Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 55 Ulah Siapa


__ADS_3

"Memangnya siapa yang melarang aku memandangmu? Atau kamu lebih suka aku memandang Bian?" Tanya Sena.


"Enak saja, jangan!" Sergah Anthony cepat.


"Ya sudah, tidak mengapa kamu memandangku terus, asal kamu jangan memandang bocah tengil itu kelamaan! Nanti kamu jatuh cinta padanya lagi, kan aku bisa kehilangan kamu!" Kata Anthony.


************


"Kenapa kamu Piere??" Tanya Baron pada putranya saat melihat wajah Piere ditekuk berlipat-lipat.


"Sarang kita di desa Pinus sudah dihancurkan, yah!!" Ucap Piere pelan.


"Iya ayah tau, salah yang menghancurkan adalah wanita yang ingin kamu jadikan permaisuri kamu itu kan??" Tanya sang ayah lagi.


"Dia sudah kembali bekerja di tempat itu lagi, dan bukan hanya itu, ketiga anak Sena sudah dipersiapkan oleh kakek buyutnya untuk menjadi musuh pasukan kegelapan dan anak Sena yang paling bungsu lahirnya bersamaan dengan adikmu tepat seratus tahun sekali di mana akan lahir seorang dari golongan hitam yang akan menjadi ratu kejahatan tetapi seperti biasanya juga mereka dari golongan putih pun sudah mempersiapkan segala kemungkinan itu, maka mereka juga menyiapkan seseorang untuk membasmi kejahatan tersebut dan anak bungsu Sena lah yang terpilih sementara kedua kakaknya hanya jadi pedamping untuk membantu dan melindunginya sama seperti kamu juga yang akan melindungi adikmu." Kata Baron.


"Dan akan ada satu lagi bayi yang dipersiapkan untuk melawan kaum kita, bayi itu malah satu kandungan dengan adik perempuanmu dengan kata lain bayi yang akan lahir itu nanti juga adik kalian tetapi entah mengapa justru dia yang akan menjadi musuh bebuyutan kita!" Kata Baron.


"Ayah sudah memberikan tugas pada adikmu untuk mempengaruhi ibunya menggugurkan bayi itu, tetapi wanita itu tampak kukuh untuk melahirkan bayinya walau tanpa suami!!" Kekeh Baron.


"Maksud ayah, bayi itu tidak tahu siapa ayah biologisnya??" tanya Piere.


"Tepat sekali, sama seperti saat dia menikah dengan suaminya dulu tetapi anak yang dikandungnya bukan anak sang suami tetapi anak hasil hubungan gelapnya dengan ayah!! ayah memang sudah lama mengincar wanita itu karena menurut ramalan bahwa rahimnya akan dititipkan seorang bayi perempuan dari dunia kegelapan untuk menghancurkan dunia." Kata Baron lagi.


"Ayah kok mau sih sama wanita murahan seperti itu??" tanya Piere menatap jijik pada ayahnya.


"Bagaimana ceritanya ayah bisa bertemu dengan wanita ja*lang itu, tidur dengannya lalu menghamilinya??" Tanya Piere.


***Flashback on***


POV Aida


Rama??? Tambah ganteng kamu sekarang. Sudah ganteng mapan lagi, tapi siapa wanita yang tampangnya lusuh macam wewe gombel di sebelahnya itu? Istrinya kah? Sungguh merusak pemandangan saja jika wanita itu yang menjadi istrinya. Sudah dekil kerjanya hanya menggendong anak saja kanan kiri.


Tapi sepertinya Rama sangat mencintainya? Ish, gemesnya melihat mereka berdua perbedaannya mencolok banget seperti langit dan bumi.


Seandainya aku bisa memiliki Rama lagi seperti dulu, alangkah bahagianya aku!


Hari ini aku bahagia sekali kedua orang tua kami menjodohkan aku dan Rama, tampaknya bu Ayu tidak menyukai menantu dekilnya itu tapi Rama tidak menyetujui perjodohan itu, sih?


Aku begitu tergila-gila pada Rama dan apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya.


Auhhh...


Ishh siapa sih lelaki berkulit hitam manis ini?? Menjengkelkan banget tapi dia manis juga, macho lagi sayang hatiku sudah kepincut sama Rama.


What? Namanya Baron? Tapi tawarannya itu boleh juga, aku bisa mendapatkan Rama dengan bantuan japa mantera darinya tetapi sebagai imbalannya aku harus melayani laki-laki itu? Terima tidak ya? Tapi hanya dengan cara mengguna-gunai Rama maka dia bisa meninggalkan istri dekilnya dan berpaling kepadaku.


Mulai hari ini aku menjalani dua hubungan, dengan Rama dan dengan Baron. Tapi walaupun aku sudah mengguna-gunai Rama tetap saja dia menolak berhubungan intim denganku berbeda dengan Baron yang hampir setiap hari mencicipi tubuhku.


Aduh...bagaimana ini? Aku hamil? Ini anak Baron tapi bagaimana caranya supaya aku bisa menjebak Rama agar mau tidur denganku dan mau menikahiku ya?


Lagi-lagi Baron menawarkan bantuannya untuk membantuku.

__ADS_1


Ternyata bantuan dari Baron sekali ini berhasil. Aku berhasil menjebak Rama dan akhirnya kami berhubungan juga.


Dan bukan hanya sekali tetapi kini menjadi candu baginya hingga aku minta untuk dinikahi olehnya karena aku hamil.


Akhirnya hubunganku dan Baron yang tidak ada kejelasannya berakhir dengan meninggalkan anak yang aku kandung di dalam rahimku.


