
"Apa yang sedang kalian obrolkan??" Tanya Anthony ingin tahu.
"Mau tau aja atau mau tau banget??" Kata Bian dengan raut wajah yang kesal karena Anthony selalu saja datang mengganggu kesenangannya berduaan dengan wanita pujaannya.
"Secara ya mau tau banget lah!! Apapun yang kamu bicarakan dengan Sena maka aku harus tau!!" Kata Anthony.
"Walaupun aku mau bilang menciumnya kamu juga mau tau??" Tanya Bian cengengesan.
"Ooh kuhajar kau berani-berani mencium Senaku!!" Geram Anthony membuat Bian semakin giat mengolok-oloknya.
"Jangan selalu marah Anthony nanti kamu cepat tua!!" Kata Bian.
"Aku lho sudah mati, mana mungkin bisa tua lagi!!" Kata Anthony lagi.
"Apa yang kamu katakan pada Sena??" Tanya Anthony sekali lagi sekali ini dengan mimik wajah yang serius.
"Aku bilang, bolehkah jika aku ikut ke kotanya?? Begitu tadi kataku!!" Ucap Bian kali ini tidak ada kebohongan lagi di matanya dan Anthony pun tahu tentang hal itu.
"Mau apa kamu ikut Sena ke kotanya??" Tanya Anthony.
"Aku tidak tau menuju kemana, Anthony!! Aku pulang ke kota di tempat aku ngekost bukan pulang ke rumah."
"Rumahku masih jauh dari tempat aku ngekost!!" lirih Bian.
"Terus kedua orang tuamu??" Tanya Anthony lagi.
Entah mengapa walaupun di awal pertemuan keduanya karena Bian ikut masuk kedalam hutan larangan akhirnya bisa melihat Anthony. Walaupun berdua kadang ribut dan bertengkar, terkadang akur seperti sekarang. Jika tidak bertemu kadang mereka saling mencari satu dengan yang lain.
"Mengapa setiap kali aku melihat Bian, aku seperti melihat diriku di dalam cermin?? Tapi dia adalah versi modern dan aku versi kuno!" Terkadang pikiran itu yang selalu muncul di dalam kepala Anthony.
"Kedua orang tuaku sudah bercerai!! Adikku ikut dengan ibuku tinggal di kota sebelah bersama dengan suami barunya sementara aku ikut dengan ayahku karena kondisi ayahku yang ringkih pasca perceraian dengan ibuku!!" Jelas Bian.
"Ayahmu kerja apa??" Tanya Anthony lagi.
"Ibuku seorang dokter bedah yang hebat sementara ayahku hanyalah orang biasa saja yang sangat mencintai dunia perkebunan."
"Ayah memiliki perkebunan teh dan juga beberapa petak perkebunan merica sebagian lagi perkebunan buah-buahan, itu sebabnya aku memilih menjadi seorang petani dengan kuliah di fakultas pertanian agar dapat membantu usaha ayahku!!" Jawab Bian.
__ADS_1
"Ouhh!!" Gumam Anthony.
"Mengapa manusia di masa sekarang setiap ada sedikit masalah maka selalu berakhir dengan perceraian yang pada akhirnya anak yang akan menjadi korbannya??"
"Dulu sekali saat masih hidup di zamannya, walaupun mami dan papi hidup dengan kebudayaan yang berbeda yang tentu saja akan sulit untuk menyatukannya tetapi keduanya tetap saja akur hingga aku dewasa dan adikku lahir, tapi mami dan papi tetap bersama!!" Gumam Anthony.
"Itu kan orang dulu, Anthony!! Zaman yang sudah semakin modern juga membuat pola pikir manusia semakin maju dan berubah, hal yang dianggap tabu pun bagi mereka kini menjadi hal yang biasa saja, ya contohnya perceraian tadi!!" Kata Bian yang seolah bisa membaca apa yang digumamkan oleh Anthony.
"Kasihan juga kamu ya!! Tetapi sekarang ayahmu tinggal bersama siapa??" Tanya Anthony.
"Ada beberapa pekerja perkebunan dan beberapa pembantu tinggal di sekitar rumah besar kami yang selalu membantu pekerjaan ayahku!!" Jawab Bian.
"Sebaiknya kamu pulang dulu nanti setelah kamu melihat keadaan ayahmu baik-baik saja barulah kamu kunjungi Sena di kotanya dan kamu lanjut kembali ke kota tempat kamu kuliah sekarang ini!!" Saran Anthony.
"Baiklah pak dokter, saran di terima!!" Ucap Bian tersenyum.
