
Mahluk yang terkena pukulan asap kelabu itu berubah menjadi gosong dan bau sangit seperti daging terbakar.
Sena bergidik ngeri melihat pemandangan di depannya matanya.
Perlahan sedikit demi sedikit tubuh sangit dan gosong itu berubah menjadi debu yang kemudian hilang ditiup angin malam.
"Alhamdulillah!!" Ucap mereka semua serentak.
"Sebaiknya ibu-ibu dan bapak-bapak masuk dulu kedalam rumah saya karena subuh masih ada beberapa jam lagi, tunggu di dalam saja jangan dulu pulang kerumah masing-masing!!" Ucap Paman Said.
"Kita tidak tahu apa yang sedang menunggu kita di rumah jika saat ini kita pulang kerumah!!"
"Karena dalam situasi seperti ini kita tidak bisa mempercayai siapapun, seperti Toyib dan Basri juga pak RT dan istrinya siapa, yang menyangka jika mereka telah bersekutu dengan iblis dan tega menumbalkan satu persatu penduduk desa Pinus ini untuk junjungannya!!" Kata Paman Said.
Mereka semua masuk dan beristirahat di ruang tamu Paman Said yang lumayan luas.
Bibi Sena dibantu oleh beberapa ibu yang lain membuat kopi dan teh ditemani ubi dan singkong rebus.
Ada juga sebagian yang tidur-tidur ayam karena selama di dalam kurungan, hanya ketakutanlah yang mereka rasakan.
Tampak Paman Said duduk bersama ayah Toyib dan ayah Basri.
"Sekarang coba kalian ceritakan bagaimana awalnya anak kalian si Toyib dan Basri bisa bersekutu dengan iblis itu." Kata Paman Said.
***Flashback on***
"Bas, Hasan sudah jadi korban desa kutukan ini, aku tidak mau menjadi korban berikutnya, Bas!!" Kata Toyib sehari setelah Hasan meninggal dengan cara yang mengenaskan.
"Tapi itu namanya Syirik, Yib!!" Kata Basri.
"Tapi sumpah aku takut sekali, Bas!!" Kata Toyib.
"Pak RT Tabrani dan istrinya sudah menjadi pengikut iblis itu, kamu ingatkan satu persatu penduduk desa ini meninggal dengan cara yang tidak wajar sementara untuk pindah dari desa terkutuk ini kita tidak bisa."
__ADS_1
"Ada satu kekuatan yang menarik kita kembali untuk pulang ke desa ini lagi setiap kali kita berniat meninggalkan desa ini!!" Kata Toyib.
"Pak Tabrani pernah bercerita jika kita menjadi pengikut junjungannya maka kita akan dianugerahkan kehidupan abadi, kekayaan, kejayaan, kesaktian dan segala yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya!!" Kata Toyib.
Lama Basri berpikir sebelum akhirnya Basri menyetujui saran dari Toyib.
Keesokan harinya Toyib datang lagi menemui Basri di rumahnya pada saat orang tua Basri pergi ke kampung seberang.
"Ada apa, Yib??" Kata Basri sambil menemui sahabatnya itu di teras rumahnya.
"Tadi pagi pak RT datang kerumah, Bas!! Pak RT bilang jika kita bisa menjadikan mbak Sena korban berikutnya, maka akan ada imbalan yang tak terniIai harganya bakal kita dapatkan." Kata Toyib menyeringai.
""Bagaimana mungkin?? Kok bisa mbak Sena yang kini harus jadi korbannya??" Tanya Basri masih bingung.
"Ya karena tuan muda Piere jatuh hati padanya, khusus untuk wanita ayu itu bukan dijadikan korban untuk ditumbalkan, tetapi akan dijadikan pengantin oleh tuan muda Piere." Jawab Toyib.
"Terus apa yang harus aku lakukan??" Tanya Basri kemudian.
"Kamu pancing dia masuk kehutan larangan, setelah masuk kesana kemudian kamu tinggalkan saja dia sendiri di sana!!" Kata Toyib lagi.
Lalu mulailah mereka berdua bersandiwara seolah-olah Basri benar-benar kesurupan. Lalu Toyib terlihat benar-benar sangat panik sampai menangis dan menjerit histeris.
