Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 65 Curhat


__ADS_3

"Terima kasih kak Rachel, kak Manda dan kakak-kakak semua, kalian juga tambah cantik!!" Kata Bian sopan.


"Oh ya?? Benarkah kami cantik?? Kalau begitu maukah kamu menjadi pacar salah satu dari kami??" Tanya gadis cantik yang panggil Rachel namanya oleh Bian.


Bian tertawa...


"Kak Rachel nggak lihat gadis manis yang duduk di depanku ini?? Dia pacar Bian!!" Kata Bian sambil menggenggam tangan Stella untuk memberi kode.


"Eh iya, kami berdua memang pacaran!!" Jawab Stella agak gugup.


Mata Rachel dan yang lainnya memandang tajam pada Stella membuat gadis itu jadi gaer menerima tatapan sinis itu.


Lalu mereka berlalu dari sana dengan muka jutek memandang pada Stella.


"Kamu benar-benar melibatkan aku ke dalam masalah pribadimu!!" Gerutu Stella kesal pada Bian.


"Maaf!! Tapi lebih baik kita lanjutkan obrolan kita yang tertunda tadi!!" Ajak Bian.


"Aku mencurigai jika Naomi itu hamil!!" Bisik Stella agar tidak terdengar oleh siapapun.


"Apa kamu yakin??" Bisik Bian.


"Belum sih, tetapi kondisinya mengarah kesana bahkan tadi pagi dia menitip banyak makanan dan asinan padaku!!" Ucap Stella.


"Setau aku pacar Naomi hanya Piere apa ada yang lain lagi??" Tanya Bian.


"Entahlah Bi, Naomi itu gadis yang lugu!! Aku takut keluguannya di manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab." Kata Stella.


Jika dilihat sepintas tampak Stella dan Bian berbicara dengan mesra padahal mereka bicara merundingkan tentang Naomi.


Rachel sudah lama naksir pada adik tingkatnya itu, hanya saja Bian selalu menganggapnya sebagai kakak tingkatnya saja, sampai tadi dia mendengar sendiri jika Bian dan Stella pacaran membuat hatinya menjadi panas.


"Kalian lihat gebetanku itu dengan pacarnya, ingin rasanya aku melempar gadis muka t*ai itu dengan gelas ini!!" Geram Rachel.


Sementara itu...


Sudah cukup yang Mulia, sebentar lagi anak-anak asrama putri pada pulangan, nanti mereka curiga padaku!!" Kata Naomi mengakhiri aktifitas panas mereka.


Wajah Baron masih merah menahan hasratnya pada Naomi walaupun mereka sudah berjam-jam melakukannya tanpa lelah.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pulang!! Ini uang untukmu aku letakan di laci ya!! Aku tak ingin bayiku kelaparan." Jawab Baron sambil memeluk dan mengecup kepala Naomi.


"Putra kita akan menghadapi putra dari golongan putih kelak jadi dia harus tumbuh sehat dan kuat!!" Jawab Baron sebelum pergi.


Lalu Baron menghilang begitu saja dari pandangan Naomi.


Aida tertidur di penghujung malam itu. Di dalam tidurnya dia bertemu lagi dengan pria berbaju putih yang menolongnya saat mabuk malam itu.


"Aida...aku minta tolong jagalah bayi yang aku titipkan di rahimmu karena kelak bayi itu yang akan menghadapi para penguasa kegelapan termasuk menghadapi kakaknya sendiri, Mayda."


"Kamu jangan khawatir, bayi itu mampu melindungimu dan dirinya sendiri, tugasmu hanyalah rawat dia sampai dia menjadi seorang bocah, sayangi dia, Aida!!"


Tiba-tiba Aida terbangun karena kaget.


"Lelaki bersorban itu!!" Desis Aida.


"Apa benar yang dia katakan di mimpiku tadi?? Jika benar pantas Mayda begitu membenci sampai dia memintaku untuk menggugurkan kandunganku ini secara Mayda adalah putri dari Baron." Gumam Aida.


Aida mengusap perutnya yang mulai membuncit.


"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang? Pasti Mayda putriku akan mengincar bayi yang aku kandung ini untuk dibunuhnya karena dia tau kelak bayi inilah yang akan menghalangi kelompok perjuangan mereka." Gumam Aida.


