
Piere menggeram kesal sekali pada Mayda. Mayda dinilainya sangat lancang mendahului kekuasaannya.
"Kamu tidak apa-apa??" Tanya Anthony pada Sena.
"Tadi leherku sangat sakit tetapi sekarang setelah dikirimkan tenaga tambahan oleh paman Said dan Sifa sekarang aku sudah merasa sehat kembali.
"Syukurlah, aku masih mencari siapa penyerang gelap itu, hebat sekali dia bahkan arwah seperti kami pun bisa dia kelabui." Kata Anthony.
"Jadi kamu belum menemukan siapa penyerang tadi?" Tanya Sena.
"Belum, sepertinya dia digerakan oleh sesuatu dari jarak jauh!!" Jawab Anthony.
"Berarti ada seseorang yang memiliki kesaktian tinggi yang bisa melakukannya!!" Kata Sena.
"Kamu harus hati-hati sayang, sepertinya aku tidak boleh terlalu jauh darimu mulai sekarang!! Di rumah kamu aman karena di sana ada paman Said dan ketiga anak-anakmu tetapi di sini kamu tidak bisa berbuat apapun karena arwah di sini rata-rata arwah yang tak punya kemampuan apapun paling hanya sekedar menakuti saja!!" Kata Anthony.
"Tapi kamu kan tidak bisa pergi terlalu lama dari tempat ini!!" Tanya Sena lagi.
"Aku akan bolak balik saja sini kekamu terus balik lagi kemari!" Kata Anthony tersenyum.
"Anthony, seandainya kamu manusia utuh tentu banyak sekali yang menyukaimu apalagi dengan senyum manismu seperti ini!" Kata Sena menatap Anthony.
"Benarkah? Aku tak pernah tau itu, karena sebentar saja aku hidup di dunia kemudian aku sudah berpindah ke alam roh hingga kini." Lirih Anthony dengan sedih.
"Terkadang aku iri melihat pasangan yang berobat ke ruangan ini, mereka tampak setia satu dengan yang lain walaupun jika sudah masuk keruangan ini, bukan untuk menyembuhkan penyakit tetapi hanya sekedar memperpanjang usia sampai batas mereka tak sanggup lagi untuk bertahan dan akhirnya menyerah!!" Ucap Anthony lagi.
"Sekarang kamu pulanglah, sebentar lagi temanmu akan datang kemari menjemputmu, dan jangan lupa dengan fungsi cincin yang kamu pakai itu ya!!" Kata Anthony membelai jilbab Sena lalu menghilang.
"Kamu memang benar-benar the best, Sen!! Anto dan Amir begitu jam 8 malam langsung ngacir selesai tidak selesai mereka tidak mau tau pokoknya kabur!" Kata Nurlina.
"Bahkan dua hari lalu kepala botak pak Rudi dilempar pakai telur busuk!!" Kata Nurlina lagi.
"Biar aja, biar pak Rudi tau rasa!" Jawab Sena.
*********
__ADS_1
Aida merasakan perutnya sedikit nyeri pagi ini. Efek dia terpeleset kemarin masih terasa.
Di ruang makan dia bertemu dengan Mayda putrinya yang akan berangkat kesekolah.
"Mama mau pergi pagi menemui papa Rama?" Tanya Aida membuka percakapan.
"Iya, mama tidak akan pernah bosan untuk membujuk papamu agar mau kembali untuk lita!!" Jawab Aida.
"Untuk kita? Bukannya hanya untuk bayi yang mama kandung?" Tanya Mayda.
"Mayda tidak mau tau ma, sampai kapanpun Mayda tidak akan menerima bayi itu sebagai adik Mayda!!" Lalu dia berdiri dan pergi dari sana.
Mayda berangkat sekolah dengan diantar supir kakeknya.
Tttiiiittt
"Minggir kalian anak-anak gembel, sekolah di sekolah pinggiran tidak boleh melewati jalan ini, jalan ini khusus mobil buat lewatnya orang-orang kaya." Mayda berteriak pada tiga orang anak berpakaian sekolah yang pergi bersekolah dengan berjalan kaki.
Ketiganya yang tak lain adalah Dini, Juan dan juga Sifa meradang mendengar teriakan seorang yang sengaja diteriakan ditujukan untuk mereka bertiga.