Tapi entah mengapa sampai di hutan itu mereka diganggu oleh arwah Hasan sehingga membuat Basri ketakutan dan akhirnya lari tunggang langgang.
"Bagaimana sih kamu ini Bas?? Kok kamu malah lari kembali bersama mbak Sena?? Apa yang terjadi di dalam hutan sana??" Tanya Toyib.
Kamu tidak tahu sih apa yang telah aku lihat di dalam sana??" Kata Basri.
"Ya mana aku tahu apa yang telah kamu lihat di dalam hutan larangan sana, aku kan ada bersama para warga di perbatasan hutan!!" Jawab Toyib.
"Justru itu, tugasmu kebagian enaknya!! Kalau hanya menangis saja, aku juga bisa!! Cuma oak..oek saja apa susahnya, sedangkan aku di sana berhadapan langsung dengan arwah Hasan yang memintaku untuk menemaninya di sana, apa tidak membuat aku kembang kempis ketakutan??'" Kata Basri dengan raut wajah yang kesal.
"Jadi kamu di dalam sana diganggu oleh arwah Hasan?? Bagaimana dengan arwah orang-orang yang telah ditumbalkan sebelumnya??" Tanya Toyib pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Aduh kalau soal kenal mengenali, otakku ini sudah tidak bisa bekerja lagi, mereka semua yang datang pada kami itu hanya badannya saja, sementara di tangan mereka menenteng kepalanya seperti menenteng helm saja!! Itu kok aku disuruh mengenali satu persatu, kamu mau membuatku mati jantungan di sana??" Jawab Basri kesal sekali.
Toyib terdiam sebentar seperti berpikir.
"Sepertinya mereka itu mau meminta pertolongan pada Sena sekaligus juga mau membunuhmu karena mereka tahu kita ini sudah menjadi bagian dari kelompok mahluk berjubah itu!!" Jawab Toyib.
"Iisshh, aku tak tahulah!! Tapi tolong jangan suruh aku lagi masuk kehutan sana sendirian seperti kemarin." Jawab Basri lagi.
***Flashback off***
"Lalu bagaimana kalian bisa tahu bahwa anak-anak kaluan itu ikut terlibat?" Tanya Paman Said.
"Beberapa hari yang lalu, Toyib datang kepadaku yang sedang mengurus tambak ikan di belakang rumah saat itu!! Anak brengsek itu awalnya meminta baik-baik padaku untuk bergabung dengan pak RT dan yang lainnya yang sudah masuk di dalam krlompok mereka." Kata Bapaknya Toyib.
"Tentu saja aku kaget setengah mati saat dia menceritakan hal itu kepadaku!!"
"Bapak dan ibu akan hidup abadi dengan kekayaan dan kekuasaan tiada batasnya!!"
"Begitu kata si Toyib!! Ya, aku jadi berang lah, berani-beraninya anak yang dengan susah payah semenjak kecil belajar mengaji dan mengenal agama kok besarnya malah Syirik mau menduakan Tuhannya hanya karena godaan dunia semata!!" Kata bapaknya Toyib lagi.
"Dasar bocah edan, apa otaknya itu sudah dicuci oleh pak RT dan juga junjungannya itu kali ya?? Makanya dia bisa berkata begitu dengan santainya." Kata Paman Said.
"Lha terus bagaimana kok kamu dan istrimu bisa ditawan oleh mereka dan dimasukan kedalam kerangkeng di goa itu??" Tanya Paman Said lagi.
"Sehabis membujuk aku dan tidak berhasil, rupanya si Toyib masuk kedapur juga membujuk ibunya untuk menjadi sekutunya!!" Cerita Bapaknya Toyib.
"Tetapi jawaban ibunya ya sama seperti jawabanku, gila saja kita yang sudah tua dan bau tanah begini kok malah diajak menuju jalan kesesatan?? Kami berdua mau bertobat dan mengurangi dosa-dosa kok malah mau diajak masuk neraka!!" Gerutu orang tua Toyib itu.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Lanjut ke next episode ya reader, selamat membaca dan hangan lupa dukungannya.🙏🙏