************


"Aku sudah jauh lebih baik dari semalam!! Tampaknya ayahku benar-benar memang ingin membunuhku!!" Kata Piere.


"Ya iyalah ayahmu mau membunuhmu, secara kamu melawan sama orang tua pakai acara bertarung mengadu kekuatan dengan ayahmu segala!!" Kata Sena pada Piere.


"Aku melawan ayah demi membebaskanmu, Sena!! Aku tak ingin kamu dinodai oleh ayahku makanya aku berjibaku melawan ayahku sendiri demi wanita yang aku cintai!!" Kata Piere.


"Tapi bukankah kamu berpacaran dengan Naomi?? Secepat itukah hatimu berpaling??" Tanya Sena lagi.


"Aku tak mungkin menyerahkan hati pada wanita yang gampang menyerahkan kehormatannya pada pria lain!!" Kata Piere pelan.


"Apa maksud kamu Piere??" Tanya Sena tak mengerti pada arah pembicaraan Piere.


"Aku memang bukan manusia utuh seperti kalian tetapi jangan dikira aku tak punya rasa, mungkin di hati kami sudah tertutup oleh ribuan kejahatan tetapi ada kalanya kami juga ingin seperti manusia normal macam kalian, ingin dicintai juga mencintai, ingin disayangi juga menyayangi." Kata Piere sedih.


"Dan Naomi, dia mengaku mencintaiku dan menyayangiku, jika saat itu aku tidak mencintainya aku sudah membiarkannya mati di tangan para mahluk hutan pinus, tetapi aku menyayangi dia dan masih mempunyai rasa iba pada Bian dan Stella jadi sebisa mungkin aku menolong mereka dengan caraku sendiri agar mereka tetap bisa selamat." Kata Piere lagi.

__ADS_1


"Tapi aku jadi benci pada Naomi saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia sedang bermesraan di peraduan ayahku di istana kegelapan." Jawab Piere.


"Kamu yakin itu Naomi?? Siapa tau mereka hanya mirip doang!!" Tanya Sena.


"Kamu pikir aku katarak!! Jelas-jelas aku liat Naomi telan*jang bulat bergulat dengan ayahku di atas ranjangnya kamu bilang aku salah liat??" Kata Piere sambil menggerutu.


"Kok marah?? Kan aku bilang siapa tau kamu salah lihat, bukan mengatakan kamu katarak!!" Jawab Sena polos.


"Ishhh, kucium juga ini manusia satu baru tau rasa!!" Gerutu Piere pelan.


"Yeeee...nggak sampai mencium juga kali!! Belum pernah sikat gigi pakai sikat lantai kah??" Ucap Sena menggoyang-goyang jari tangannya.


"Sikat gigi pakai sikat lantai?? Pakai odol atau pakai sabun??" Kata Piere balik bertanya dengan polosnya.


"Piereeee!!" teriak Sena kesal.


"Lho kok kesal?? Aku kan hanya sekedar bertanya??" Kata Piere membalikan kata-kata Sena.


"Apa sih kalian berdua ini?? Ribut aja pagi-pagi??" Kata bibi Sena menengahi.


"Ini bi setiap kali bicara dengan nih anak, buntut-buntutnya jadi pengen marah dan pengen nabok dia!!" Gerutu Sena.


"Jangan bertengkar terus, nanti siapa tau jodoh!!" Kata bibi Sena sambil berlalu ke dapur.


"Amit...amit!! Jangan sampai berjodohlah!!" Kata Sena sambil berdiri dan mencibir meninggalkan Piere yang tersenyum senang mendengar perkataan bibi Sena.


Sementara itu di ruangan hemodialisa di tempat tersembunyi yang tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa.


"Kenapa kamu mondar mandir seperti itu?? Kamu pikir dengan berjalan mondar mandir seperti itu maka siang akan segera berubah menjadi malam, begitu??" Tanya Kanti menegur Anthony.


"Aku pusing Kanti, aku terlanjur menyuruh si kodok buduk itu tinggal di rumah kontrakan Sena!!" Jawab Anthony.


"Terus kenapa memangnya bos??" Tanya si muka rata kekasih Kanti.


"Kalian ini gimana sih?? Piere itu suka sama Sena, waktu itu Bian sekarang Piere lagi yang akan menjadi saingan terberatku!!" Gerutu Anthony.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Lanjut ke next episode dan jangan lupa dukungannya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2