Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 69 Diserang Pocong


__ADS_3

"Tetapi rupanya perjanjian yang telah di sepakati dilanggar oleh pak No, saat uang itu sudah terkumpul justru pak No sayang untuk mengembalikannta kepada ibumu, setiap ditagih pak No dan istrinya tak.pernah ada bahkan saat puncak kesabaran ibumu sudah habis saat datang ke warung untuk menagih, pak No dan istrinya lagi-lagi tak ada."


"Di situlah ibu kamu mengeluarkan sumpah serapahnya untuk pak No dan istrinya di depan dua orang anak buahnya dan juga banyak tamu yang sedang makan di warung tenda itu!!" Kata Piere.


"Rupanya pak No dan istrinya tak terima mendengar cacian itu yang disampaikan oleh kedua anak buahnya lalu dia menyambangi ibu kamu dan melabraknya.


"Dasar kamu ya...Marno dan Katemi, sudah dipinjami bukan nya mengembalikan tepat waktu bahkan ditagih kerumahmu seolah saya ini yang mengemis mau berhutang kepadamu."


"Pokoknya saya tidak mau tau ya Katemi, Marno...jika kalian tidak melunasi hutang kalian akhir bulan ini maka saya akan sita motor kalian!!" Kata bu Ayu dengan emosi yang meluap-luap.


Malam itu karena hari naas atau apa tabung gas di warung tenda milik pak No bocor tapi mereka yang ada di situ tak menyadari adanya bau gas bocor itu.


Hingga kejadian naas itu terjadi seluruh warung tenda itu meledak dengan menewaskan banyak orang di dalamnya.


Mungkin saat meninggal masih memendam kejengkelan sehingga membawa dendam dalam kematian mereka semua.


"Kalian berhati-hatilah, hindari perjalanan malam melewati daerah itu!!" Saran paman.Said.


"Para lelaki tidur di luar saja ya!!" Kata Sena lalu melenggak masuk ke kamarnya.


Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 2 dini hari. Paman Said, Piere dan Juan tidur bergelung di dalam sarung mereka. Rama terbangun dari tidurnya karena selain kedinginan dia juga mencium sesuatu yang berbau gosong.


Semakin lama bau gosong daging terpanggang itu semakin menyengat, sepertinya bau itu berasal dari pintu depan.


"Bau gosong ini?? Seperti bau gosong semalam!!" Desis Rama pelan.


"Apa aku intip keluar aja ya??" Gumamnya lagi penasaran.


Perlahan karena diliputi oleh rasa penasarannya akhirnya Rama mengesampingkan rasa takutnya dan mulai menyibakan sedikit korden dan mengintip keluar.


"Astaghfirullah!! Itu apa ya??" Gumam Rama bergidik.


Di luar pintu berdiri belasan pocong dengan muka gosong saling berbaris di depan pintu dengan mata yang menyorot merah melihat kearah dalam.


"Itu pak No dan istrinya, ternyata benar jika mereka ini sudah meninggal semua dan karena mati nya masih membawa beban di dunia mereka semua meninggal tidak tenang dan menjadi pocong!!" Gumam Rama perlahan sambil matanya tak lepas menatap para pocong itu.


Pocong pak No mendekat kearah pintu lalu dengan kepalanya dia berulang kali mengetuk pintu.


Rama yang berdiri tegang terdiam tak bisa berkata apapun.


Akibat ketukan keras dari kepala pocong itu menyebabkan daun pintu bergoyang hendak terbuka.


Rama ingin sekali berteriak untuk membangunkan yang lain tetapi lidahnya terasa kelu sehingga tak ada suara apapun yang bisa dia keluarkan.


Sementara itu...


"Aku salah, aku terlalu cemburu!! Teganya aku membiarkan Sena pulang sendiri semalam tanpa menemaninya, aku sudah tau bahwa motornya rusak dan dia harus pulang naik angkot tetapi aku malah memusuhi dia dengan alasan yang tidak masuk akal!!" Anthony terus menepuk jidatnya dengan kesal.

__ADS_1


"Aku harus menemui Sena di kontrakannya peduli amat jika harus bertemu dengan si Pierot itu!!" Kata Anthony akhirnya.


"Kamu mau kemana bos, akhirnya kamu sadar juga kalau kamu salah?" Tegur Kanti yang masih cemberut.


"Iya, aku mau ke kontrakan Sena karena perasaanku mendadak jadi nggak enak nih, takut terjadi sesuatu pada mereka di sana." Jawab Anthony lalu melesat pergi.


Anthony tiba di depan kontrakan tepat pada saat belasan pocong hangus itu sedang demo di depan pintu rumah kontrakan Sena.


"Hei, mau apa para bungkusan lontong itu mengantri di depan pintu kontrakan pacarku?? Wah, nggak bisa dibiarkan ini mana baunya seperti daging gosong lagi!!" Kata Anthony mendekat.


"Apa yang kalian lakukan di sini??" Tegur Anthony.


Para pocong itu spontan membalikan badan mereka menghadap Anthony.


"Aduh, bau nya kalian ini?? Kalian mandi atau nggak sih?? Bau banget tau!!" Kata Anthony menutup hidungnya.


