
"Kalian bertigalah sumber kekuatan yang menentukan karena di setiap seratus tahun sekali di mana lahir orang-orang yang memiliki kemampuan di saat itu pula lah kejahatan pun ikut lahir sebagai penyeimbang dunia." Kata Paman Said berpanjang lebar.
"Bersiaplah, babak baru dari perjalanan kalian baru saja di mulai, masih akan ada banyak tantangan selanjutnya untuk kalian."
"Dan asal kalian tahu penguasa kegelapan tak akan pernah tinggal diam, mereka juga sudah mempersiapkan seorang anak untuk menghadapi kalian."
"Bukan Piere tetapi telah lahir pula seorang bocah perempuan yang kelak akan menjadi lawan kalian!!" Kata Paman Said.
"Hanya itu yang bisa mbah katakan pada kalian bertiga, lawan kalian juga sudah lahir, saat ini dia berusia kurang lebih seumur dengan Sifa, dia hanya tampak seperti gadis cilik biasa tetapi dia mempunyai kejahatan dan juga kemampuan luar biasa!! Jadi mulai sekarang kalian bertiga harus mempersiapkan diri!" Ujar paman Said.
************
"Mama mengapa menangis??" Tanya seorang gadis kecil pada mamanya.
"Lho, Mayda kok belum tidur??" tanya Lisa Aida pada putrinya itu.
"Mama hanya sedih, di dalam perut mama ini ada adik bayinya, tetapi mama belum bisa membujuk papa kamu untuk kembali pada kita!!" Kata Aida.
"Ya sebenarnya salah mama sendiri, sudah tahu tidak mempunyai suami lagi tetapi harus hamil dan parahnya mama pun tidak tahu siapa ayah adik bayi itu, merepotkan saja, mengapa tidak mama gugurkan saja supaya tidak menjadi beban mama!!" kata Mayda gadis kecil yang baru duduk di bangku kelas dua sekolah dasar itu.
"Ya ampun Mayda, dari mana anak sekecil kamu busa memiliki pemikiran jahat untuk menggugurkan kandungan mama??" Tanya Aida tercengang mendengar saran putri kecilnya.
"Ya terserah mama sih, yang menjalanikan mama bukan May juga kakek dan nenek, kalau sekiranya bayi itu hanya akan menjadi beban, ya gugurkan saja! Habis sudah perkaranya, mama tak perlu repot lagi mencari suami baru untuk menutupi bayi yang ada di dalam kandungan mama!!" Kata Mayda dengan pandangan menyorot kearah perut Aida.
"Sudahlah May, bicara denganmu malah membuat mama semakin pusing tujuh keliling!" Kata Aida lalu melangkah masuk kedalam rumah.
Dengan pandangan matanya dia mengambil terompah milik Aida dan memalangkannya di tengah lantai.
Bluk!!!!
"Aduh May, kenapa sandal mama bisa ada di tengah jalan begini sih? Kalau mama tadi tidak cepat menahan dengan perpegangan pada pintu, tentu mama sudah jatuh, May!!" Gerutu Aida pada putrinya itu.
"Maaf ma, tadi May mainan tapi lupa meringkasi kembali!" Kata Mayda.
"Sialan, aku tadi berharap mama jatuh dan keguguran sehingga janin yang ada di perut mama itu bisa ikut jatuh, maafkan Mayda ya pa!! Tapi Mayda akan terus berusaha untuk menggugurkan bayi yang ada di perut mama itu." Batin Mayda sedikit kesal karena tadi Aida sudah jatuh masih mampu menahan bo*kongnya dengan kedua tangannya agar tidak menghantam lantai dengan telak.
Lalu kembali bocah aneh itu masuk kedalam kamarnya dan menguncinya kemudian duduk bersila di tempat tidur kembali.
Aaahhh!!!!
"Akhirnya kita sampai juga ke kontrakan kita dengan selamat." Kata Sena.
"Maaf ya paman, bibi jika rumah kontrakan Sena tidak sebesar rumah kalian di desa sana!!" Kata Sena lagi.
"Tidak apa-apa nak, bagi kami asalkan ada tempat untuk berteduh kami sudah merasa senang!!" Kata bibi Sena.
Tak lama yang punya kontrakan datang.
"Sen, sudah beberapa hari ini ada banyak yang datang mencarimu, kamu ini seperti artis saja dicari sana sini!!" Kata bu Mala.
"Siapa aja bu yang mencari Sena??" Tanya Sena.
__ADS_1
"Kebanyakan teman-temanmu dari kerjaan yang mengatakan bahwa mereka kangen padamu! Ponselmu selalu tidak bisa dihubungi lalu ada juga seorang laki-laki kurang lebih seusia kamulah wajahnya ganteng banget seperti mirip iya...mirip Juan!!" Kata bu Mala.
"Dia menitipkan ini buat kalian!!" Kata bu Mala menyerahkan tiga buah paper bag besar pada Sena.
Sena termenung mendengar penuturan ibu yang punya kontrakan.
"Kalau teman-teman dari kerjaan pasti Nurlina CS tapi kalau laki-laki itu?? Apa dia mas Rama???" batin Sena.
Tapi Sena tetap menerimanya tanpa menampiknya.
Setelah bu Mala pamit pulang, Sena membawa bungkusan paper bag itu kedalam rumah.
"Apa itu mak??" Tanya Dini dan Juan.
"Dari bapak kita!!" Kata Sifa tiba-tiba menyeletuk.
