manda dan kakak-kakak semua, kalian juga tambah cantik!!" Kata Bian sopan.


"Oh ya?? Benarkah kami cantik?? Kalau begitu maukah kamu menjadi pacar salah satu dari kami??" Tanya gadis cantik yang panggil Rachel namanya oleh Bian.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Mohon dukungannya ya reader tercinta agar author semangat terus menulisnya💪💪😊😊


__ADS_2