Siapa sih itu?? Banyak bacot banget!!" Kata Juan kesal.
Ternyata benar belum jauh mereka berjalan tampak sebuah mobil yang salah satu rodanya masuk kedalam lubang jalanan yang bakal dilewati ketiga anak Sena itu.
"Nah loh, itukan mobilnya si songong yang mengaku punya jalan raya tadi kan?" Kata Dini sambil ketiganya melewati mobil itu.
Tampak seorang gadis cilik berusia kurang lebih seperti Sifa sedang marah besar pada si supir.
"Gimana sih mang Mijan ini? Gitu aja tidak becus!! Masa melewati jalanan begini saja tidak bisa?" Bentaknya.
"Hai kalian tiga anak kampung yang bodoh, jangan berdiri di situ saja, bantu dini!!" Teriaknya sambil berkacak pinggang.
Bukan main geramnya Juan dan Dini hendak menjawab tetapi cepat ditahan oleh Sifa.
"Hai anak kota yang bego!!! Kamu kan yang punya jalanan ini, berarti kamu orang kaya, di aspal yang benar dong jalannya, masa mengaku yang punya jalan tetapi tidak punya uang untuk merenovasi jalan untuk mobil sendiri?" Kata Sifa diiringi gelak tawa kedua kakaknya.
__ADS_1
Mata Sifa dan Mayda saling bertatapan dengan tajam.
Dada Mayda bergetar saat mereka saling menatap begitu pula dengan Sifa. Mereka berdua seolah bertarung lewat tatapan mata mereka berdua.
"Siapa dia?" Batin Mayda.
"Tak pernah dalam sejarah hidupku jantungku berdebar dan berdenyut sakit saat beradu pandang dengan seseorang!! Tetapi dia begitu berbeda, padahal tatapan matanya begitu tenang tetapi menyorot tajam sampai ke dalam hatiku." Kata Mayda.
"Gadis cilik itu jika dilihat dari usianya tidak jauh beda denganku hanya saja di dalam dirinya tersimpan sesuatu yang sangat jahat dan berbahaya, apakah dia yang pernah dikatakan oleh kakek buyutku di dalam mimpi tempo hari bahwa akan lahir seorang gadis dari golongan hitam yang akan menjadi penyebab kehancuran dunia jika dibiarkan terus menerus??" Gumam Sifa.
"Ayo kak, kita tinggalkan saja dia nanti kita bisa terlambat sampai kesekolah!!" Jawab Sifa.
Mereka meninggalkan Mayda yang marah bukan main di jalan itu.
"Sifa, ini entah pandangan kami berdua atau kamu juga berpikiran sama dengan kami, mengapa wajah gadis cilik itu seperti menyimpan sesuatu yang sangat jahat, ya?" Tanya Dini pada Sifa.
"Dia memang jahat kak karena dia lah sang putri kegelapan yang pernah dikatakan oleh kakek buyut kita di dalam mimpi tempo hari!" Ujar Sifa.
"Pantas aku seperti pernah melihat wajah jutek dan judes itu tapi aku lupa pernah bertemu di mana?" Kata Juan menimpali perkataan Dini dan Sifa.
"Sepertinya perang akan di mulai, kita harus mempersiapkan diri dari sekarang." Kata Dini.
"Betul kak, latihan perlu kita tingkatkan lagi, tugas kita sekarang jadi bertambah yaitu melindungi mamak, embah laki dan juga embah perempuan serta masih banyak lagi yang lainnya." Kata Dini lagi.
***********
"Yah pagi ini Bian akan mengunjungi rumah seorang teman mungkin Bian akan sekalian pulang keasrama, minggu depan baru Bian kembali kemari lagi menjenguk ayah!!" Kata Bian.
"Baiklah Bian, kamu jaga diri baik-baik di sana, belajar sungguh-sungguh jangan terbawa oleh sifat dan sikap teman-temanmu." Pesan ayah Bian sebelum Bian pergi kembali ke asrama.
*
*
****Bersambung.....
__ADS_1
Ketiga anak Sena sudah menemui lawannya yang sangat berbahaya.
Jangan lupa dukungan ya guys, karena dengan dukungan dari teman-teman semua membuat author jadi bersemangat untuk terus menulis.