
******flash back on******
Malam itu, Dimas dan keluarganya sedang makan malam. setelas selaesai dimas membicarakan dira dengan papa dan Mamanya.
"pah,mah.. aku ingin menikahi dira"
pak kris dan bu sofi terkejut mendengar perkataan anaknya. selain keluarga wijaya baru beberapa hari tinggal dibandar, pak kris dan bu sofi juga sudah mengetahui keadaan dira.
"apa kamu sudah tau bagaimana sebenarnya situasi dira? " pak kris mnjawab
"iya sudah pah, aku tidak masalah, toh anak itu tidak bersalah, aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri."
"nak, kalo kamu kasian dengan dira, tidak seperti ini caranya, jangan bikin malu mama papa dimas" bu sofi menolak permintaan dimas " berat rasanya menerima anak orang lain sebagai cucu"
"aku tidak kasian sama dira mah, aku sudah lama mencintainya, dan aku juga tidak keberatan dengan kehamilanya. selama ini aku tidak pernah mencintai siapapun karena aku tidak bisa melupakan dira, aku menunggunya ma".
"tapi tidak dengan dira dimas! dia sudah hamil dengan laki - laki lain, dia sudah melupakanmu itu berarti dia tidak mencintaimu lagi, kalian terlalu kecil dulu."
"aku tidak mau melihat dia menderita seperti ini."
"tapi mama tidak.. "
"SUDAH MA...!!" pak kris berteriak mendiamkan istrinya.
saat bertemu wijaya saat itu, sebenarnya krisna ingin membicarakan soal dira kepada dimas, tapi krisna tidak sampai hati jika dimas menikahi dira yang sedang hamil dari laki-laki lain.
mendengar dimas ingin menikahi dira, krisna merasa ini kesempatan yang tepat untuk membicarakan masalah dira.
"apa kamu sudah memikirkannya dengan matang? pikirkan dulu baik-baik, baru ambil keputusan". ucap krisna.
"sudah pa, aku yakin dengan keputusanku."
"papa tidak akan melarangmu dimas. dan mama, anakkmu sudah besar. sudah dua puluh tujuh tahun. dia tau apa yang dia lakukan. tapi kamu jangan pernah menyesali keputusanmu."
"iya pah, akutidak akan menyesali keputusanku"
mama dimaspun pasrah dengan keputusan dua laki-laki didepanya walaupun dihatinya masih belum bisa menerima itu.
terlepas dari dira yang hamil diluar nikah, dira adalah anak dari sahabat suaminya.
"mungkin ini memang sudah takdir" bu sofi menghela nafas panjang.
******flash back off******
__ADS_1
Hari ini dira pergi ke RS untuk cek kehamilanya yang sudah masuk lima bulan.
dira tidak bersama dimas karena pekerjaan dikantor sangat banyak dan tidak bisa dimas tinggalkan.
dira sudah selesai melakukan pemeriksaan, dia sedang duduk menunggu resepnya disiapkan di lobi apotik.
di depan lift tidak jauh dari tempat dira duduk, ada seorang laki-laki sedang memperhatikan dira.
"bukankah itu anindira ya?" gumam pria itu lalu berjalan menghampiri dira.
"hai, dira.. kamu sedang apa di sini?" pria itu adalah adalah salah satu kenalan dira dijakarta bernama nando. dia heran melihat dia ada di rumah sakit kota bandar.
dira menatap pria itu. dira tidak mengingatnya. dira ingin bertanya tapi tidak jadi karena takut pria ini akan memanfaatkan keadaanya.
"aku sedang menebus obat" dira menjawab singkat.
"di jakarta kan banyak rumah sakit bagus dira, aku punya banyak kenalan dokter yang berpengalaman, kamu bisa tanya aku."
"iya terima kasih" ucap dira sambil tersenyum tipis.
"aku sedang ada pekerjaan disini, lain kali kita bertemu lagi. salam buat rama ya" melihat dira seperti tidak mau berbicara dengannya, nando segera pamit meninggalkan dira.
"rama... siapa rama, kenapa pria itu menitipkan salam buat rama padaku?" batin dira bertanya-tanya.
semenjak menikah, dimas selalu pulang jam tiga sore, kecuali jika ada lembur. melihat dira dirumah menjadi ketenangan tersendiri untuknya.
saat dimas pulang, dira sedang didapur memanggang bolu coklat kesukaan dimas.
"assalamualaikum sayang"
"eh udah pulang kak"
" fokus banget sampe suara mobil aja gak kedengeran."
dira hanya tersenyum menanggapi ucapan dimas.
dimas masuk kekamarnya dan mandi menyegarkan badannya yang lelah.
setelah selesai mandi, dimas keluar kamar dan duduk di sofa menghidupkan televisi, dira menghidangkan teh hijau dan sepiring bolu coklat yang masih hangat.
dimas tersenyum melihat kue bolu coklat didepannya. "ternyata walaupun amnesia, dia tidak lupa membuatkan bolu coklat" batin dimas.
"kamu tumben bikin bolu? " ucap dimas sambil menimati kuenya
__ADS_1
"tadi pulang dari RS mampir dulu belanja, eh tiba-tiba pengen bolu coklat, jadi sekalian beli bahannya"
"kamu suka bolu coklat? "
dimas tahu kalau coklat bukanlah rasa yang disukai dira, tapi rasa kesukaan dimas.
"heemm..tiba-tiba pengen aja" dira berbicara sambil menyuapkan bolu kemulutnya.
*****
Ditempat lain seorang pemuda sedang duduk didepan jendela sebuah hotel kamarnya sambil mrmainkan handphonenya terlihat ia sedang berbalas pesan dengan seseorang.
pemuda itu adalah nando. pria yang tadi siang bertemu dengan dira di Rumah sakit. nando adalah seorang dokter, dia juga teman rama di jakarta. nando pernah bertemu dira beberapa kali saat sedang bersama rama.
"ram, aku tadi melihat dira di rumah sakit. pacarmu sakit apa? " isi pesan nando
beberapa menit kemudian nando baru menerima balasan dari rama.
"kamu ketemu dira di Rumah sakit mana? "
"Rs imanuel kota bandar"
baru saja nando mengirimkan balasan, rama sudah menelfonnya.
"halo nan, kamu beneran ketemu dira di bandar? "
"iya, emang ada apa sih?
"aku sudah tidak ketemu dira selama lima bulan ini, aku juga tidak bisa menghubunginya. srkarang aku sedang tugas di makasar, tidak bisa kemana-mana." rama menjelaskan situasinya pada nando.
"aku tidak tau kenapa tiba-tiba dira menghilang. apa kamu bisa bantu aku mencari dimana dira tinggal? Rumah sakit pasti punya alamat dira kan kalau dia berobat disana kan? "
"ada sih.. pasti di medikal record ada, cuma butuh proses buat nyarinya. aku akan coba minta tolong temenku. tapi aku gak janji"
setelah itu nando mematikan sambungan telfon, kemudian menghubungi temannya yang bekerja di Rs imanuel untuk membantu rama mrncari alamat dira.
.
.
.
.
__ADS_1
.