
"Cepat sekali Sena melupakan kamu ya??" Kata bu Ayu.
"Lagi pula Rama memang pantas untuk dilupakan bu!! Untuk apa juga Sena terus mengingat suami pengkhianat seperti Rama!!" Kata Rama.
Matanya terus memandang kearah hilangnya Sena dan Piere lalu dia beralih menatap jijik pada Aida!!
"Aida ini tidak pernah berubah, menantu pilihan ibu ternyata hatinya busuk!!" Desis Rama.
"Kita belanja di tempat lain aja bu, mood Rama hilang sudah!!" Lalu Rama berbalik pergi diikuti oleh ibu Ayu kembali ke dalam mobil.
Aida terus mengomel panjang pendek di dalam mobilnya.
"Aku benci sekali sama Sena, ada aja jawabannya untuk menangkis semua perkataanku!!" Kata Aida sambil memukul setir dengan emosi.
"Kamu baik-baik aja??" Kata Piere sambil melajukan sepeda motor dengan kecepatan sedang.
"Aku baik saja, bahkan sangat baik!!" Kata Sena.
"Apa wanita itu selalu mencari ribut denganmu setiap kali bertemu??" Tanya Piere.
"Iya!! Hampir setiap bertemu ada saja yang dia permasalahkan denganku!!" Kata Sena.
"Dasar wanita tidak bermalu!!" Desis Piere geram.
"Oh iya Sen, luka-luka di tubuhku sudah sembuh, mungkin sore nanti aku kembali ke hutan pinus tempat istanaku berada!!" Jawab Piere.
"Apakah setelah kembali kesana kamu akan berubah menjadi Piere yang jahat lagi??" Tanya Sena.
"Aku kesana untuk menyerahkan tampuk kekuasaan kepada wakilku, aku ingin menjadi manusia normal seutuhnya!!" Kata Piere.
"Apakah bisa?? Kamu adalah putra Baron, ayahmu pasti akan mencarimu habis-habisan." Kata Sena lagi.
"Aku mau pulang ke tempat ibuku dan memulai hidup baru lagi di sana bersamanya!!" Jawab Piere pelan.
"Jadi kamu masih mempunyai seorang ibu?? Apakah ibumu manusia sepertiku??" Tanya Sena.
Piere menggelengkan kepalanya.
"Ibuku juga bukan manusia, tetapi beliau memiliki hati yang lembut melebihi manusia!!" Jawab Piere.
"Pantas di balik sifat kasar dan jahatmu terkadang masih terselip sifat lemah lembut ternyata itu semua kamu warisi dari sifat ibumu!!" Jawab Sena.
"Puluhan tahun semenjak aku diambil paksa oleh ayah dari tangan ibuku aku tak pernah pulang lagi melihat keadaan ibu, kakek dan nenekku!!" Kata Piere sambil termenung.
"Jadi ibumu dan Baron sama-sama mahluk ya!!" Kata Sena.
"Pasti beliau adalah wanita yang sangat baik walaupun bukan dari bangsa manusia!!" Kata Sena kembali.
"Aku ingin sekali mendengar tentang kisah hidupmu Piere, aku takut sehabis ini kamu tak ada waktu lagi untuk bercerita bersamaku, jangankan bercerita bertemu aja mungkin sudah sangat sulit!!" Ucap Sena tersenyum sambil menepuk pundak Piere.
__ADS_1
"Jangan berkata begitu, Sen!! Kita tetap bersahabat walaupun kita berjauhan, kamu cukup panggil saja namaku maka aku akan datang untuk membantumu!!" Kata Piere sambil tersenyum sedih.
"Terima kasih Piere karena telah mau bersahabat denganku!!" Kata Sena sambil memeluk Piere dari belakang.
Tes...
Setetes air bening menetes dari kelopak mata Piere dan mengenai tangan Sena.
"Air apa ini??" Sena menarik tangannya perlahan dari pinggang Piere.
"Air mata?? Piere menangis??" batin Sena.
Seolah bisa membaca suara hati Sena Piere langsung meraih tangan itu kembali dan berusaha melingkarkannya kepinggangnya.
"Jangan khawatir, aku baik-baik saja kok!! Nanti sesampainya di rumah kita akan bercerita ya!!" Kata Piere.
"Pantas dulu saat bersama Naomi hatiku selalu bergetar saat melihat Sena padahal aku berpacaran dengan Naomi tapi aku tak punya rasa sama sekali selain ingin memanfaatkannya untuk mencari korban persembahan sebanyak-banyaknya, tetapi setelah kenal dengan Sena, perasaan jahat, haus akan membunuh dan darah itu perlahan hilang, aku bisa kembali pada keadaanku semula sebelum diambil paksa oleh ayah Baron dari keluargaku."
"Puluhan tahun aku bergelimang dengan darah dan nyawa manusia karena naluri pembunuh sudah tertanam begitu dalam di hatiku, ayah Baron selalu mengajarkan hal-hal sesat padaku!! Hanya satu yang tidak mau aku ikuti darinya, aku tidak mau berhubungan intim dengan wanita manapun hanya untuk melampiaskan naf*su seperti ayah Baron kecuali wanita itu aku cintai dan sudah resmi menjadi istriku sendiri!!" Bisik Piere pelan nyaris tak terdengar.
