
"Yang aku ingat dulu sekali aku punya mami dan papi juga seorang adik perempuan yang cantik dan juga punya seorang kekasih, tetapi aku sudah lupa siapa nama-nama mereka semua!!" Desis Anthony kembali menerawang sedih.
"Mas, dengarkan penjelasan Aida dulu!!! Kita kembali menjalani rumah tangga seperti dulu lagi!!" Kata Lisa Aida pada Rama saat siang itu mereka bertemu di sebuah kafe.
"Aida, hubungan kita sudah berakhir!! Kaca yang retak walaupun kamu lem dengan rapi sekalipun akan tetap terlihat retakannya, begitu pula dengan pernikahan kita, kamu yang telah memulai pengkhianatan sekarang kamu lagi yang ingin memperbaiki pernikahan kita?? Tidak bisa Aida, aku sekarang sedang berusaha untuk mengejar cinta Sena dan ketiga anakku lagi." Kata Rama.
"Lagi pula apa yang kamu harapkan dari seorang suami cacat seperti aku ini?? Aku hanya menggunakan kaki palsu untuk berjalan, kamu tahu kenapa aku bisa sampai cacat seperti sekarang ini?? Semua berawal dari aku yang selalu menuruti apapun keinginanmu." Kata Rama.
"Sekarang kamu mau minta kita kembali menjalani rumah tangga seperti dulu lagi?? Sebenarnya apa yang menjadi motifmu?? Apakah kamu hamil dengan pacar bulemu lalu dia tidak mau bertanggung jawab dan kamu melemparkan masalah padaku agar aku mau bertanggung jawab atas perbuatan yang tidak aku lalukan sama sekali??" Kata Rama.
"Kamu jahat sekali mas, teganya kamu mengatakan itu padaku??" Kata Aida pura-pura menangis agar Rama luluh padanya.
"Tapi memang kenyataannya kan?? Dulu aja kamu tega meninggalkan aku apalagi sekarang??" Kata Rama tenang.
"Jahat kamu mas, apa istri pertama kamu itu yang sudah meracuni pikiranmu??" Tanya Aida geram.
"Jangan salahkan Sena, dia tidak mengerti bahkan tidak tau apapun tentang masalah kita ini!!" Jawab Rama.
"Sudahlah Aida jika kamu ingin bertemu denganku hanya karena masalah ini sebaiknya aku pulang saja!!" Kata Rama bersiap berdiri.
"Mayda selalu menanyakanmu mas!!!! Kamu tidak kangen pada darah dagingmu sendiri??" tanya Aida lagi.
Rama berhenti sesaat dan menatap mata Aida.
"Bukankah kamu yang melarangku untuk menemui Mayda putriku??? Sekarang kamu bilang lagi dia merindukan aku!! Sungguh, manakah ucapanmu yang bisa dipercaya??" Tanya Rama.
"Kamu tidak mempunyai pendirian yang tetap, Aida!!" Kata Rama lalu kembali melangkah tertatih meninggalkan Aida sendiri di sana.
"Kurang ajar!! Jual mahal sekali kamu Rama, kamu bisa berucap apa jika mantan istrimu tercinta itu mengalami sesuatu??" Kata Aida tersenyum jahat.
__ADS_1
"Ada-ada aja si Aida, mengajak bertemu tadi kupikir mau membahas masalah apa, kok masalah ingin rujuk kembali." Kata Rama lagi dengan sedikit kesal.
"Meskinya dia sadar bahwa perpisahan ini karena ulahnya." Gumam Rama.
Sepeninggal Rama, Aida bingung kembali. Memang benar dugaan Rama tadi jika dia memang sedang hamil dua bulan hasil hubungannya dengan lelaki yang mana juga dia tidak tahu.
Semenjak berpisah dari Rama, Aida terjerumus kedalam sensasi liar yang luar biasa karena dia merasa sekarang dia adalah seorang wanita yang bebas.
"Tak hanya satu dua orang lelaki hidung belang yang dikencaninya dengan embel-embel kepuasan dan juga uang.
"Saat kemarin dia tau jika dia sedang hamil dua bulan, maka dia menyusun sebuah rencana untuk kembali pada Rama agar mau bertanggung jawab pada janin di perutnya hasil kreasi Aida dicelup sana dan sini oleh banyak tongkat sakti, dari yang kecil, sedang, hingga terakhir kemarin pacar bulenya yang memiliki tongkat genderuwo.