"Bi!! Kucari kemana-mana kok malah tersenyum-senyum sendiri di tempat ini entar kesambet baru tau!!" Stella mendatangi Bian dan menegurnya.
"Ada apa Stell??" Tanya Bian.
"Kita akan ikut rombongan mereka naik angkot terakhir menuju kota setelah itu kita pulang ke kota tempat kampus kita!!" Kata Stella.
"Oke, kita berpisah di kota ya!! Sebaiknya kita bersiap sekarang!!" Ucap Stella.
Sementara itu....
"Pulang habis jalan bukannya membaik tapi kok malah murung, ada masalah apa lagi Rama??" tanya bu Ayu.
"Ibu tahu Rama tadi jalan ketemuan dengan siapa?" Tanya Rama.
"Ya mana ibu tahu!! Kamukan sudah dewasa, masa ibu harus tahu semua kegiatan pribadimu?? Kan tidak thoh!!' Kata ibu Ayu.
"Rama janjian ketemu sama Aida, bu!!" Jelas Rama.
"Lagi??" Tanya bu Ayu.
"Lebih tepatnya Aida lah yang meminta Rama untuk menemuinya di kafe ada masalah penting, katanya!!" Ucap Rama lagi.
__ADS_1
"Masalah penting?? Masalah apa?" Tanya ibu Ayu merasa heran.
"Aida minta kami kembali rujuk seperti dulu!" Kata Rama.
"Terus kamu mau rujuk kembali dengan Aida?" Tanya bu Ayu lagi.
"Tentu saja bu!" Jawab Rama sambil tersenyum untuk melihat bagaimana reaksi wanita tua itu atas keputusan yang telah dia buat.
Wajah bu Ayu mengelam mendengar keputusan Rama yang menurutnya sangatlah bodoh.
"Jangan marah dulu bu, tentu saja Rama menolaknya, masa iya Rama terjerumus kembali ke lubang yang sama, Rama juga tidak sebodoh itu bu mengambil keputusan untuk bersama kembali dengan Aida." Jawab Rama.
"Lalu bagaimana tanggapan Aida saat kamu menolaknya!" Tanya bu Ayu ingin tahu.
"Dia kok malah balik menuding Sena yang telah menghalangi Rama untuk rujuk dengannya, Rama bilang jangan libatkan keluargaku dan keluarga Sena dalam hal ini karena mereka semua tak ada sangkut paut apapun dalam hal ini!" Kata Rama.
"Perempuan aneh!! Dia yang telah pergi meninggalkanmu di saat kondisimu tengah terpuruk lalu hidup bersama dengan laki-laki lain kok sekarang malah mau minta rujuk kembali setelah tubuh kotornya sudah dijamah oleh laki-laki kian kemari seperti piala bergilir, enak betul hidupnya Aida itu!! Dia pikir kamu seperti pemulung yang tukang memungut barang bekas orang untuk di daur ulang lagi!! Dasar wanita tidak jelas!" Kata ibu Ayu dengan geram.
"Ibu jadi curiga, jangan-jangan karena terlalu banyak dicelup kanan kiri maka dia hamil dan saat tak ada yang mau bertanggung jawab atas kehamilannya, maka dia mau kembali memanfaatkan keluguanmu dan menjebakmu lagi masuk kedalam perangkapnya." Kata ibu Ayu.
"Itu yang juga menjadi pemikiran Rama bu, sepertinya itu juga yang menjadi tujuan Aida mau mengajak Rama rujuk kembali." Kata Rama.
"Lalu apa lagi yang membuatmu murung, dan mengapa seragam sekolah serta peralatan sekolah lainnya yang akan kamu berikan pada ketiga anakmu belum juga kamu berikan??" Tanya ibu Ayu.
"Sena dan anak-anak sudah seminggu lebih tidak ada dikontrakan bu! Kata yang punya rumah, Sena dan anak-anak seminggu kemarin pulang kampung mau mengunjungi paman dan bibinya di desa Pinus." Kata Rama.
"Itu sebabnya kamu bolak balik mendatangi rumah kontrakannya?" Tanya ibu Ayu.
"Iya bu, ingin rasanya Rama menelpon tetapi nomor Sena yang dulu sudah tidak aktif lagi!" Kata Rama.
"Ya sudah kamu sabar aja dulu, mereka berempat pasti kembali kok! Secara semua perabotan mereka masih di sini kan? Jadi mereka pasti akan kembali, mungkin Sena hanya menghabiskan cuti tahunannya untuk berlibur ke desanya Said." Kata bu Ayu.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya reader, mampir, baca, like, komen, vote, favorit dan rate nya😊😊🙏🙏