
Pagi yang sama, dira sedang memeriksakan kehamilanya yang sudah berusia 32 minggu ditemani seaminya.
mereka sedang duduk di lobi menunggu nama dira dipanggil sesuai antrianya untuk diperksa.
"IBU NINDIRA" tidak lama akhirnya nama dira dipanggil oleh bidan yang menjadi asisten dokter niken.
dira dan dimas segara masuk kedalam ruangan lalu menyapa dokter perempuan yang selalu memeriksa kehamilannya.
"pagi dokter" dimas menyapa sambil menutup pintu.
"pagi..,silahkan duduk pak mbak."
dira dan dimas duduk dikursi ada disana
"bagaimana kabarnya mbak?"
"sehat dok alhamdulillah, cuma akhir-akhir ini kenapa perut saya sering seperti kontraksi ya dok?"
"kontraksinya bagaimana mba? sebentar-sebentar atau bagaimana? "
"sebentar tapi sering dok, saya juga sering keleahan rasanya,kemaren juga sempat keluar darah sedikit dok"
"baik, ayo kita usg dulu mb, nanti saya sambil jelaskan."
dira bangun dan berbaring ke tempat tidur yang sudah ada diruangan itu. kemudian dokter niken melakukan usg seperti bulan-bulan sebelumnya.
dari hasil usg, dokter niken menjelaskan bahwa darah yang keluar akibat letak palsenta yang terletak dibawah, walaupun tidak menutupi jalan lahir sepenuhnya, tapi tetap bisa membahayakan kalau dira kelelahan.
dira baru ingat waktu acara syukuran kemarin dia memang cukup dibuat sibuk dan kelelahan.
belum lagi dimas selalu minta jatah setiap malam.
dokter nikenpun menjelaskan bahwa kontraksi yang terjadi bisa jadi kontraksi palsu yg disebut broxto hicks bisa disebabkan karena stres dan kelelahan.
faktor stres juga ikut andil banyak dalam masallah kontraksi yang muncul.
"mb dira harus banyak istirahat supaya kontraksi tidak semakin sering, kalau kontraksinya tidak terkontrol bisa menyebabkan kelahiran prematur" jelas dr. niken.
__ADS_1
"dan juga jangan sering-sering berhubungan dulu, ****** yang masuk kedalam rahim juga bisa bisa mengakibatkan kontraksi." sambungnya.
"puasa dulu" bisik dira kepada rama.
rama tersenyum gemas menatap istrinya.
dira dan dimas mendengarkan semua pesan dokter niken.
dokter niken menuliskan resep untuk dira dan menyarankan untuk kontrol dua minggu lagi.
dimas dan dira keluar ruangan menuju apotik untuk mengambil resep.
ketika dira dan dimas menutup pintu niken menyandarkan tubunya menghela nafas panjang.
"bahkan dira sudah punya suami dan rutin berhubunganpun masih kamu perjuangin ram. aku yang masih perawan kamu cuekin! dasar rama gilaaaa!!!!" niken mendengus kesal sambil mengumpat.
rama dan dira menunggu di depan apotik. setengah jam kemudian obat dira sudah bisa diambil dan mereka langsung pulang.
sesampainya dirumah, dira dan dimas langsung mandi. karena di rumah sakit walaupun sangat bersih pasti banyak virus atau bakteri yang tidak terlihat.
Dira merebahkan badanya di tempat tidur setelah selesai mandi dan mengeringkan rambutnya.
"sayang, kita cari asisten aja ya, aku gak mau kamu dan anak kita kenapa-napa"
dimas yang selalu memanggil janin yang ada diperutnya sebagai anak kita membuat dira bahagia sekaligus merasa bersalah karena dira menyadari bahwa anak ini adalah anak rama.
"tapi aku gak nyaman kak kalau ada orang lain dirumah"
"kita cari orang yang dekat sini aja, disini banyak kok yang begitu, asisten cuma kalau siang hari aja, sore harinya mereka pulang."
"iya deh kak kalau gitu"
dira menghabiskan susu yang dibuatkan susunya dan meletakkan kembali ke atas meja.
Hp dira berbunyi saat itu juga. ada panggilan telfon dari ibunya.
dira menjawab telfon itu.
__ADS_1
"assalamualaikum bu"
"walaikum salam nak, gimana tadi priksa dokternya?"
"gak papa bu, cuma kelelahan dan stres aja. ini dira disuruh bedrest dulu bu"
"oiya jangan capek-capek berarti nak"
"iya ibu.. "
"dir dirumah ada dela, dia baru aja sampe."
"yaudah nanti dira kerumah ibu deh"
"jangan nak, kamu istirahat aja dirumah, biar kami aja nanti yang kerumah kamu"
"okedeh bu"
"kamu pengen apa nak? nanti mama cariin, kali aja bumil penge. sesuatu"
"iya bu dira pengen asinan bogor"
"ya ampun cari dimana asinan bogor disini nak?"
"makanya itu, ibu bikinin dira ya, cucu ibu pengen asinan bogor" dira berbicara manja dengan ibunya.
"udah hamil gede baru ngidam kamu ini nak, terlambat. yaudah nanti ibu bikinin" bu nisa mematikan sambungan telfonya setelah mengucap salam.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.