
"Sena tidak pernah merasa direpotkan sama sekali Bi, buktinya sekian tahun Paman dan Bibi sudah merawat Sena bahkan sampai Sena memiliki anak, kalian berdua tak pernah merasa Sena repotkan, masa sudah kalian memiliki masalah gini kok Sena tidak akan membantu?? Kita akan tinggal bersama, Bi!!" Ucap Sena.
Akhirnya mereka semua bergegas untuk bersiap-siap, karena jalan memutar keluar dari hutan ini menempuh perjalanan yang cukup jauh karena rute yang diambil memutar jauh dari hutan pinus tetapi setidaknya mereka semua mencari aman dari gangguan para mahluk yang semakin meraja lela itu.
"Ayo cepat anak-anak, kemasi barang-barang kalian, perjalanan kita cukup jauh." Kata Sena pada ketiga anaknya.
"Apakah kita akan berjalan kaki, mak??" tanya Juan.
"Iya lah Juan, karena jalan yang mau kita tempuh adalah jalan yang belum terjamah oleh tangan manusia, masih banyak semak belukar dan ilalang yang tinggi-tinggi!!" Kata Psman Said.
"Asyik!! Kita bakalan seperti Indiana Jones dong?? Kita akan berpetualang di alam liar!!' Seru Sifa dan Dini.
"Berpetualang apanya?? Yang di dapat pasti benjut, bentol dan gatal-gatal, tau??" Sungut Juan kesal.
"Memang kakak berani melewati jalan di dalam hutan pinus itu?? Sementara banyak mahluk mengerikan berkeliaran
di dalam hutan." Kata Sifa menimpali perkataan Juan kakaknya.
Jyan tidak menjawab, Dia hanya bersungut-sungut kesal mendengar penuturan Sifa.
"Ayo cepat jangan berdebat terus, nanti kita ketinggalan rombongan, kalian masih mau malam ini tidur di desa hantu i" Kata paman Said lagi.
"Tepat pukul sebelas mereka semua berkumpul di depan halaman rumah Paman Said.
"Bagaimana saudaraku semua, siap atau pun tidak siap kita harus meninggalkan desa kita tercinta ini, jika kita terus bertahan tinggal di sini, maka nyawa kita akan jadi taruhannya." Kata Paman Said.
Mereka membawa pakaian dan barang yang berharga saja serta sedikit makanan untuk bekal di jalan tak lupa benda tajam seperti parang juga mereka bawa untuk menebas rumput dan semak belukar sekalian berjaga-jaga dari ancaman hewan buas.
"Omi, sudahlah!!! Laki-laki seperti Piere itu tidak pantas untuk mendapatkan cinta gadis baik sepertimu, apalagi dia bukan manusia seperti kita Omi!! Kita semua nyaris jadi korban tumbalnya!!" Kata Stella.
"Kupikir tempo hari dia tidak pernah sholat karena dia satu keyakinan denganmu ternyata malah tidak beragama sama sekali!!" Kata Stella.
"Ayo kita segera bersiap, rumah pak RT ini semakin menit semakin menakutkan saja, masa tadi di dapur waktu aku mau ambil stok makanan, aku melihat bayangan putih lewat di belakangku!!" Kata Stella.
"Bayangan jemuran kali, Stell!!" Kata Bian menimpali.
__ADS_1
"Sekarang pertanyaannya yang menjemur itu siapa?? Di rumah ini sudah berhari-hari tak ada penghuninya semenjak bapak dan ibu RT meninggal dunia!!" Kata Stella.
"Ah, sudahlah!!! Apakah barang-barang kalian sudah dibereskan semua?? Jika sudah ayo kita pergi menuju rumah Paman Said, sepertinya para warga sudah berkumpul semua di sana!!" Kata Bian.
Mereka sudah ada di halaman rumah tanpa mereka tau bayangan putih yang dilihat Stella tadi adalah bayangan arwah bu RT.
"Pergilah cepat anak-anakku!! Maafkan ibu jika selama ini berniat jahat pada kalian, cepatlah pergi sebelum petang menjelang!!" Gumamnya lirih.
"Kamu sendiri tidak mau pergi meninggalkan tempat ini??" Tiba-tiba Anthony sudah berdiri di belakangnya.
"Siapa kamu?? Oh iya aku ingat kamu adalah hantu tampan yang selalu mengikuti keponakan pak Said itu kan?? Sebaiknya kalian cepat tinggalkan tempat ini sebelum petang menjelang!!" Kata arwah bu RT.
