Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Permintaan rama


__ADS_3

Pak jaya memang tidak mengetahui bahwa dira sudah kembali mengingat masa lalunya, tapi sebagai ayah yang begitu dekat dengan dira, dia bisa merasakan apa yang dirasakan anaknya.


Situasi seperti ini sungguh tidak akan mudah untuk dilalui dira sendirian.


Dimas duduk disamping kiri dira berhadapan dengan rama. Dia tidak menyentuh dira karena khawatir dira akan bertambah sedih. Dimas berdiri menjauhi dira lalu duduk disofa bersama bu nisa dengan wajah kalut.


Suasana diruangan itu begitu canggung. Tidak ada yang bersuara karena mereka tidak tahu harus berbicara apa.


“sayang, apakah perutmu sakit?” ucap rama memecahkan kesunyian ruangan itu.


“sakit sekali” jawab dira singkat.


Rama terkejut dengan jawaban dira. Dia memanggilnya sayang dan dira menjawabnya. Dimas dan orang tua dira juga sama terkejutnya. Tapi merea tetap tidak mengeluarkan sepatah katapun.


“apa kamu sudah mengingatku sayang?” Tanya rama ditengah keterkejutannya.


Dira mengangguk. “bukannya kamu pak rama yang waktu itu datang kerumah?” dira mengalihkan


Rama menghela nafas. Tangannya masih digenggam erat oleh dira. Dia menatap dira dalam. Terlihat ada kesedihan dan kebohongan terlihat jelas dimata dira. Rama tersenyum lembut menatap wajah wanita yang dicintainya.


“aku akan selalu menunggumu mengingatku. Aku selalu ada untukmu walaupun saat ini aku tidak bisa menemanimu. Aku mengerti semua yang terjadi. Saat kamu mengingatku, aku mohon jaga dirimu”


Rama tau bahwa dira sudah mengingatnya, genggaman dira tidak bisa membohongi hati kecilnya walaupun dira menampik bahwa dia sudah mengingatnya. Perkataan yang dimaksud oleh rama adalah agar dira tidak disentuh lagi oleh dimas.


“anak kita dimana sayang? Aku ingin melihatnya.”


Dira menggeleng. Wajahnya yang putih pucat memperlihatkan ekspresi menahan sakit.


“anak kami ada di ruang perinatologi” dimas menjawab ucapan dira dari jauh.


“Aku akan menjaga anak kita dengan baik.” Ucap rama sambil tersenyum hangat.


“itu anak kami tuan rama. Bukan anak anda” sahut dimas ketus.

__ADS_1


Rama tersenyum sinis mendengar ucapan dimas tapi tidak mengeluarkan sepatah katapun.


Rama mengusap tangan dira dengan lembut, dia ingin sekali menemani dira tapi dengan adanya rama dan dimasbersamaan, rama tidak mau membuat dira tidak nyaman.


“sayang, aku masih ingin sekali menemanimu, tapi akan lebih baik saat ini jika saat ini hanya satu pria yang merawatmu. Aku tidak ingin membuatmu tidak nyaman. Jika kamu menginginkan aku disini, aku hanya ingin bersamamu dan orang tuamu saja. Kamu boleh memilih.”


dira menatap rama dengan penuh haru, dia mengerti apa yang dimaksud oleh rama.


“pergilah kak, biar dimas yang menjagaku disini” ucap dira sambil terus menggenggam erat tangan rama.


Rama yang merasakan genggaman dira lebih erat tersenyum bahagia. Walaupun menyuruhnya pergi, rama tahu bahwa dira tidak mau rama meninggalkannya.


“aku akan mengurus administrasi rumah sakit dan melihat bayi kita. Kamu istirahat ya sayang. Besok aku akan datang lagi”


Dira melepaskan genggaman tangannya membirkan rama pergi.


“tidak perlu sejauh itu saudara rama. Saya masih bisa membiayai istri saya.” Ucap dimas kesal. Perkataan rama menyakiti harga dirinya sebagai lelaki yang berstatus suami dira.


“aku tahu dira istrimu. Terimakasih sudah menjaga kekasihku.” Ucap rama dengan senyum masih tersungging dibibirnya.