***Flashback off***


"Jadi begitu cerita ayah dengan wanita ****** itu berlangsung!!" Kata Piere.


Baron hanya tersenyum sambil mengangkat bahunya.


"Lalu kamu sendiri memang sungguh-sungguh berniat menjadikan Sena sebagai permaisurimu??" Tanya Barion pada putranya itu.


"Tentu yah, tetapi dia lebih memilih hantu sialan itu!!" Kata Piere geram.


"Maksudmu Anthony??" Tanya Baron.


"Iya!!" Kata Piere singkat.


"Dasar hantu sialan! Dari zaman dulu hingga kini selalu mau mengambil apa yang igin aku miliki!!" Kata Baron dengan geram.


"Maksud ayah apa? Jangan bilang ayah juga suka sama wanita yang aku taksir itu!" Ucap Piere pada ayahnya.


"Tidak Piere, ayah tidak mungkin akan mengambil wanitamu, kamu tenang saja jangan khawatir!!" Ucap Baron sambil tersenyum smirk.


***********


"Bian, kenapa sejak pulang kemarin kamu murung saja, ada apa?" Tanya ayahnya.


"Memangnya kamu tidak suka pulang keperkebunan bertemu dengan ayah, nak??" Tanya lelaki tua itu.


"Bukan begitu yah, Bian senang bertenu dengan ayah!! Seandainya jarak kampus keperkebunan kita bisa ditempuh hanya dalam wxktu satu jam maka Bian akan bolak balik saja kampus kerumah, tetai karena tempat kuliah Bian jauh, mau tidak mau Bian ngekost dekat kampus meninggalkan ayah di perkebunan." Jawab Bian sambil memeluk orang tua itu.


"Kamu ada menjenguk ibu dan adikmu, Bian??" Tanya ayahnya


"Belum ada yah, mungkin besok-besok jika Bian ada waktu dan kesempatan!!" Kata Bian lagi.


Ddrrttttt!!!!!


"Sebentar yah, Bian menjawab telepon dahulu!" Kata Bian lalu berdiri.


📱"Assalamualaikum, ya ada apa Stell?"


📱"Gawat Bi, Naomi kesurupan lagi sekarang anak satu kontrakan bingung semua!"


📱"Kok bisa? Sejak kapan Stella kesurupannya?"


📱"Mulai tadi sore, awalnya dia menceracau lalu tiba-tiba menangis dan tertawa sendiri sambil menyebut nama Piere terus menerus."


📱"Waduh gawat nih!! Sudah coba diobati belum? Dipanggikan ustadz kah?"


📱"Bi, bisakah kamu datang kemari? Bawa serta Paman Said dan mbak Sena kemari!"

__ADS_1


📱"Baiklah Stell aku akan coba menghubungi paman Said dsn mbak Sena!"


Ttutttt!!!


Tiba-tiba telepon terputus dengan sendirinya.


Tiba-tiba Bian kepikiran dan langsung teringat akan sesuatu.


"Tadi saat aku mengucapkan salam, Stella sama sekali tidak menjawabnya tadi pun dia langsung main putus sambungan telepon begitu saja.


"Aku jadi teringat saat kami dijebak saat itu, apa ini suatu jebakan juga?" Gumam Bian jadi khawatir.


Tiba-tiba dia kepikiran untuk memanggil Anthony si hantu ganteng itu.


"Anthony!! Datanglah, aku butuh bantuan darimu!!" Bisik Bian perlahan.


Tak lama, wusssshhhh...


"Ada apa kamu memanggilku bocah tengil?? Mengganggu kesenanganku saja!" Jawab Anthony menggerutu.


"Jangan marah begitulah om ganteng, aku lagi butuh bantuan darimu!" Jawab Bian cengengesan.


"Kamu mau minta bantuan apa anak brengsek?" Tanya Anthony.


"Tadi aku mendapat telepon dadakan dari Stella yang mengatakan bahwa Naomi kesurupan lagi, awalnya aku percaya saja tetapi lambat laun aku jadi curiga karena banyak keganjilan yang aku dapatkan!" Kata Bian.


Agak lama Anthony terdiam. Lalu dia menjawab.


"Aku akan menyelidikinya ke sana kamu jangan langsung main kesana aja!!" Kata Anthony.


Sepeninggal Anthony, Bian langsung menghubungi Sena dan paman Said, menceritakan apa yang baru dia alami tadi.


"Mbah, itu semua adalah tipuan! Kak Stella dan kak Naomi sekarang sedang baik-baik saja sementara ini om Anthony sedang menyelidiki kesana tentang kebenarannya!!" Kata Sifa memperingatkan.


"Lalu siapa yang menelpon bang Bian itu??" tanya Paman Said.


Sifa hanya mengangkat bahu saja.


Sena yang masih sibuk pun tak luput di telepon oleh Bian dan tanggapan Sena pun sama.


"Mengapa Stella harus bersusah payah meminta kita bertiga kesana? Jarak dari kotamu ke kotaku lumayan jauh, baru kita bertiga lagi menuju kota tempat kampus kalian, harus berapa jam kita menempuh perjalanan dalam suasana malam begini?" Begitu analisa Sena dan memang bisa diterima oleh logikanya Bian.


"Kampus kamu bukan ada di desa yang tidak ada ditinggali orang pintarnya seperti ustadz atau Kyai nya kan?" Jadi logikanya untuk apa meminta tolong pada kita yang jauh begini??" Kata Sena.


Anthony mengecek secara diam-diam asrama tempat tinggal Stella dan Naomi.


Hening, dia tidak mendengar suara apapun yang mencurigakan.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Sebenarnya ulah siapa itu? Nantikan kelanjutan kisah mereka di next episode.


.


__ADS_2