Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 72 Jebakan 2


__ADS_3

"Stella, jangan sampai kamu dan Bian berpacaran...yang mulia pasti akan sangat marah nantinya!!" Ucap Naomi.


Motor Bian dan Stella melaju membelah jalan sore itu.


"Kenapa Naomi tidak mengantarmu di depan pintu??" Tanya Bian.


"Entahlah sepertinya Naomi tidak suka jika kita berdua dekat Bi!!" Kata Stella.


"Berarti benar dugaanku selama beberapa hari ini!!" Ucap Bian pelan.


"Dugaan apa Bi??" Tanya Stella.


"Aku belum bisa mengatakan padamu Stella karena dugaanku belum terbukti tetapi mulai sekarang, maaf ya jika aku boleh memberi saran kamu harus berhati-hati terhadap Naomi!!" Kata Bian.


Stella terdiam mendengar perkataan Bian karena sejujurnya dia juga merasa bahwa kini Naomi berbeda dari Naomi yang dulu.


Naomi yang sekarang penuh dengan misteri yang dia sendiri tidak tau apa sebenarnya yang sudah terjadi pada sepupunya itu.


Bian dan Stella masih berjalan dalam diam, mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Bi, mbak Sena sudah tau kah jika kita berdua mau main ketempat kontrakan mereka??" Tanya Stella setelah sekian lamanya terdiam.


"Tadi pagi aku sudah menelponnya!!" Jawab Bian.


"Bi lihat di depan sana!!" Tunjuk Stella pada Bian.


"Iya...ada keramaian apa ya??" Tanya Bian.


Mereka berdua lalu memarkirkan motor mereka di pinggir jalan lalu ikut masuk ke dalam keramaian orang banyak yang berkumpul.


"Permisi pak, ada apa ya ini??" Tanya Bian pada kerumunan orang-orang di sana.


"Ada orang yang dibunuh mas, kepalanya hampir lepas!!" Kata Bapak yang berdiri di sebelah Bian dan Stella.


"Masya Allah...!!" Kata Bian dan Stella bersamaan seketika mereka teringat pada kejadian di desa pinus beberapa waktu yang lalu.


Tanpa mereka sadari seorang berpakaian hitam dan berjubah hitam yang berada di antara orang banyak tersenyum menatap mereka berdua.


"Kemanapun kamu melangkah, aku akan menyertaimu Stella karena kamu adalah pengantinku selanjutnya!!" Desisnya seraya menyeringai melihat Stella.


"Cantiknya...pasti akan sangat menyenangkan bisa bermain beronde-ronde denganmu, Naomi sudah hamil dan tidak mengasyikan lagi!!" Kekehnya.


"Bi, siapa sih orang yang mengenakan hodie hitam itu?? Perasaan sejak tadi dia mengawasi aku terus, ayo Bi kita cabut dari sini yuk...aku jadi takut??" Ucap Stella sambil menarik tangan Bian.

__ADS_1


Bergegas keduanya naik ke motor lalu melanjutkan perjalanannya.


"Pemuda itu kini auranya bertambah hebat saja apa lagi semenjak ada arwah ayahnya yang kini mendampinginya." Kata orang itu yang tak lain adalah Baron.


"Kamu nggak usah melihat kearah dia terus Stella, nanti kamu terkena peletnya!!" Kata Bian lalu melajukan motornya.


**********


"Kamu mau pergi kemana lagi Rama??" Tanya bu Ayu saat melihat putranya itu berdandan sangat rapi.


"Anu bu, mau ajak Sena dan anak-anak jalan malam mingguan!!" Kata Rama tersenyum sumringah.


Bu Ayu terdiam. Dia sadar karena campur tangannya dulu lah Sena dan Rama sampai berpisah, tapi apakah masih ada maaf dari wanita itu untuk Rama??" Gumam ibu Ayu.


"Bu, Rama pergi dulu ya!! Paling jam sepuluh paling lambat jam sebelas Rama sudah kembali." Kata Rama.


Dengan bersenandung lagu kesukaannya dan Sena dulu saat masih bersama dia seolah terbawa pada kenangan masa lalu mereka.


AARRGGHHH....


"Ada apa Sifa??" Tanya Sena saat melihat putri bungsunya itu tiba-tiba mengerang.


"Bapak, mak!!! Bapak dalam bahaya!!" Ucap Sifa.