"Aku sudah terikat perjanjian dengan iblis, selamanya aku tak bisa lagi keluar dari hutan pinus ini, cepatlah pergi lindungi kekasihmu itu karena putra junjungan kami nati-matian mengincar untuk menjadikannya seorang permaisuri dunia kegelapan karena kekasihmu itu memiliki aura yang membuat siapa saja bisa menikahinya dan menumbalkan darahnya maka kesaktian mereka tak akan ada tandingannya lagi!!" Jelas bu RT.
"Apa??? Enak betul hidupnya, berani-beraninya dia mau menumbalkan kekasihku, selama aku masih ada mala tak akan aku biarkan siapapun mencelakai Sena!!" Geram Anthony.
"Baiklah jika begitu kamu jagalah dia baik-baik, kudoakan semoga suatu hari nanti kamu bisa bereinkarnasi lagi menjadi manusia karena sesungguhnya kamu adalah arwah yang baik!!" Kata bu RT sebelum Anthony pergi melesat menyusul Bian dan kawan-kawannya menuju rumah Paman Said.
Mereka semua sudah berkumpul hanya tinggal menunggu bapak dan ibunya Toyib karena posisi rumah mereka jauh dari rumah warga.
Bagaimana ini?? Kata warga yang lain, kita tidak bisa menunggu terlalu lama."
"Bapak sama Sena akan melihat keadaan bapak dan ibu Toyib, sebab bapak mendapat firasat yang tidak enak tentang mereka berdua." Kata Paman Said lagi.
"Bian ikut paman??" Kata Bian.
"Apa maksudmu??" Celetuk Anthony.
"Pasti kamu hanya beralasan saja agar bisa dekat dengan kekasihku kan??" Tanya Anthony menggerutu.
"Kekasihmu?? Sejak kapan mbak Sena mengakui kamu sebagai kekasihnya!!" Ejek Bian.
"Bian sebaiknya kamu bantu melindungi warga yang lain!!" Kata Paman Sena ysng membuat Bian Cemberut terlebih lagi Anthony tampak menjulurkan lidah mengejeknya.
"Nak Bian itu bicara dengan siapa sih?? Kok tampaknya kesal begitu??" Tanya beberapa warga yang lain yang tidak bisa melihat sosok ganteng dokter hantu itu!!
__ADS_1
Akhirnya untuk mempersingkat waktu maka Paman Said dam Sena naik motor menuju kerumah orang tua Toyib, diiringi sosok melayang Anthony di belakang motor mereka.
"Coba tidak usah colek-colek begitu juga kali??" Gerutu Sena saat Anthony mencolek pinggangnya.
"Aku kan kangen yank?? Seharian aku berpatroli keliling menjaga para warga agar tidak terjadi apapun dengan mereka!!" Jawab Anthony.
"Berarti saat kamu meninggalkan rumah orang tua Toyib tadi mereka masih baik-baik saja??" tanya Sena.
"Iya!! Aku melihat mereka sedang bersiap-siap makanya aku segera menuju rumah pak RT untuk mengecek si tengil dan kawan-kawannya itu!!" Kata Anthony cemberut.
"Si tengil siapa??" Tanya Sena bingung!!
"Itu pacar manusia kamu si Bian itu!!" Gerutu Anthony.
"Oalah!!! Kamu cemburu sama Bian thoh ceritanya dari tadi??" Tanya Sena menggoda Anthony.
"Sudah tau tanya lagi!!" Ucapnya semakin sewot.
Lalu Anthony terbang melayang menuju tempat kediaman Toyib terlebih dahulu sambil masih menggerutu.
"Kamu mencintainya??" Tanya Paman Said tiba-tiba.
"Paman, Sena dan Anthony itu berbeda, dunia kami juga berbeda, bagaimana mungkin kami bisa dipersatukan walaupun kami berjuang keras sekalipun yang ada kami berdua malah menentang hukum alam, Paman!!" Kata Sena terlihat sedih.
Tak terasa mereka telah sampai di depan rumah orang tua Toyib.
"Pintu rumah mereka terbuka paman, tetapi kemana mereka??" tanya Sena hendak melangkah masuk.
"Tahan Sena, jangan masuk dulu!! Biar aku yang masuk lebih dahulu!!" Kata Anthony cepat.
Anthony masuk terlebih dahulu lalu terdengar bentakan-bentakan Anthony dari dalam rumah besar itu!!
*
*
__ADS_1
Apakah yang telah dilihat oleh Anthony sehingga dia berteriak membentak sesuatu di dalam sana??
Mohon dukungannya selalu ya reader tercinta!! Terima kasih🙏🙏