Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Dua duanya tampan


__ADS_3

keesokan harinya, orang tua dira dan juga dela datang saat hari sudah menjelang siang. rosi tidak ikut, karena sedang bersekolah.


sebelum berangkat della dan bu nisa membuat asinan bogor yang diminta dira.


della yang membuat asinan bogor dan ibu yang memasak untuk dibawa kerumah Anaknya. asinan yang dibuat della sangat enak, dilengkapi dengan kacang tanah membuat asinan itu lebih gurih.


dira membukakan pintu saat mereka sampai di depan rumah.


"DIRA...!!! " dela berteriak dan berjalan cepat mendekati dira lalu memeluk sahabat yang sudah lama tidak ditemuinya itu.


dira menyambut pelukan dela dengan ekspresi datar karena belum mengingat kedekatan mereka dulu.


"wah perutmu besar banget, isinya satu apa dua ini?" dela menyentuh perut dira dengan jari-jarinya.


"satu dela, hamil tujuh bulan emang segitu gedenya." bu nisa menjelaskan singkat.


"ayo pada masuk dulu, panas diluar lama-lama"


dira mengajak semuanya untuk masuk kerumah.


saat dela masuk bentuk ruangan dalam rumah dira tampak tidak asing, dela seperti pernah melihat design ini sebelumnya.


dela terus melihat setiap bagian rumah sampai bu nisa mengalihkan perhatiannya.


"kamu ngeliatin apa?" kata bu nisa sambil menepuk bahu dela.


"rumah dira dapet design dimana ini bu? gak asing banget"


"gak tau, dimas yang bikin"


delapun mngacuhkan perhatianya pada ruangan rumah dela.


Mereka duduk diruang tamu yang sekaligus menjadi ruang keluarga.


bu nisa membuat minuman dingin dan teh hangat untuk mereka semua. dela mengambil kue-kue yang dibawa dari rumah dan menatanya keatas piring.


dira tidak ikut membantu, ibu meminta dira untuk beristirahat saja.


"kandunganmu gimana nak? " tanya ayah jaya.


"gak terlalu baik yah, masih sering beberapa kali kontraksi tapi gak sesering kemarin, alhamdulillah perdarahanya udah gak ada lagi"


"apa perlu ibu tinggal disini bantu kamu?"


"gak perlu yah, kak dimas sudah cari orang dekat-dekat sini buat bantu dira"


"suamimu dari dulu emang perhatian banget sama kamu"


"masak si yah? "


"dimas dulu pernah beberapa bulan anter jemput kamu sekolah waktu kaki kamu kekilir karna belajar naik sepeda. Dira umur berapa tahun dulu ya bu? pak jaya bertanya pada bu nisa.

__ADS_1


"dira masih kelas 5 SD, umur sepuluh tahun kalau gak salah yah" bu nisa menjawab dari meja makan yang tidak jauh dari mereka.


"itu mah modus om mau deket-deket dira" dela menyahut mendengar cerita pak jaya.


"dulu mereka masih pada kecil, dimas aja masih SMP, masak iya modusin anak SD?"


"wah, dimas bucin sama kamu dari kecil kali ya ra?"


dira hanya mengangkat bahunya sambil tersenyum tipis.


setelah mengobrol beberapa lama, bu nisa mengajak ayah, dira dan dela untuk makan siang.


dira memakan asinan bogor buatan dela


dengan lahap. dela senang saat melihat dira suka dengan asinan buatannya.


"suka ya ra asinannya? "


"iya enak banget. kamu mau? "


"enggak ah, kenyang. tadi juga udah maka dirumah. "


"itu dela yang bikin lho ra" kata bu nisa.


"ini kamu yang bikin?"


"iya dong" jawab dela


makan siang sudah selesai, ibu dan ayah dira pulang. dela tidak ikut pulang bersama mereka karena masih ingin bersama dengan dira. tidak bertemu dira dalam waktu yang cukup lama, membuat dela sangat merindukan dira, terlebih lagi kondisi dira yang sedang hamil dan hilang ingatan membuat dela ingin tau banyak tentang sahabatnya itu.


dela mengajak dira untuk saling bercerita saat mereka sedang duduk bersama di teras rumah.


"kamu gak inget aku sama sekali kah ra? " dela bertanya membuka obrolan mereka.


