
"Terus aku mesti bilang waaauuu gitu?" Balik bertanya Piere.
"Ya secara dia kan kekasihmu!" Kata adik Piere lain ibu itu.
"Itu dulu sebelum dia tau aku adalah putra sang penguasa kegelapan, tapi ternyata kini dia malah jadi pengikutnya dan sekaligus jadi pemuas naf*su sang penguasa kegelapan itu sendiri!!" Jawab Piere lalu melenggang dan pergi.
************
"Aduh bulu badanku kok merinding ya? Tapi aku tidak melihat penampakan apapun, kalau tidak melihat apapun begini masa merinding sampai ke dalam-dalamnya? Mana sejak tadi aku tidak ada melihat Anthony dan kawan-kawannya, kejar paket di mana sih mereka??" Tanya Sena.
"Biasanya di dalam lift dapur ini nggak pernah seseram ini, paling ada pacar Kanti si muka rata yang nongkrong di dalam lift, ini semua pada nggak ada, kompak bener dah mereka ninggalin aku!!" Gerutu Sena.
"Lho pintu lift nya kok terbuka lagi sih?? Apa ada yang mau ikut naik lift kah?" Gumam Sena sendiri.
Tak lama masuk seseorang memakai hodie hitam ke abuan. Wajahnya tidak kelihatan jelas tapi yang pasti dia adalah seorang laki-laki!!
Sena memandang pada orang yang berdiri tak jauh dari depan pintu lift.
Saat pintu lift terbuka Sena bergegas keluar menerobos orang yang berdiri di depannya agar tidak terlalu lama di dalam lift.
"Selamat malam cantik??" Sapa orang itu dan Sena seperti pernah mendengar suara itu segera menoleh.
"Pi...Piere!!" Kata Sena tergagap.
"Mengapa kamu gugup melihatku, cantik? Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku bisa tiba di tempat ini kan?" Tanya Piere mengulum senyum manisnya menghadap Kearah Sena.
"Terserah kamu mau tiba atau nggak di sini, aku nggak peduli!!" Kata Sena kembali ketus.
"Jangan berkata begitu cantik! Aku selalu merindukanmu sejak di hutan Pinus waktu itu, bahkan karena kerinduanku padamu lah yang membawaku datang kemari meninggalkan markasku di hutan Pinus sana, itu semua karena aku merindukanmu!!" Kata Piere.
Semakin sebal saja Sena mendengar gombalan pemuda itu.
"Kamu minggir dong, aku kan mau lewat!! Kalau kamu berdiri di situ, bagaimana aku bisa lewat?" Sentak Sena. Tapi sepertinya yang disentak hanya senyum-senyum tak tau malu.
"Apakah wajahku kurang tampan? Apakah si arwah penasaran itu lebih baik dari pada aku?" Tanya Piere.
"Kamu tau kamu itu kurang apa??" Tanya Sena sambil tersenyum smirk dan mengetuk-ngetuk dagunya.
"Kurang apa coba barangkali aku bisa memperbaiki di mana letak kesalahanku supaya kamu bisa jatuh cinta padaku." Jawab Piere.
__ADS_1
"Kamu sungguh-sungguh mau tau kamu kurang apa?" Tanya Sena sekali lagi.
Piere mengangguk pasti.
"Kamu itu kurang waras alias gila!!" Hahaha!!!" Tawa Sena terlepas tanpa mempedulikan apakah Piere itu akan marah atau tidak.
Tapi sungguh di luar dugaan, bukannya marah dihina seperti itu, Piere malah ikutan tertawa seolah ada yang lucu di telinganya.
"Kamu nggak marah aku katakan seperti itu? Sepertinya benar dugaanku bahwa kamu ini kurang waras!!" Desis Sena.
"Kamu tau apa yang menyebabkan aku kurang waras, cantik?" Tanya Piere lagi.
"Ya mungkin kepalamu habis kejatuhan pohon pinus atau kebanyakan ngemil buah pinus, jadi membuat kamu hilang ingatan!!" Jawab Sena asal.
"Aku kurang waras alias hilang ingatan itu karena seluruh ingatanku kamu bawa pergi, jadi membuat aku gila dan hilang ingatan." Jawab Piere sambil tersenyum-senyum.
"Dasar aneh dan nggak jelas!!" Gerutu Sena akhirnya.
