Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 85 Pengintai


__ADS_3

"Putri kita dalam bahaya, Kanti! Sebelum meninggal aku sempat menuliskan wasiat jika seluruh harta dan aset perusahaan jatuh ke tangan Maghdalena putri kita, para orang jahat itu tidak punya pilihan lain selain merawat putri kita hingga berusia tujuh belas tahun nanti karena mereka butuh tanda tangan Maghdalena!" Jawab Max lagi.


"Aku tak akan pernah membiarkan para penjahat itu hidup tenang dan menikmati seluruh hartaku yang akan kuwariskan untuk Maghdalena!" Ucap Max geram.


"Terus kita harus bagaimana Max?" Tanya Kanti.


"Kamu ingat bi Wiwik kan? Pembantu rumahku yang sudah diusir oleh ibu tiriku, dulu aku juga nggak percaya kalau bi Wiwik itu pencuri, ternyata benar itu adalah akal-akalan ibu tiriku saja karena bi Wiwik tau sebuah rahasia besar dan ibuku tidak ingin bi Wiwik memberi tahukan aku!" Ucap Max.


***********


"Kak Dini dan Sifa sedang apa sih?" Tanya Juan yang tengah memergoki saudaranya sedang mengawasi sesuatu.


"Satu-satunya yang bodoh dan tak tau apa-apa di rumah ini ya si Juan ini!" Gerutu Dini.


"Maksudnya bodoh dan nggak tau apa-apa gimana sih? Aku rangking satu di sekolah, aku juga kenal kalian semua, terus di mana letak bodoh dan nggak tau apa-apanya?" Tanya Juan mulai tak terima.


"Hei Juantat...kamu itu memang pintar dan kenal kami semua tetapi kamu itu nggak peka sama lingkungan sekitarmu!" Ucap Dini pada adiknya.


"Maksudnya?" Tanya Juan tambah tak mengerti.


Dini menarik Juan ketempat mereka berdiri.

__ADS_1


"Kemari kamu anak bodoh?" Sentak Dini kesal.


"Juan, kamu tau kita semua ini sekarang dalam bahaya, kita..." Belum sempat Dini melanjutkan ucapannya Sifa bersenandung seolah memberi isyarat pada kedua kakaknya.


Dini melirik kearah pintu dapur. Dia melihat pantulan bayangan seseorang berdiri di samping pintu tertutup oleh daun pintu.


Juan ikut melirik kearah yang dilihat oleh Dini.


"Jangan melihat kesana Juan, pura-pura aja nggak lihat dan nggak tau!" Kata Dini setengah berbisik pada adik laki-lakinya itu.


Untungnya Juan pun menuruti apa yang diucapkan oleh kakaknya tanpa banyak bertanya lagi biasanya dia akan langsung bertanya hingga keakar-akarnya tetapi saat dia melihat mata Dini sudah melotot padanya, nyalinya menciut dan seketika dia membungkam mulutnya.


Sifa dan Dini mengganti topik pembicaraan mereka dan berlagak tidak tahu ada seseorang yang berusaha menguping pembicaraan mereka.


Setengah mati Juan menahan mulutnya untuk tidak banyak bertanya pada kedua saudaranya itu.


"Mamak belum pulang juga ya Fa?" Tanya Dini mengalihkan pembicaraan.


"Belumlah kak, ini baru juga jam 9 malam masih satu jam lagi baru mamak pulang!" Kata Sifa.


"Mamak kita biarkan pulang sendirikah?" Tanya Juan lagi.

__ADS_1


Mereka bertiga saling pandang satu dengan yang lain.


"Ada om Anthony yang mengantar mamak!" Jawab Juan dengan entengnya.


"Juan, kamu tau mengapa om Anthony sekarang jarang kemari? Itu karena ada hawa aneh yang menghalau agar om Anthony tidak bisa masuk kemari!" Bisik Dina pada adiknya.


"Kak!"


Sifa memberi isyarat agar Dina tidak melanjutkan pembicaraannya.


Tiba-tiba Juan bangkit berdiri dan berjalan menuju samping pintu ruang tengah tanpa bisa dicegah lagi.


"Nenek kok sedari tadi mengintai keluar terus memangnya nenek ngintip apaan sih?" Tanya Juan spontan.


*


*


***Bersambung...


Apa yang akan terjadi selanjutnya?

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya selalu ya reader🙏🙏


__ADS_2