
Dira bangun saat jam menunjukkan pukul setengah lima pagi. dira bangun dan segera ke dapur untuk membuatkan dimas sarapan.
dimas keluar kamarnya jam enam pagi saat dira sudah selesai memasak dan juga sudah mandi.
"jalan-jalan yuk, ibu hamil harus sering jalan biar tetep sehat, udara disini juga seger banget kalo pagi hari"
dira mengiyakan ajakan dimas lalu masuk kamar berganti hodie dan joger panjang.
mereka jalan hanya disekitar rumah saja, bertemu dengan beberapa tetangga yang melakukan hal yang sama. berjalan-jalan pagi menjadi favorite beberapa orang tua di komplek itu.
dua puluh menit kemudian dira dan dimas kembali kerumah. sesampainya dirumah, dira membuat teh hangat dan susu untuk dimas sarapan dan dimas ke kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat kerja.
Beberapa saat kemudian dimas keluar kamar dengan pakaian yang sudah rapih lalu duduk di meja makan.
dira menyiapkan teh hangat untuknya dan segelas susu untuk dimas.
"jangan minum teh sambil makan dira, tidak bagus untuk kesehatanmu".
"kenapa emangnya kak? kan seger makan sambil minum teh? "
"kalo minum teh sambil makan, kamu bisa kena anemia karena zat besi pada makanan yang kamu makan akan hancur. orang hamil gak boleh anemia lho, gak baik buat bayimu. "
"oh iya kak, aku masukin ke kulkas deh, nanti aku minum siang".
__ADS_1
****flashback on****
Setelah pembicaraan dimas dan orang tuanya untuk menikahi dira.
keesokan malamnya dimas mengajak dira pergi ke taman olahraga Dikota Bandar.
setiap malam tempat itu akan berubah jadi taman bermain dengan berbagai macam permainan dan banyak pedagang makanan berjualan disana.
banyak sekali orang yang berkunjung ditaman itu. dari anak-anak, dewasa bahkan anak-anak ABGpun banyak yang sekedar nongkrong disana.
dira dan dimas memilih duduk didekat taman bermain anak-anak, tidak jauh dari mereka ada seorang ibu sedang bermain ayunan dengan anaknya yang kira-kira berumur enam tahun.
"mama, aku pengen ketemu ayah, kenapa ayah lama sekali pulangnya"
"kenapa gak pake Hp aja mah?"
"tempat kerja ayah gak ngebolehin ayah pegang HP, jd ayah gak punya."
"besok kamis apa ayah tidak bisa datang ke TK lagi? aku sedih, setiap hari kamis, cuma aku yang gak ditemenin mama sama ayah. kata temen-temen aku gak punya ayah"
"iya iya, nanti mama bilang ke ayah ya biar cepet pulang"
"mama selalu bilang gitu kalau aku tanya ayah"
__ADS_1
lalu anak itu pergi masuk ke taman bola menendang-nendang bola yang ada didalam sana seperti sedang marah.
ibu muda tadi lalu duduk dikursi yang tidak jauh dari dira dan dimas, menyandarkan kepalanya pada seorang ibu, mungkin itu Ibunya lalu menangis terisak-isak.
"bilang saja ke dion kalau papahnya sudah pergi meninggalkan kalian ana, kamu tidak bisa menutupi hal itu lama-lama. anakmu akan tau nanti, dia bisa membencimu kalau tau yang sebenarnya"
"tapi bu, aku tidak mau melihat dion sedih, dia terlalu kecil untuk memahami semua ini."
lalu ibu itu membelai anaknya dengan lembut.
dira melihat pemandangan didepannya dan menghela nafas. memikirkan anaknya nanti yang akan selalu menanyakan ayahnya.
dira hanya berharap secepat mungkin bisa ingat lagi dan menyelesaikan masalahnya yang rumit.
dimas menarik tangan dira, mengajaknya pulang walaupun mereka belum lama ditempat itu.
diperjalanan pulang dimas menepikan mobilnya.
"menikahlah denganku dira, aku akan menjagamu dan menyayangi kalian sepenuh hatiku. aku tidak mau anak ini seperti anak tadi yang kehilangan kasih sayang ayahnya. apa kamu akan seegois itu?"
"tapi kak, aku gak mau membebanimu"
"aku gak merasa terbebani dira. aku akan menjagamu dan anak ini dengan baik"
__ADS_1
dira memandang dimas dengan penuh haru lalu memeluknya. "iya kak, aku mau menikah denganmu"