"Hei tuan tampan, kita sudah sampai di rumah!! Apakah kamu aku terus menggenggam tanganku seperti ini??" Tanya Sena menggodanya.
"Oh..eh...iyakah?? Maaf!!" Ujar Piere salah tingkah.
"Sebelum pergi kamu harus bercerita padaku, lalu makanlah dahulu nanti setelah kamu tiba di kediaman keluargamu tentu makanan kita sudah berbeda, dan kamu tak akan bisa mencicipi makanan dari dunia manusia lagi terutama masakan buatanku dan buatan bibiku!!" Kata Sena sebelum turun lalu menepuk pipi pemuda tampan itu.
"Kalian pulangnya lama sekali, kalian tidak pergi berkencan dulu kan??" Kata paman Said.
"Hah?? Ada urusan apa lagi wanita ular itu denganmu??" Tanya paman Said.
"Tau...jangan-jangan karena dia stres hamil nggak punya suami lagi makanya dia melampiaskan pada Sena!!" Kata Sena sambil mengangkat bahu.
"Paman nggak usah khawatir, setiap perkataannya bisa Sena balikan ke dirinya lagi kok jadi jangan khawatir!!" Jawab Sena sambil tersenyum.
"Paman, Piere mau pamit sore ini mau pulang kehutan pinus sekalian dia mau pulang kerumah ibu dan kakek neneknya." Kata Sena.
"Oh ya?? Jadi kamu tidak akan kembali lagi??" Tanya paman Said.
"Jika sudah sampai di tempat ibuku pasti mereka akan menahanku untuk tidak kembali ke dunia manusia lagi terutama agar aku tidak lagi bertemu dengan ayahku!!" Jawab Piere.
"Ayo katanya mau bercerita sementara bibi memasak, aku dan paman akan mendengarkan ceritamu!!" Kata Sena.
******************
"Yona, apakah kamu yakin mau menerima lamaran dari Baron?? Kita tidak tahu asal usulnya, kita juga tidak tahu apakah dia manusia atau sebangsa dengan kita??" Tanya Pandere ayah Yona.
"Yona yakin ayah, Yona akan menerima pinangan Baron." Kata wanita cantik berparas seperti wanita blasteran itu.
Ibu Yona, Yolanda memang berasal dari bangsa manusia yang menikahi Pandere ketua para mahluk yang bersemayam di hutan Pinus sebelah timur.
__ADS_1
"Baiklah Yona, kami menghargai keputusanmu!! Jadi setelah menikah dengan Baron kamu akan ikut pergi dengan suami kamu itu??" Tanya Yolanda ibu Yona.
"Iya bu, Yona akan ikut kang Baron." Kata Yona mantap.
Akhirnya pernikahan mereka diselenggarakan dengan meriah dan setelah mereka menikah Baron mengajak Yona keluar dari perkampungan mereka.
Baron mengajak Yona istrinya tinggal di sebuah perkampungan manusia.
Awalnya pernikahan mereka terasa indah tetapi saat Yona mengandung, Baron sudah memperlihatkan sifat aslinya.
Baron mulai jarang pulang karena tanpa di ketahui oleh Yona, Baron mempunyai istana sendiri dan sering bergelimang maksiat di sana.
Sebulan sekali belum tentu Baron pulang hingga tiba waktunya bagi Yona untuk melahirkan.
Yona hampir mati saat melahirkan jika ibunya Yolanda tidak datang menjenguknya dan akhir nya membawa Yona kembali ke hutan Pinus.
Tetapi akhirnya Baron menyadari jika Yona telah diambil kembali oleh kedua orang tuanya.
Untuk mengambil putranya langsung Baron tidak bisa akhirnya dia menunggu saat mereka semua lengah, Piere kecil diculik waktu berumur 2 tahun dan dibawa keistana Baron.
Sejak itulah Piere tinggal bersama ayahnya, Baron.
**************
"Tak ada cinta dan kasih sayang yang aku dapatkan setelah berpisah dengan ibuku!! Hanya satu yang membuatku bertahan yaitu perasaan ingin bertemu lagi dengan keluargaku suatu hari nanti!!" Kata Piere sedih.
"Lalu bagaimana caranya kamu untuk kembali kesana??" Tanya Sena.
"Mudah saja, setiap keturunan asli dari Pandere akan bisa keluar masuk kesana!! Jawab Piere.
"Ya sudah kamu makanlah dulu sebelum pergi!!" Kata Sena.
"Bang Piere mau pergi kemana?? Tanya Sifa saat melihat Piere hendak pergi.
"Abang akan pulang, sudah lama abang tidak berjumpa dengan keluarga abang!!" Kata Piere.
"Kalau begitu selamat jalan ya bang, jika abang ada waktu maka mampirlah kemari!!" Kata Sifa.
Akhirnya sore itu Piere pergi untuk kembali pada keluarga yang mencintainya.
"Kasihan juga Piere ya!!" Lirih Anthony.
"Aku jadi tak punya teman untuk bertengkar lagi, tak punya orang yang aku cemburui lagi!!" Kata Anthony.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Lanjut ke episode selanjutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya๐๐๐๐