
"Kurang ajar, siapa sebenarnya ketiga anak-anak ini, dan aku yakin yang membuat aku tertidur tadi pasti sirep dari pemuda kecil berhidung bengkok seperti burung beo itu!" Aminah memperhatikan satu persatu ketiga anak Sena tersebut.
"Aku paham kini mengapa yang Mulia ketua menginginkan ketiga anak tersebut, karena mereka adalah anak-anak yang istimewa!" Gumam Aminah.
Kita tinggalkan mereka dan kembali mengikuti Sena.
"Aduh...aku menyesal tidak menerima bantuan dari Nurlina untuk mengantarkan aku pulang tadi!" Keluh Sena.
"Dasar motor sialan, kenapa sudah malam gini pakai acara mogok begini sih? Mau kutinggalkan di sini nanti hilang diambil orang, mau kutuntun tapi tak ada bengkel lagi yang buka sudah hampir setengah sebelas malam begini!" Ucap Sena seraya menoleh kekanan dan kekiri.
"Dasar Anthony brengsek...kenapa juga dia pakai acara cemburu pada mas Rama sih? Dasar hantu aneh!" Gerutu Sena kesal.
"Terus aku pulangnya bagaimana nih? Berkali-kali aku mencoba menelpon kerumah nggak bisa ternyata paketku yang habis, sial...sialnya diriku malam ini!" Umpat Sena.
"Apa aku minta tolong aja sama mas Rama ya? Tapi ogah ah...nanti dia pikir aku mau diajak rujuk kembali!" Ucap Sena.
"Kalau dijalan sepi begini jangan suka menggerutu, nanti kesambet setan baru tau rasa!" Ucap sebuah suara tanpa ujud.
Deg...deg
Jantung Sena berdetak lebih cepat. Bohong jika dia tidak merasa takut dalam situasi seperti sekarang ini.
__ADS_1
"Itu siapa ya? Kenapa hanya ada suara tapi nggak kelihatan batang hidung orangnya ya?" Gumam Sena lalu mempercepat menuntun motor bututnya agar bisa segera sampai di jalan yang lebih ramai.
"Gitu aja sudah takut, katanya jagoan kok malah jalan terperet-peret ketakutan!" Ucap suara tanpa ujud itu lagi.
"Kamu tuh yang sialan pengecut, kalau berani tampak kan dirimu jangan sembunyi-sembunyi begitu!" Ujar Sena tak suka karena dikatakan penakut.
"Apa kamu tidak takut jika melihat wujudku, cantik?" Ucap suara itu.
"Sialan...kok aku seperti pernah mendengar suara itu tapi di mana ya? Kok aku bisa lupa begini!" Gumam Sena.
"Kamu nggak usah banyak bacot, muncul saja sini jika kamu berani!" Tantang Sena.
"Hahahaha...baiklah, bersiaplah kamu lari saat melihat wujudku yang sebenarnya!" Sekali lagi dia tertawa seperti mengejek Sena.
"Iya kau muncul lah biar aku bisa segera menghajarmu!" Bentak Sena.
"Ishh...cantik-cantik sombong!" Ucap suara itu lagi.
"Nih aku ada di belakangmu!" Ucap suara itu membuat Sena terkejut.
Dengan cepat Sena berbalik untuk melihat dari mana datangnya sumber suara itu berasal.
__ADS_1
Di kegelapan satu sosok tubih tinggi berdiri. Wajahnya tidak terlihat karena tersamar oleh gelapnya malam.
Lama Sena menatap sosok dalam gelap tersebut berusaha mengenali mahluk yang entah manusia ataukah bukan itu.
"Aku seperti familiar dengan sosok ini, tapi siapa ya?" Gumam Sena meneliti lebih seksama.
"Kenapa? Kamu belum bisa mengenali aku?" Tanya sosok yang berdiri di dalam gelap tersebut.
"Ck...ck sepertinya kamu ini sudah tua ya, daya ingat menurun dan penglihatan mengabur jadi tidak bisa mengenali aku lagi!" Ejeknya.
"Sialan...kau yang seperti dedemit yang tak kelihatan wajahmu sama sekali!" Balas Sena dengan kesal.
"Hahahaha...dasar kau saja yang sudah tua dan mulai pikun!" Ejek sosok itu yang semakin membuat Sena semakin kesal dibuatnya.
*
*
***Bersambung...
Siapa orang itu?
__ADS_1
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa dukungannya🙏🙏