Saat rama akan melanjutkan perkataannya pak jaya memotong pembicaraannya.


“terima kasih nak rama atas niat baiknya. Kami masih bisa merawat dira dengan baik. Mari saya antar keruang perinatologi melihat bayi dira” pak jaya berkata sambil berdiri dan berjalan keluar dari ruangan.


“besok aku akan datang lagi. Istirahatlah” Rama melepas tangannya dari genggaman dira lalu mengikuti pak jaya dari belakang bersama ben yang tidk pernah meninggalkan rama disisinya.


Setelah berjalan cukup jauh dari ruangan. Pak jaya berhenti lalu berbalik menatap rama dibelakangnya.


“apa sebenarnya yang kamu rencanakan rama? Dira sudah menikah. Tolong jangan terus mengusiknya. Biarkan dira bahagia”


“bolehkah saya mengajak om berbicara sebagai laki-laki dan sebagai seorang ayah?”


Mendengar perkataan rama pak jaya hanya bisa menghela nafasnya.

__ADS_1


Mereka berjalan kembali menuju ruang perinatologi.


Saat sudah sampai di depan ruangan, pak jaya menunjukkan bayi dira yang tidak jauh dari jendela kaca. terlihat bayi perempuan yang begitu mungil berkulit putih. Hidung dan bibir yang berbentuk sangat  mirip dengan rama


Bayi dira dirawat didalam incubator karena berat badanya baru mencapai 1,8 kilo gram. Bayi dira sedang tertidur dengan lelapnya.


Rama mendekatkan kepalanya melihat lebih jelas kearah bayi itu. Sungguh mirip dengannya.


Rama tersenyum bahagia melihat anaknya. Air mata menggenang di matanya. Rama menahan air matanya agar tidak sampai jatuh.


Setelah beberapa saat melihat bayi itu, pak jaya mengajak rama ke kafe yang ada dilantai bawah.


Sampai dikafe, rama duduk berhadapan dengan pak jaya. tidak lama seorang waiters mendekati meja rama memberikan minuman yang dipesan oleh ben.


Ben duduk sedikit lebih jauh dari meja rama.


“apa yang mau kamu bicarakan” ucap pak jaya.


Rama menarik nafas perlahan sebelum memulai pembicaraannya.


“om, maaf sudah membuat dira hamil sebelum kami menikah. Maaf sudah membuat dira menderita” lalu rama menjelaskan kepada ayah dira tentang ketidak tahuannya soal keadaan dira sampai akhirnya dia mengetahui keberadaan dira.


“Jika saya tahu dira hamil, saya akan sangat bahagia dan tidak akan pernah membiarkan dia menangis om. Saya tidak bisa membiarkan dira dan anak saya di tangan pria lain. Saya menyayangi keduanya. Saya mohon om, biarkan saya bertanggung jawab atas dira”


Sebagai laki – laki dan seorang ayah, pak jaya bisa memahami seperti apa perasaan rama. Pak jaya juga melihat ketulusan dimata pemuda dihadapannya itu.


“aku tidak akan melarangmu untuk bertemu dengan dira dan anakmu. Tapi saat ini, dira sudah menjadi istri dimas. Hari – hari yang dilaluinya sebelum kamu hadir tidaklah mudah. Jika kamu meminta dira kembali, itu hanya akan membuat dira menderita. Jadi saya harap kamu bisa mengerti.” Pak jaya berusaha menjaga jarak dengan rama dengan cara yang halus.


“apakah om rela membiarkan anak om di asuh orang lain sedangkan om mampu untuk melakukanitu?”


Pak jaya tersenyum tipis mendengar ucapan rama “tentu saja tidak”


“ maka dari itu om, aku bisa menjaga dira lebih baik dari dimas. Aku tau dira masih mencintaiku setelah ingatannya kembali. Aku tau dia terluka saat ingat bahwa dia menikah saat ingatannya sedang terganggu.”

__ADS_1


Pak jaya menghela nafas dari waktu ke waktu. Dia sadar bahwa itu memang sedang dirasakan anaknya.


Tatapan dira pada rama tidak bisa ditutupi dari mata pak jaya. Dia bisa melihat jelas kesedihan terpancar dari sana.


__ADS_2