Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Mau lagi


__ADS_3

"nak kita makan diluar aja yuk, ibu pengen makan bakso deh, kata ayah bakso disini ada yang enak banget, bakso apa yah namanya?. " ibu dira memberi usul saat mereka sedang berkumpul diruang tv.


"bakso sonya" jawab ayah dira singkat.


"iya bu, bakso sonya disini enak banget, tempatnya agak rame, tapi ya karna memang enak jadi selalu penuh" sahut dimas.


"sama bakso mang icong enak mana?" dira menimpali


ayah, ibu, rosi dan dimas berpandangan.


KAMU INGET BAKSO MANG ICONG??? ucap ayah ibu dan dimas bersamaan.


mulut rosi masih terbuka lebar mendengar ucapan dira.


dira memandangi mereka satu per satu. "inget, baksonya MANTAP" dira mengacubgkan jempolnya.


ibu dira menggoyangkan badan dira keras-keras. "kamu udah inget nak?"


dira menggeleng sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang rapih.


"dasar dodol! giliran makanan aja nyambung, kalo ditanya hal yang enting kayak orang beg*." rosi menimpali


"ye... mana ku tau! "


******


Malam itu, dimas dan keluarga dira pergi ke bakso sonya yang tempatnya 30 menitan dari rumah orng tua dira.


sampai disana hanya ada beberapa meja yang terlihat kososng, cabang bakso sonya tempat Dir tinggal memang dekat dengan beberpa kampus sehingga selalu ramai.


"duduk di lantai dua aja yah, dilantai dua ada ruang keluarga." dimas membersi saran.


untuk duduk dilantai atas harus menyewa tempat, dan satu tempatnya hanya lima puluh ribu saja.


"oke ayok" ayah dira setuju.


dimas dan keluarga dira naik kelantai dua. tempatnya lumayan lebar, dengan sekat darj kaca sehingga bisa melihat jalan raya yang ada di depan tempat itu.


jalanan malam di kota bandar tidak seperti di jakarta, tidak terlalu ramai orang berkendara, lebih banyak yang berjalan kaki disana. sorotan lampu-lamph jalan dan kendara terlihat begitu indah dari kaca jendela tempat Dira duduk. dira sampai tidak menyadari kalau bakso pesananya sudah di depannya.

__ADS_1


" ayo makan, jangan melamun aja" dimas membangunkan lamunan dira.


"ah, lampu-lampu disana terlihat bagus kak, memanjakan mata"


dimas dan keluarga dira menikmati bakso dengan lahab.


"wah iya bu, baksonya enak banget"


"bener kan kata ayah, ini bakso satu tingkat lebih enak dari bakso mang icong"


"iya enak" dira berbicara sambil mngunyah baksonya.


setelah selesai makan, dimas membayar pesanan makanan mereka lalu mereka langsung pulang kembali kerumah pak jaya karena malam semakin larut dan besok dimas dan ayah harus bekerja.


sesampainya dirumah mereka menuju kamar masing-masing.


Dikamar dira, setelah dimas dan dira membersihkan tubuh, mereka langsung naik ke tempat tidur. rasa kenyang dan lelah membuat mata mereka mengantuk.


dimas memeluk tubuh dira, posisi yang beberapa hari ini dimas sukai.


dira juga menggenggam tangan dimas yang sedang memeluknya.


"iya, ayo sekarang tidur, besok kakak kerja lho"


dimas mencium tengkuk dira "sayang, aku mau lagi"


kejadian tadi siang pun terulang kembali.


********


Pagi hari, dimas dan aulyah berangkat ke kantor. rosi memesan ojek online untuk berangkat ke sekolah.


"ma risi bawa motor aja ya, nungguin ojek begini mah rosi bisa telat" keluh roai ketika beberapa menit ojek yang dipesanya belum juga sampai.


"kamu masih kecil, belum punya sim, bahaya kalau bawa motor dijalan besar begini"


" huft!!! "


tidak lama kemudian ojek online yang rosi pesan sampai di depan gerbang.

__ADS_1


"non rosi!!" suara ojek online terdengar sampai dalam.


"iya mang!!! rosi menjawab dengan berteriak juga


"ya ampun anak perawan teriak-teriak begitu" saut bu nisa.


"rosi berangkat bu, mbak" sambil lari berpamitan.


*****


Situasi rama


Bangun tidur, rama memikirkan apa yang akan dia katakan saat bertemu dengan orang tua dira, hari ini rama berencana menemui mereka.


"ah sudahlah, dateng aja dulu nanti baru difikirin"


rama sudah mendapatkan alamat orang tua dira dari dela. setelah waktu itu dela menelfon dira, dia juga meminta alamat rumah mama dira. dan dira memberikan alamatnya.


rama menggunakan mobil hotel dan berangkat kerumah pak jaya.


sesampai di sana, rama memencet bel yang ada di pintu gerbang. bu nisa keluar membukakan pintu.


"anda siapa ya? " bu nisa bertanya saat bertemu rama, merasa belum pernah bertemu engan pemuda di depannya.


"saya rama bu. saya cari ibu dan ayah dira, ada hal penting yang mau saya bicarakan"


bu nisa menghela nafasnya, baru kemaren mereka membicarakan pemuda ini, dan hari ini dia audah ada didepan rumah Mereka.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2