Para pasukan pocong itu terdengar menggeremang satu sama lain mendengar perkataan Anthony.


Tiba-tiba mereka berkumpul dan bersatu.


"Mau apa mereka? Mau mengeroyok aku??" Tanya Anthony.


Wussshhh


Selarik sinar merah berhembus dari mulut mereka yang terbuka serentak menyerang Anthony.


"Kamu lagi apa berdiri di situ??" Tegur Piere saat dilihatnya Rama berdiri dengan tubuh gemetar di samping jendela.


"Syukurlah kamu sudah bangun, coba kamu lihat itu!!" Tunjuk Rama gemetar.


Piere ikut mengintip apa yang dilihat Rama.


"Waduh gawat si bule, para pocong itu memiliki kekuatan tiga kali lipat dari para pocong biasa karena para pocong ini mati dengan membawa dendam kesumat jika aku tidak membantu maka si bule bisa jadi ikutan gosong!!" Desis Anthony.


"Si bule siapa??" Kata Rama yang memang hanya bisa melihat para pocong ganas itu tanpa bisa melihat Anthony.


"Kamu mau lihat juga?? Baiklah, aku akan membuatmu melihatnya." Kata Piere.


Piere mengusap wajah Rama bolak balik dan tak lama kemudian...


"Kamu sudah lihat si ganteng yang sedang bertarung itu kan?? Tapi masih ganteng aku sih!!" Jawab Piere penuh percaya diri.


"Apa yang kalian lihat??" Tanya paman Said dan Juan yang juga ikut terbangun mendengar ada suara ribut-ribut.


"Anu paman Said, Anthony dikeroyok!!" Kata Piere.


"Dikeroyok apa??" Tanya paman Said.

__ADS_1


"Dikeroyok pocong!!" Kata Piere lagi.


"Ayo lekas kita bantu, mereka bukan pocong sembarangan, kekuatan mereka melebihi pocong biasa!! Juan kamu bangunkan mamak, embah, Dini dan Sifa di dalam!!" Perintah paman Said.


"Baik mbah!!" Kata Juan tetapi matanya menatap sinis pada Rama sambil berlalu.


"Rama, kamu tunggu saja di dalam rumah bersama yang lainnya, biar paman dan Piere yang akan membantu Anthony." Kata paman Said lalu bergegas keluar.


Mereka yang ada di kamar buru-buru keluar dan terkejut melihat ada Rama di sana.


"Kalian semua jangan banyak bertanya dulu ya...nanti kalau situasi sudah tenang baru kita bercerita!!" Kata Sena menjawab pertanyaan bibi dan ketiga anaknya tanpa mereka sempat bertanya.


"Mahluk pocong itu!!" Gumam Sifa.


"Bagaimana mereka bisa sampai kemari mak?? Pasti ada yang mereka kejar, mereka adalah mahluk pembunuh penuh dendam." Kata Sifa lagi.


"Sebenarnya apa yang sudah merasuki para pocong itu??" Tanya Dini pada Sifa.


Melihat ketiga buah hatinya telah tumbuh menjadi tiga orang yang tidak biasa membuat Rama menjadi kagum.


Selama menikah dengan Sena dia hanya tau istrinya itu hanya seorang gadis yatim piatu yang sejak kecil hingga dewasa hanya dibesarkan oleh paman dan bibinya tanpa tahu siapa orang tuanya.


Tanpa seorang ibu yang hebat tak mungkin akan terlahir anak-anak yang hebat pula. Begitupun dengan ketiga buah hatinya, tidak mungkin mereka bisa sehebat itu jika bukan karena ibunya juga seorang wanita hebat dan tangguh.


Rama yang memang tidak mengerti apa-apa hanya bisa terdiam, tetapi satu yang dia tau bahwa para pocong itu mengejar dia hingga kemari.


Paman Said dan Piere terus membagi serangan mereka membantu Anthony melawan serangan para pocong yang seperti air bah itu.


"Serangan mereka bertiga seperti mental tak ada artinya!!" Desis Sifa.


"Iya, mereka seperti karet yang membal dan mental terkena serangan kemudian bangun kembali seolah tak ada lelahnya." Kata Juan.


"Tetapi mengapa kedua pocong yang dibelakang itu kok hanya diam saja tidak melakukan pergerakan sama sekali?? Bagaimana jika kedua pocong itu yang di serang??" Kata Sifa.


"Kak Juan, ayo lindungi aku!! Kakak lindungi aku sementara aku akan menyerang kedua pocong yang ada di belakang itu!!" Kata Sifa lagi.


"Apa?? Aku?? Mengapa harus aku?? Aku di sini saja menjaga mamak dan mbah!!" Kata Juan.


"Ayo sudah Juan kita bertiga yang akan menghadapinya, tunjukan pada dia walaupun kita keturunannya tetapi kita bertiga tidak sepengecut dia!!" Tunjuk Dini sinis pada Rama.


*


*


***Bersambung...


Nah kan Rama, sekarang bagaimana caramu untuk merebut hati ketiga buah hatimu kembali??

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya reader agar author tambah semangat menulisnya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2