
Tadi malam sebelum pulang mereka bertengkar. Tak ada yang mau mengalah satu dengan yang lainnya membuat para hantu yang ada di ruangan hemodialisa itu angkat tangan tidak berani ikut campur masalah dua kekasih beda dunia itu.
"Bos, kok gitu sih tuduhannya?? Kata Kanti yang jelas mau benar mau salah pasti membela Sena karena mereka berdua sesama perempuan dan sama-sama pernah dalam posisi tersakiti dan terkhianati.
"Maksud kamu apa Kanti??" Tanya Anthony tambah kesal.
"Kok kamu jadi membela Sena dan bukan membela bos kamu ini??" Tanya Anthony.
"Ya jelas lah membela Sena, kami kan sama-sama perempuan, iya kali Kanti yang perempuan malah membela kaum lelaki sesat seperti kalian ini!!" Teriak Kanti juga emosi.
"Aduh...Mukrat, bawa pacarmu menjauh nanti malah mereka yang bertengkar dan kalian Lean dan Leon bawa bos bule kalian itu juga menjauh sebelum terjadi perang dunia di ruangan ini!!" Kata om Cong yang hanya bisa duduk saja di tempatnya.
"Dasar Kanti sialan, dia pikir dia masih manusia apa??" Gerutu Anthony yang tangan kanan dan kirinya digandeng oleh Lean dan Leon.
"Dasar bos aneh, ganteng-ganteng kok O..O..N!!" Gerutu Kanti pula.
"Kamu juga, bisakah kamu memperlihatkan wajah aslimu saja, bukan wajah rata seperti pantat kuali begitu?? Jengkel-jengkel kucat pakai kuas nanti wajahmu itu!!" Sentak Kanti yang masih emosi pada Anthony.
"Kok aku juga jadi sasaran kemarahan sih??" Lirih Mukrat mendengar Kanti membentaknya.
Apa yang menyebabkan Anthony begitu marahnya pada Sena??
Saat dia merasa resah meninggalkan Piere di rumah kontrakan Sena, dengan cepat dia melesat menyusul kesana dan apa yang dilihatnya??
Sena sedang merangkul menolong Piere untuk duduk dan membantu membersihkan luka-luka di lengan dan di kepala Piere.
Melihat kemesraan itu Anthony si hantu bucin jadi marah dan melesat pergi meninggalkan kediaman Sena.
Sampai di depan halaman dia berselisihan dengan paman Said yang baru saja menata dagangan nasi kuning dan nasi pecel istrinya di teras.
Karena tidak tau apa yang akan dikerjakan untuk menghasilkan uang, maka bibi Sena yang pintar memasak memutuskan untuk berjualan nasi kuning, pecel dan lontong sayur di teras halaman mereka.
Kebetulan juga letak kontrakan Sena sangat strategis dan banyak para penyewa di sekitar situ adalah karyawan dan mahasiswa.
Ngung...
Anthony melesat pergi sambil melengos saat melihat paman Said.
"Itu Anthony kenapa lagi sih?? Perasaan marah melulu mulai kemarin, ntar keriputan baru tau rasa!!" Kata paman Said.
Saat dia masuk kedalam rumah baru dia ngeh saat melihat Sena membantu Piere mengobati bekas lukanya, mungkin hantu tampan itu cemburu melihat kedekatan Piere dan Sena.
"Ada-ada wae!! Satunya hantu satunya mahluk, dua-duanya bukan manusia utuh tetapi kalau berantem kalah-kalah manusia yang masih hidup." Kata Paman Said sambil geleng kepala.
***********
"Baiklah aku mau ikut denganmu!!" Kata Sena pada Rama.
"Kita singgah di warung nasi goreng itu dulu ya!! Kamu masih ingatkan saat kamu hamil Sifa dulu, selalu tergila-gila pada nasi goreng!!" Kata Rama sambil menatap istrinya.
Sena tertawa hambar sambil membuang pandangannya keluar jendela.
"Aku tak menyangka ternyata kamu sedang hamil, makanya hampir setiap malam kamu pesan nasi goreng melulu!!" Kata Rama sambil tertawa pelan.
Tapi tawanya terhenti saat tak mendapat tanggapan apapun dari Sena malah sang mantan nampak sedang menerima telepon dari seseorang.
__ADS_1
Ddrrttttt...
π±"Iya Piere??
π±"Kamu di mana?? Mengapa jam segini belum juga pulang?? Apakah Anthony bersamamu??
π±"Tidak ada, Anthony sejak siang tak ada bersamaku!!
π±"Jadi ini kamu pulang sendiri?? Keterlaluan dokter gadungan itu, kemana perginya dia?? Masa dinas keluar kota!!"
