Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Masuk angin


__ADS_3

"Udah nanti aja dibahasnya deh, udah siang makan dulu yuk, nanti kita obrolinlagi" bu nisa bangun dari duduk lalu ke dapur menyiapkan makan siang.


dira dan rosi mengikuti ibunnya ke dapur.


dimas masih duduk bersama pak jaya.


"dim, ayah tidak perduli dengan laki-laki yang bernama rama, apapun masalah mereka sampai membuat dira seperti ini."


kata-kata (apa kalian sudah putus) yang diucapkan dela tadi menggambarkan bahwa rama adalah pacar dira.


"walaupun mungkin mereka saling mencintai dulu, tapi saat ini dira adalah istrimu. kamu mencintai dira kan? " pak jaya melanjutkan


"iya yah, aku mencintai dira"


"jaga istrimu, jangan sampai kamu menyesalinya nanti, ayah tidak akan memaksakan apapun tentang keputusan kalian, tapi ayah berharap kamu bisa menjaga dira seperti papamu dan ayah menjaga mama, ibu dan kalian."


selesai berkata ayah dira bangun dari sofa.


"ayo kita makan dulu, berfikir sangat membutuhkan tenaga"


dimas berdiri dan berjalan menuju meja makan.


setelah makan siang, ayah dan ibu dira masuk kekamar untuk tidur siang. dira dan rama juga ikut masuk ke kamar mereka.


ditempat tidur, dimas memeluk erat dira dari belakang, mengecilkan nomer ac dikamarnya supaya tidak gerah walaupun sedang berpelukan.


"dira, apa kamu sudah mulai mencintaiku?" dimas berbicara tanpa melepaskan pelukanya.


dira masih terdiam, jantungnya masih berdebar saat mendapatkan pelukan seperti ini.

__ADS_1


"mungkin aku egois, tapi aku ingin kamu mencintaku seprti dulu dira, kamu tau? saat aku pindah kemari lima tahun lalu, aku sangat merindukanmu, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat mrindukanmu. aku mencintaimu dira. tapi aku merasa tidak pantas karena keadaan keluargaku saat itu.


aku menyesal tidak menyatakan perasaanku sebelum keluargaku bangkrut, hingga aku kehilangan kesempatan itu.


aku berusaha menyelesaikan kuliah sambil bekerja dengan giat. aku berusaha memantaskan diri untuk bisa menikahimu.


saat kamu 17 tahun, kamu bilang ingin rumah dengan design sepeti rumah kita dan aku berusaha mewujudkannya. aku tidak mau kehilanganmu dira" dimas memeluk erat dira, berbicara sambil meneteskan air mata.


dira membalikkan badanya, menghapus air mata suaminya dan mencium keningnya.


lima bulan ini dira merasakan kehangatan dan kasih sayang dimas yang begitu besar membuat dira jatuh cinta dengan suaminya.


dira memeluk dimas dan menenggelamkan kepalanya kedada dimas.


"kak, aku bahagia kakak mencibtaiku seperti ini.


aku sangat bahagia, tapi kehamilanku.. aku merasa buruk menjadi istrimu kak, aku merasa tidak pantas untuk kebaikanmu.


"aku bisa menerima apapun darimu dira, manusia tidak ada yang sempurna, kamu cukup mencintaiku dan jangan pernah tinggalin aku"


dira mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.


dimas mendekatkan wajahnya ke wajah dira lalu mencium bibir dira, mereka berciuman lama, dimas melu*** bibir dira.


tanganya menjam** setiap inci tubuh dira. membuat dira tenggelam kedalam rasa yang tidak bisa diungkapkan, sampai akhirnya menyalurkan rasa yang selama ini mereka pendam.


mereka tidur setelah lelah melakukan beberapa kali percintaan yang mereka tahan.


"aku mencintaimu dan akan menjadi istri yang baik kak" batin dira satelah penyatuan mereka selesai.

__ADS_1


dira bangun pukul empat sore, lalu membangunkan dimas yang sedang tidur sambil memeluknya.


"kak bangun udah sore, mandi dulu"


dimas membuka matanya lalu menciumi wajah dira, dira tersenyum melihat perlakuan dimas kepadanya.


dimas mengangkat tubuh dira dan mengajaknya mandi bersama.


dimas menggosok punggung dan membersihkan perut dira yang mulai membesar.


"anak cantik, papa mandiin ya.."


"ih kakak dira malu"


" malu kenapa? kan tadi udah liat semuanya"


pipi dira memerah dimas memeluk dira dan mengecup bibirnya singkat.


"ayo udahan, jangan lama-lama mandinya nanti masuk angin. "


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2