
Dimas melepskan ciumanya lalu berbisik ke telinga dira.
“aku mau ganti baju, apa kamu mau melihatnya?” dimas tersenyum jahil.
“Ah tidak..” Dira tersadar lalu segera keluar kamar dimas, menutup pintu dan bersandar di depan pintu itu, memegangi dadanya yang beredebar-debar.
Dira menepuk-nepuk kedua pipinya. “sadar dira..sadar!”
setelah dira menutup pintu kamar dimas, dimas mengambil celana yang dijatuhkan dira lalu memasukkanya ke tas yang ada diatas tempat tidur lalu mengambil pakaian ganti untuk dia pakai.
selesai berganti pakaian dimas keluar dari kamarnya.
dilihatnya pintu kamar dira terbuka. tampak dira sedang duduk ditepi tempat tidur.
“kita berangkat jam empatan aja ya, aku mau rebahan dulu. badanku masih pegal.” dimas berkata sedikit keras dari ruang tengah supaya dira mendengar ucapannya. dimas merebahkan badannya di sofa sambil memejamkan mata, dan tertidur disana.
Dira mendengar perkataan dimas tapi tidak mengucapkan apapun. dira sedang menenangkan hatinya yang kacau setelah mendapat serangan mendadak dari dimas.
beberapa saat kemudian, dira keluar dari kamar. dia menghampiri dimas yang sedang tertidur lalu duduk dibawah dekat dengan wajah suaminya. memandangi lelaki yang sedang terlelap itu cukip lama kemudian berdiri.
Tetapi, Saat dira menjauhkan badanya, dimas menarik tangan dira. bangun dari tidurnya lalu menyuruh dira duduk di sofa yang sama.
Dira duduk kemudian dimas meletakkan kepalanya dipangkuan dira menghadap keperut dira yang mulai membesar.
“hallo anak papa, kamu lagi ngapain?” dimas berkata sambil menempelkan telinganya ke perut dira.
__ADS_1
Tiba-tiba perut dira bergerak seolah ada benda kecil yang mendorong kearah telinganya.
“wah dia bergerak? tanya dimas dengan antusian meminta penjelasan pada dira.
"iya kak, gerakanya juga sudah semakin kencang dan sering." jelas dira.
"hemm maaf ya sayang, papa jarang ngajak kamu ngobrol?" ucap dimas lagi kearah perut dira
dimas merasakan kebahagiaan saat bayi yang didalam perut dira bergerak.
"baik-baik didalam ya anak papa yang cantik, papa janji akan ngajak kamu ngobrol setiap hari. ok? ”. dimas berkata sambil membelai perut dira lembut.
Dira membelai kepala dimas. Tampak tersenyum bahagia menghiasi wajahnya.
Dimas bangun lalu merapatkan duduknya disamping dira. memegang tangan dira dengan erat.
dipandangnya wajah dira dengan tatapan penuh kasih lalu dimaa mencium kening dira.
dira memejamkan matanya. merasakan kenyaman yang tercipta dari genggaman tangan dan bibir dimas yang masih menempel di keningnya.
dimas merasakan damai saat bisa menyentuh istrinya. begitupun dengan dira.
perasaan yang sudah lama mereka pendam srjak pernikahan hari itu.
"semoga ini awal yang membuat kami bisa saling memiliki" batin dimas.
__ADS_1
dimas melepaskan ciumannya lalu menyandarkan kepala dira dibahunya. dimas melingkarkan tangannya ke pinggang dira.
mereka diam cukup lama di posisi itu.
detak jantung keduanya bertambah cepat dan keras.
mungkin benar kata pepatah jawa witing tresno jalaran sokokulino (cinta timbul karena terbiasa)
mereka tinggal satu atap, setiap hari bertemu, makan bersama dan terbiasa saling mengisi kekosongan hati masing-masing membuat keduanya mengerti apa yang diinginkan dan dibutuhkan keduanya. menumbuhkan ikatan yang tidak bisa dimengerti orang lain.
Pukul empat sore dira dan dimas berangkat kerumah orang tua mereka.
Didalam mobil dimas memberikan potongan kertas kecil bertuliskan nomor seorang wanita bernama DELIA.
"siapa ini kak? "tanya dira penasaran.
"sahabatmu. aku tidak mengenalnya, jadi kamu bisa mencari tahunya sendiri."jawab rama sambil mengemudikan mobilnya.
.
.
.
maafkan typo dan alur yang masih berantakan ya. menerima kritik dan saran untuk membantu saya memperbaiki cerita ini. thanks a lot..
__ADS_1