π±"Aku pulang ikut mobilnya Rama!!"
π±"Siapa Rama??
π±"Dia...dia mantan suami!!"
Lalu Sena melirik pada Rama yang juga lagi fokus mendengarkan pembicaraannya.
π±"Jangan sampai kamu tergoda lagi padanya ya?? Ingat perlakuannya dulu padamu!!"
π±"Iya, tidak akan!! Tali yang putus walaupun disambung tetapi ikatannya tak bisa seutuh dulu lagi!!"
π±"Cepat pulang ya, aku mengkhawatirkanmu, jika belum pulang juga aku akan menyusulmu!!"
π±"Dengan apa kamu menyusulku??"
π±"Kamu lupa siapa aku?? Aku bisa dalam sekejap ada di tempat kamu berada sekarang!!"
π±"Iya, aku percaya!!"
π±"Awas makananmu dikasih racun sama dia atau dikasih bubuk perang*sang!!"
π±"Dasar mesum, nggak lah!! Ya sudah kami sudah hampir sampai, paman, bibi dan anak-anak sudah tidur??"
π±"Sudah!!"
π±"Kamu sendiri tidak tidur??"
π±"Aku akan menunggu sampai kamu tiba di rumah!!"
"Siapa Piere, siapa Anthony??" Tanya Rama jelas nada kecemburuan terdengar nyata di dalam pertanyaannya.
"Teman!!" Jawab Sena singkat.
Rama tampak belum puas mendengar jawaban singkat dari Sena.
"Sudah sampai, ayo kita turun katanya mau beli nasi goreng, supaya aku bisa cepat pulang!!" Kata Sena datar.
Keduanya masuk dan duduk di pojok warung.
"Mas, warungnya malam ini kok sepi begini sih??" Tanya Sena sambil memandang berkeliling.
"Iya, ya!! Biasanya nggak pernah sesepi ini!!" Gumam Rama juga ikut memandang berkeliling.
"Ini malam apa sih??" Tanya Sena.
__ADS_1
"Ini, malam jumat Sen!!" Bisik Rama pelan.
"Pak No, nasi gorengnya 2 ya!!" Pesan Rama pada si penjual nasi goreng yang kebetulan dia juga mengenalnya itu.
Lelaki tua yang dipanggil pak No oleh Rama tidak menjawab hanya menoleh kearah samping lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Mas, kamu ngerasa ada yang aneh nggak sih??" Tanya Sena pada Rama yang kelihatan duduk anteng dan tenang saja.
"Nggak tuh, biasa aja!!" Kata Rama masih melihat-lihat suasana sekitarnya.
Namun Sena yang sudah terbiasa menghadapi suasana mistis seperti ini jadi curiga pada ketenangan yang tak biasa ini.
Tiba-tiba...
"Mas aku kebelet pipis, antarin aku dong!!" Sena sengaja mengeraskan suaranya.
"Hah??? Kebelet pipis??" Tanya Rama.
"Iya, ayo antarkan aku sebentar mas!!" Kata Sena sengaja menarik-narik tangan Rama seolah merasa kebelet pipis betulan.
"Ihhh, iya...iya!!" Kata Rama.
"Pak kamar mandinya di mana??" Tanya Rama pada pak No yang sibuk membuatkan pesanan mereka.
Kembali orang tua itu hanya menunjuk tetapi tidak menjawab.
Sena menarik tangan Rama yang tertatih-tatih melangkah mengikutinya.
"Lho katanya mau pipis dek, kok malah mau masuk ke mobil??" Tanya Rama.
"Masuk mas cepat masuk nanti kujelaskan di dalam." Kata Sena.
"Cepat pergi dari tempat ini mas sebelum mereka menyadarinya!!" Sentak Sena dilihatnya gerakan Rama lelet seperti ulat bulu.
Dengan cepat Rama menjalankan mobilnya.
"Coba mas lihat dari kaca spion!!" Kata Sena lagi.
"Hah?? Kemana hilangnya warung itu?? Kenapa mendadak tempatnya jadi gelap gulita dan bau daging terpanggang terasa santar tercium.
"Sebenarnya apa yang terjadi, Sen??" Tanya Rama yang sebentar manggil adek sebentar memanggil nama itu.
"Kapan terakhir mas singgah di warung pak No itu??" Tanya Sena.
"Sekitar sebulan yang lalu!!" Jawab Rama masih belum mengerti arah pembicaraan Sena.
*
*
***Bersambung...
Apa yang sebenarnya akan Sena sampaikan pada Rama??
Ikuti kisah mereka selanjutnya dalam next episode dan mohon dukungannyaππππ
__ADS_1