Mereka semua tidak heran mendengar perkataan Sifa karena Sifa mampu melihat masa lalu dan melihat masa depan.
Dini dan Juan melengos mendengar perkataan Sifa barusan.
"Kenapa tidak dikembalikan saja mak!!" Kata Juan.
"Juan, pemberian orang lain yang diberikan dengan niat dan hati yang tulus maka harus kita hargai!!" Kata Sena.
"Terserah nanti kalian akan memakainya ataupun tidak, itu terserah kalian saja!!" Jawab Sena berusaha memberikan pengertian pada Dini dan Juan.
***********
"Selamat datang kembali Anthony!! Bagaimana kabar kalian di sana?" Tanya kuntilanak Kanti.
"Dia berkali-kali datang mencarimu, Anthony!" Kata si muka rata kekasih Kanti.
"Maksudmu Baron?" Tanya Anthony.
"Iya!" Kata mereka semua.
"Malam jumat kemarin dia datang lagi dan mengamuk! Om Cong dan si kembar Lean dan Leon dibantingnya." Kata Kanti.
"Kurang ajar, apa maunya mahluk pembawa bala itu?" Kata Anthony geram.
"Di hutan Pinus sana putranya yang jadi penguasa, di sini dia yang meraja lela! Rupanya dendam Baron padaku seperti tak pernah padam." Umpat Anthony marah sekali apa lagi mendengar teman-temannya disiksa selama dia tidak ada di ruangan tempat mereka bersemayam ini.
"Menurut kami mungkin kurang lebih tiga hari lagi dia akan mendatangi lagi tempat ini.
***********
"Akhirnya ratu yang pemberani masuk juga, bebas tugas sudah kita hari ini!" Kata anto dan Amir lega.
"Apa kabarmu Sena?? Mana oleh-oleh dari kampung?" Tanya Nurlina.
"Nur...Nur, aku bisa pulang kembali dalam keadaan hidup begini sudah alhamdulillah, apalagi oleh-oleh? Sudah tidak kepikiran lagi." Jawab Sena.
__ADS_1
"Memang ada masalah apa?" Tanya Nurlina pelan seolah takut terdengar oleh yang lain.
"Desa tempat paman dan bibiku tinggal yaitu desa Pinus, diserang oleh sepasukan iblis! Banyak korban berjatuhan makanya semingguan kalian telepon aku tidak bisa dihubungi!" Jawab Sena.
"Sinyal susah didapat karena tertutup rimbunnya pepohonan dan semak belukar, akses jalan tertutup, warga banyak yang terbunuh, nyawa kami satu desa seolah sudah berada di ujung tanduk, baru juga ada empat mahasiswa dan mahasiswi yang melakukan KKN kedesa Pinus, tapi kamu tau?? Salah satu dari mereka adalah putra dari raja kegelapan, dengan kata lain dia sengaja menggiring ketiga temannya untuk masuk ke desa dan akan dijadikan tumbal di sana untuk raja dan sesembahan mereka!" Jelas Sena.
"Jahat sekali ya!!" Jawab Nurlina merinding.
"Terus mengapa Amir dan Anto itu, Nur??" Tanya Sena.
"Biasalah!! Diganggu para penghuni di ruangan kamu itu, tetapi kalau kamu yang jaga, mereka jinak semuanya dan anten-anteng aja!!" Kata Nurlina.
Sena seperti biasa memulai kembali pekerjaannya setelah seminggu kemarin mengambil cuti tahunannya.
"Assalamualaikum, hai semua!!" Ucap Sena pelan.
"Selamat datang kembali kemari, Sena? Kami semua senang pada akhirnya kamu datang kembali!" Ucap mereka semua.
Sena celingukan mencari sesuatu.
"Kamu mencariku, baby?" Ucap sebuah suara dari arah belakang telinga Sena.
"Kamu ini bikin kaget saja, kamu dari mana saja?" Tanya Sena.
"Biasa, aku keliling ruangan ini!!" Kata Anthony.
"Kamu ini seperti dokter aja keliling sana sini!!" Kata Sena lagi.
"Aku memang dokter walaupun aku hanya seorang dokter hantu!!" Jawab Anthony.
"Tapi kamu juga dokter di hatiku!" Jawab Sena.
Kembali wajah Anthony tampak memerah mendengar celetukan Sena.
"Gitu aja mukanya sudah seperti udang rebus, tetapi mengapa ya arwah yang sudah ratusan tahun meninggal sepertimu kok tiba-tiba bisa memerah kulit wajahmu seperti masih mempunyai tubuh saja!" Kata Sena.
"Itulah yang aku tidak tahu, baru ini aku mengalaminya selama seratus tahun kematianku, aku seperti roh yang masih mempunyai tubuh untuk aku masuki kembali!" Kata Anthony lagi.
"Jangan kamu memandangku seperti itu baby, aku jadi malu!" Kata Anthony tersipu.
"Memangnya siapa yang melarang aku memandangmu? Atau kamu lebih suka aku memandang Bian?" Tanya Sena.
"Enak saja, jangan!" Sergah Anthony cepat.
"Ya sudah, tidak mengapa kamu memandangku terus, asal kamu jangan memandang bocah tengil itu kelamaan! Nanti kamu jatuh cinta padanya lagi, kan aku bisa kehilangan kamu!" Kata Anthony.
*
*
***Bersambung....
__ADS_1
Makin seru kan kisah mereka reader, hantu pun bisa jatuh cinta!
Lanjut ke next episode ya reader dan jangan lupa dukungannya🙏🙏