"Minggir nah Piere...aku tuh mau kerja lagi, kerjaanku masih banyak!!" Rengek Sena akhirnya.
"Aku mau ikut kamu ke dalam ruangan hemodialisa." Kata Piere.
"Kamu khawatir aku berantem sama Anthony? Itu artinya kamu mengkhawatirkan aku!" Jawabnya menggoda Sena.
"Aduuuhhh bukan begitu!" Nanti kalau kalian berantem lagi seperti waktu di hutan pinus saat itu, ruanganku bisa berantakan lagi, kalau berantakan kapan aku bisa pulang ke rumah? Nggak akan kelar kerjaanku, lagian berisik tau!!" Ucap Sena tegas.
"Pokoknya aku nggak mau tau, aku mau ikut ke ruangan hemodialisa!" Kata Piere tetap ngotot.
"Terserah kamu lah tapi jika nanti di sana ribut dan bertengkar maka dua-duanya akan aku usir!!" Tegas Sena lagi.
Dan benar saja, baru saja satu kaki Sena melangkah masuk di depan pintu, Anthony sudah berdiri berkacak pinggang menatap tajam padanya dan Piere.
"Bagus ya!! Baru kutinggal sebentar saja kamu sudah selingkuh sama orang-orangan sawah ini!! Di mana kamu ketemu dengan boneka Chucky ini?" Tanya Anthony berkacak pinggang.
"Siapa yang kamu bilang orang-orangan sawah? Siapa yang kamu bilang boneka Chucky?" Kata Piere balik bertanya.
"Kamu lah!!! Masa calon istriku ini yang kusebut orang-orangan sawah?" kata Anthony dengan mantap membuat mata Sena dan Piere mendelik pada Anthony bersamaan.
"Apa??? Calon istri??? Bagaimana bisa?? Nanti jika kalian mau bercinta bagaimana dong!! Sedang kamu apa kamu yakin masih punya burung perkutut setelah seratus tahun kamu sudah menjadi hantu? Karuan seperti aku nyata bisa dilihat, dirasakan, dipegang dan dinikmati oleh Sena!" Kata Piere.
__ADS_1
"Dasar kalian semua ini kurang waras nggak jelas!!" Kata Sena kesal lalu masuk ke dalam melanjutkan pekerjaannya.
"Dasar mahluk nggak jelas!" Maki Anthony.
"Mending nggak jelas dari pada nggak tau diri?" Balas Piere tidak mau kalah.
"Ya Allah, ampunkan lah kesalahan kedua mahluk salah kaprah di depanku ini, kembalikan mereka berdua ke jalan yang benar, aku benar-benar lelah menghadapi kelakuan mereka berdua ini!!" Ucap Sena pasrah. Begitu pun dengan hantu yang lain yang membubarkan diri satu persatu karena capek mendengar pertengkaran Piere dan Anthony yang seakan tak ada habisnya.
Ada saja bahan pembicaraan yang akhirnya membuat mereka bertengkar lagi dan lagi.
*************
"Kamu habis dari mana Omi??" Sapa Stella pada Naomi yang baru saja kembali ke asrama.
"Aku habis dari luar ada urusan!!" Jawab Naomi singkat.
"Sepertinya akhir-akhir ini kamu sibuk sekali ya, Omi!!" Kata Stella pada sepupunya itu.
"Aku sedang kencan dengan seseorang!!" Jawab Naomi.
"Bukan main, cepat sekali kau lupakan Piere dan beralih hati pada laki-laki lain?" Kata Stella.
"Kalau ada yang lebih dari Piere, untuk apa mesti mengingat laki-laki itu lagi?" Jawab Naomi datar.
"Aku tidur duluan ya Stell, aku lelah sekali!!" Kata Naomi lalu meninggalkan Stella di ruang tamu sendirian.
"Akhir-akhir ini aku melihat ada yang aneh pada sepupuku itu, tapi apa ya?" Gumam Stella.
"Setiap hari bawaannya lelah melulu seperti orang yang bekerja sangat keras setiap hari, sehingga tenaganya seperti terkuras habis." Gumam Stella bermonolog pada dirinya sendiri.
"Apa Bian sudsh kembali ke asrama putra ya? Kalau ada Bian, kami bisa saling tukar pikiran dan pendapat!" Kata Stella.
*
*
****Bersambung....
Mohon dukungannya selalu ya reader agar author tambah semangat menulisnya😊😊
__ADS_1