"belum, tapi aku bisa memahami hubungan kita dari cerita ibu dan rosi waktu itu, sudah tidak penting rasanya mencoba mengingat-ingat hal yang sulit ku lakukan."


"kita memang sangat dekat dulu, tapi kamu gak pernah cerita tentang dimas"


"aku gak tau pasti alasan kenapa aku menyimpannya sendiri. yang jelas saat ini aku istri kak dimas dan aku mencintainya. "


"kamu gak inget rama sama sekali?, harusnya kamu sudah dilamar rama bulan lalu dira, kamu bahagia banget waktu cerita sama aku tentang itu. "


"aku gak punya pilihan lain saat itu, kehamilanku akan semakin besar, dan aku juga tidak ingat soal rama."


dela menyadari keadaan dira dan tidak bisa menyalahkanya.


"apa rama sudah tau kalu anak diperutmu itu anaknya?"


"enggak, aku gak akan kasih tau dia, dimas juga memintaku untuk tidak memberitahu itu padanya."


"kami sudah membuka lembaran baru dan sepertinya dimas juga menerima anak ini, dia menyayangiku dan kehamilanku."

__ADS_1


"rama harus tau dira, dia ayah nya!" dela kembali menegaskan kebenaran pada dira


"kamu akan dapat masalah jika menyembunyikan anak itu dari rama".


"aku belum siap, ini masih membingungkan bagiku."


"kamu terlalu serakah, mencintai dua orang sekaligus tidak akan baik buatmu. kamu akan melukai banyak orang. aku ingatkan padamu, rama bukan orang sembarangan yang bisa kamu permainkan."


dira menghela nafas panjang, hubungan mereka sangat rumit membuat dira tidak bisa mengacuhkannya.


Obrolan mereka berhenti saat mobil dimas masuk kepelataran rumah. tanpa dira dan dela sadari jika waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.


dimas turun dari mobil melihat istrinya duduk di teras bersama wanita yang tidak dimas kenal.


"siapa ini sayang?" dimas bertanya pada istrinya.


dira menjelaskan siapa wanita yang ada disampingnya itu.


dimas segera mengetahui siapa dela, karena memang sudah beberapa kali ia mendengar nama wanita itu.


mereka lalu masuk kedalam rumah, dimas masuk kekamarnya dengan dira dan dela duduk di ruang televisi.


dimas memeluk dan menciumi dira saat mereka sudah masuk kedalam kamar. "sayang hari ini banyak kejadian yang melelahkan, meluk kamu seperti ini rasanya nyaman sekali"


dira melepaskan pelukan dimas. "mandi dulu ya, nanti peluk lagi kalo udah wangi" katanya sambil memandangi wajah suaminya.


dimas lalu melepaskan pakaiannya dan masuk kekamar mandi.


dira keluar membuatkan teh hangat untuk suaminya lalu membawanya masuk kedalam kamar, meletakkan di meja lalu dira keluar kamar menemui dela yang sedang asik menonton tv.


"suami kamu ganteng juga dir, pantes galau. dua duanya cakep si" dela menggoda dira.


"kamu suka sama suamiku? "


"ya enggaklah, gila kamu. Yang perjaka diluar sana masih banyak. kayak gak laku aja aku suka sama suami orang" dela menjawab dengan sedikit kesal dengan sahabatnya.


dira tersenyum lebar mendengar perkataan dela.


"ingatanku mulai sedikit jelas akhir-akhir ini. semoga aku bisa lebih banyak mengingatmu."


"ke jakarta yuk, kita punya banyak tempat yang harus kamu ingat, kamu pasti suka siapa tau bisa membantumu mengingat sesuatu.


"kehamilanku bermasalah, aku gak boleh capek dan stres, atau anakku bisa lahir prematur. aku gak mau terjadi apa-apa dengannya"


"kenapa dengan kandunganmu? ada masalah apa?"


"kata dokter letak placentaku menutup jalan lahir, jika kelelahan bisa bahaya, aku gak capek-capek aja kadang keluar darah dan sering kontraksi."


"oh begitu. baiklah aku ceritain aja ya hal-hal menyenangkan yang sering kita lakuin dulu"


"jangan cerita tentang rama ya, aku harus jaga perasaan suamiku"

__ADS_1


"siab bos...."


__ADS_2