"Jangan begitu kak!! Kesampingkan ego kita, kita menolong demi kemanusiaan itulah sebabnya kita dianugerahi kemampuan seperti ini!!" Kata Sifa.


"Terlepas pada apapun kesalahan bapak di masa lalu tetapi kita tetap berkewajiban untuk menolongnya, kini nyawanya berada dalam bahaya dan Sifa yakin kalian pasti juga merasakannya sekarang tetapi kalian mencoba mengabaikannya." Kata Sifa.


Mereka semua yang ada di situ terdiam.


"Kamu tau di mana letak tepatnya kejadian yang akan menimpa bapak kalian??" Tanya paman Said.


Di tempat kejadian bapak membeli nasi goreng hantu bersama mamak waktu itu, mbah!!" Kata Sifa lagi.


"Aduuhhh tu orang kok nggak ada kapoknya ya??" Kata Sena menggerutu.


"Ya nggak ada kapoknya namanya juga lagi jatuh cinta sama mantan!!" Kata bibi sambil tertawa.


Sena cemberut mendengar bibinya menggoda seperti itu.


"Hubungan kami itu sudah kelar, sudah selesai bi...nggak ada lagi yang harus dilanjutkan!!" Kata Sena.


"Itu kan menurut versi kamu, menurut Rama kan lain lagi apalagi kini sudah jelas terkuak satu persatu penyebab kalian berpisah!!" Kata bibi lagi.

__ADS_1


"Bi, itu sudah sepuluh tahun berlalu...rasa cinta Sena untuk dia sudah lama mati, mati seiring dengan pengkhianatan yang telah dia lakukan pada Sena bersama wanita itu." Kata Sena dengan suara bergetar.


"Sudah...sudah...mengapa kok jadi membahas tentang Rama sih?? Hari ini kan ulang tahun Sena, dia juga sengaja ijin tidak masuk kerja untuk merayakan ulang tahunnya, semestinya di hari yang bahagia ini tidak usah mengungkit hal yang menyakitkan hati!!" Kata paman Said.


"Begini saja, biasanya penglihatan Sifa itu tak pernah meleset, sebaiknya paman dan kamu Sena pergi ke tempat yang ditunjukan dalam penglihatan Sifa tadi." Kata paman Said.


"Siapkan saja dulu kue dan makanannya bi, sebab Nurlina dan Desi juga mau mampir kemari!!" Kata Sena sebelum berangkat.


Akhirnya paman Said dan Sena pergi dengan mengendarai motor milik Sena.


"Paman, tidak bisakah lebih laju membawa motor ini? Pelan amat macam keong racun!!" Kata Sena tidak sabaran melihat cara paman Said membawa motornya.


"Aduh paman takut membawanya lebih kencang...takut pretelan semua onderdilnya!!" Kata paman Said.


"Yee...jangan bilang begitu juga kali paman, motorku ini tukang ngambek lho, jangan sampai di saat kita dalam keadaan genting begini dia tiba-tiba mogok dijalan!!" Kata Sena khawatir.


"Kalau sampai mogok dibuang aja ke jurang sana atau dipreteli jadi besi tua!!" kata paman Said lagi.


Sementara itu...


Masih dengan bersenandung lagu cinta, Rama melajukan perlahan mobilnya.


"Lho, kok aku mau melewati jalan yang ada lokasi kebakarannya itu lagi sih?? Apa nggak ada jalan yang lainkah??" Gumam Rama.


Semakin mendekati bekas reruntuhan warung hantu itu, semakin kencang pula debaran jantung Rama.


"Aduh, kenapa kok tiba-tiba bulu badanku meremang semua ya??" Gumam Rama semakin tidak enak perasaannya.


"Rama...hei Rama...berhentilah!! Mari ngopi dulu sambil makan nasi goreng!!" Sebuah suara yang berat, serak dan dalam menyapanya.


"Astaghfirullah...suara siapa itu ya?? Kok menakutkan sekali tetapi tak ada orang satu pun di sana!!" Kata Rama perlahan dengan bulu badannya semakin meremang.


DDDDRRRTTT...DDDDRRTTT


"Aduh please deh mobilku jangan mogok di saat-saat yang tidak tepat begini!!" Kata Rama semakin tak tenang.


*


*


****Bersambung.....


Maaf lama baru up lagi reader lagi menamatkan novel yang satu nya dulu🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2