Tetapi perkiraannya salah, Rama sama sekali tak tersentuh oleh drama kehidupan yang dia suguhkan.
Rama kini bukan lagi lelaki yang mudah dia bodohi seperti dulu yang akan luluh hanya dengan tetesan air matanya saja.
Rama sendiri perlahan menuju keparkiran di mana dia memarkir mobilnya.
Sudah seminggu aku bolak balik lewat depan kontrakan Sena dan anak-anak, tetapi aku tak melihat mereka, mereka kemana ya?? Masa mereka pindah dari sana?? Tapi kata yang punya kontrakan, mereka hanya pergi liburan mungkin kerumah Bibi dan Paman Said di desa Pinus." Gumam Rama.
"Mereka pergi dengan siapa ya?? Kok aku jadi cemburu begini?? Apa Sena sudah menemukan pengganti diriku yang cacat ini??" Ada rasa nyeri di hati Rama jika mengingat semua itu.
"Aku tidak rela dek, sumpah aku tidak rela kamu bersama dengan dia yang lain karena aku masih mencintai kamu!!" Gumam Rama sambil duduk di belakang kemudinya.
"Tapi mungkinlah sekarang Sena sudah memiliki orang yang spesial dalam hidupnya dan pastinya itu bukan lagi aku karena perceraian kami sudah terjadi lama sekali!!" Gumam Rama lagi.
"Aku kangen sama kamu dan anak-anak, dek!! Aku sampai tak tahu jika saat itu kamu sedang mengandung Sifa sehingga anak itu lahir tanpa aku di sampingmu, jelas putri kecilku itu begitu membenci aku karena aku memang pantas dibenci, aku memang seorang bapak yang tidak mempunyai tanggung jawab sama sekali pada keluarganya"
"Kasihan Sena saat itu, sementara dia harus berjuang untuk membesarkan anak-anak dan juga menjaga janin yang ada dikandungannya sementara aku enak-enakan hidup royal dan berfoya-foya memanjakan Aida." Gumam Rama merasa sangat miris.
__ADS_1
"Masih pantaskah aku mengharapkan untuk kembali lagi?? Tapi jujur, tak ada satu orang wanitapun yang mampu menggantikan kedudukannya di hatiku hingga saat ini!!"
"Aku masih cinta sama kamu, dek!!" Kata Rama sambil meremas kuat kemudi di tangannya untuk meluapkan seluruh gejolak hatinya.
Sementara itu jauh di seberang desa Pinus tempat kelompok pelarian Sena berada.
"Aku baru saja merasa bahwa semalam bisa tidur senyenyak ini, biasanya kita selalu hidup dalam ketakutan beberapa bulan belakangan ini!!" Kata para warga saling bercerita dengan warga yang lain.
"Ayo ibu-ibu dan bapak-bapak mari kita lanjutkan lagi perjalanan kita, jika kita tidak menemui aral melintang, tengah hari nanti kita bisa tiba di desa seberang hutan Pinus.
Di sana nanti kita akan berpisah!! Saya akan membawa anak-anak beserta bibi dan paman Saya pergi kekota, terserah kalian mau melanjutkan perjalanan, mobil terakhir akan berangkat sekitar jam tiga sore, maka dari itu kita harus bergegas mumpung hari masih lumayan pagi dan cuaca tidak terlalu panas." Kata Sena memberi semangat kepada rombongannya.
"Mbak, bolehkah saya ikut ke kota mbak Sena??" Tanya Bian.
"Mau apa ikut ke kota saya, Bi?? Tempat tinggal kita kan tidak searah dan berbeda kota, jauhlah kamu nanti akan berputar lagi.
Melihat Sena dan Bian sedang mengobrol serius, Anthony yang melihat rivalnya itu sedang mendekati kekasihnya, Anthony langsung melompat dan melesat mendatangi mereka berdua.
"Apa yang sedang kalian obrolkan??" Tanya Anthony ingin tahu.
"Mau tau aja atau mau tau banget??" Kata Bian dengan raut wajah yang kesal karena Anthony selalu saja datang mengganggu kesenangannya berduaan dengan wanita pujaannya.
*
*
***Bersambung...
Lanjut ke next episode ya reader dan jangan lupa mohon dukungannya🙏🙏
__ADS_1