Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 59 Ternyata


__ADS_3

"Maksudnya Sifa itu, kamu membawa sesuatu yang tidak kasat mata itu bersama perjalananmu, rupanya dia selalu memperhatikanmu selama kamu duduk di bawah pohon tadi yang sebenarnya adalah rumahnya!! Sepertinya dia menyukaimu, Bian!" Kata Sena.


"Jangan bercanda mbak, jangan membuat aku jadi takut!" Ujar Bian kelihatan was-was.


"Sudah nggak apa-apa Bi, dia nggak jahat kok sebab kalaundia jahat sudah dari tadi dia mengganggumu nyatanya nggak toh?" Kata Sena.


"Dia hanya ingin mengenalmu, Bi! Katanya melihatmu dia seperti melihat putranya yang telah terpisah darinya puluhan tahun lalu!!" Kata Sena lagi.


"Kok mbak Sena bisa tau?" Tanya Bian.


"Tau lah kan dia sendiri yang bilang, tuh dia berdiri di belakangmu!!" Kata Sena tersenyum.


"Dia bilang wajahmu mengingatkan dia pada wajah putranya! Dia dahulu adalah seorang pelaut, dia sering pergi meninggalkan anak dan istrinya, hingga suatu hari kapal yang dia bawa tenggelam."


"Saat itu yang dia ingat dia mempunyai anak lelaki berusia kurang lebih setahun setengah dan istrinya juga tengah mengandung anak kedua mereka."


"Dia juga bilang, jika masih hidup maka putranya itu kurang lebih seusia denganmu, makanya saat dia melihatmu nongkrong di depan pohon yang menjadi rumahnya, dia lalu jadi teringat putranya." Begitulah penuturan Sena.


"Apa??" Kata Sena seperti bertanya pada sesuatu di belakang Bian.


"Dia tanya apakah kamu punya tanda lahir berupa tompel sebesar uang logam di bahu kananmu?" Tanya Sena pada Bian.


"Aku nggak pernah perhatikan mbak Sen!!" Kata Bian lagi.


"Coba sini?" Kata paman Said.


Paman Said lalu menyibak kaos oblong yang dipakai oleh Bian di bagian bahunya dan....


"Masya Allah, memang ada!" Desis paman Said.


Arwah itu tampak meneteskan air mata. Dia sama sekali tak menyangka masih bisa dipertemukan dengan putranya yang masih sangat kecil saat dia tinggalkan dulu.


Sena membantu memegang pundak Bian agar bisa melihat arwah bapak tua itu.


"Tidak mungkun!" Bian menggelengkan kepalanya.


"Jika ayahku adalah arwah yang berdiri di depanku ini lalu siapa lelaki tua yang selama ini bersamaku dan mengaku sebagai ayahku?" Tanya Bian dengan mata yang mulai memerah.


Bian menatap pada wajah tua dan teduh yang berdiri tepat di depannya.


"Dia sahabat ayah Bian, dia yang merawatmu sejak ayah pergi, sebenarnya ibumu sama sekali tak pernah menikah dengan Sapto ayah angkatmu itu, ibumu meninggalkanmu dengannya saat adik perempuanmu lahir dan menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya."

__ADS_1


"Kamu harus banyak berterima kasih pada ayah angkatmu itu yang bahkan tak pernah menikah selama hidupnya hanya untuk mencurahkan kasih sayangnya kepadamu!!" Kata hantu laki-laki tua yang bernama Frans Atmajaya itu.


"Jadi nama Atmajaya adalah nama ayah Frans? Dan bukan nama ayah Sapto?" Ucap Bian lirih.


Lelaki tua itu menganggukan kepalanya.


"Mbak Sen, bisakah aku memeluk ayah kandungku?" Tanya Bian dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Kali ini Sifa yang memegang Bian memberikannya kemampuan untuk bisa menyentuh mahluk itu.


"Terima kasih!" Lirih Bian sambil memeluk ayahnya.


"Mulai sekarang ayah akan selalu mengikutimu dan menjagamu sampai kamu bisa menjaga dirimu sendiri baru ayah akan pergi!!" Kata arwah Frans.


"Tinggalah bersama Bian, ayah! Jangan tinggal lagi di pohon tua itu!" Pinta Bian.


"Kami akan memberimu kemampuan untuk bisa menyentuh ayahmu, Bi!! Karena soal melihat hantu kamu sudah bisa melihat sejak keluar dari hutan larangan itu." Kata paman Said.


"Ayo masuklah, bukankah kamu tadi datang dari jauh untuk bersilaturahmi dengan kami!!" kata paman Said lalu mendahului masuk kedalam rumah kontrakan mereka.


"Bi, sepertinya di sana nanti kamu harus berhati-hati!! Kamu ingat nggak pada peristiwa kita semua di telepon oleh Stella yang mengatakan kalau Naomi kesurupan ternyata setelah diselidiki oleh Anthony, ternyata itu semua hanya jebakan semata untuk kita semua, untung kita tidak masuk dalam jebakan mereka." Kata Sena.


"Apakah ayah bisa membantu kami?" Tanya Bian lagi pada ayahnya.


"Ayah akan coba selidiki, Bi! Ayah tidak ingin kamu dan semua teman-temanmu yang baik ini celaka.


*************


"Bagaimana?? Apakah kamu sudah menjalankan tugasmu dengan baik, cantik??" Tanya Baron pada gadis yang menutupi kepala dengan topi jubah nya.


"Tentu yang mulia, saya sudah meneror mereka satu persatu, saya yakin mereka akan merasa was-was setiap saat!" Kata gadis itu.


"Kemarilah cantik, aku ada hadiah untukmu!!" Kata Baron melambaikan tangan besarnya pada gadis itu. Si gadis mendekat pada Baron.


"Buka jubahmu cantik!!!" bisik Baron penuh naf*su.


Tanpa banyak kata gadis tersebut membuka jubahnya di hadapan raja penguasa kegelapan itu.


"Bagus....memang harus begini!! Aku tidak mau melihatmu memakai pakaian jika berhadapan denganku." Kata raja kegelapan itu dengan mata yang sudah berkabut.


"Duduk dipangkuanku menghadap kemari!!" Titahnya.

__ADS_1


Tanpa merasa malu dan sungkan sang raja pun membuka jubahnya dan mencuatlah benda panjang di bagian bawah perutnya.


Tanpa menunggu lama gadis itu perlahan tapi pasti menduduki sang raja dan pertempuran mereka di atas kursi singgasana sang raja berlangsung panas dan lama.


Tanpa mereka sadari dua pasang mata dari tempat yang berbeda memandang mereka dengan pandangan jijik.


"Aku jijik pada kalian berdua, aku memang datang dari dunia kegelapan, tapi aku juga punya perasaan dan cinta itu sebabnya hatiku tak pernah memilih wanita menjijikan seperti dia sebagai pendampingku!"


"Wanita yang telah menikah lebih mulia dari pada wanita yang mengaku masih gadis tapi suka dijamah oleh laki-laki lain." Lalu pemuda tampan itu meludah ke tanah dan melesat pergi meninggalkan tempat itu.


Dan seorang lainnya berpikiran sama.


"Wanita itu menjatuhkan harga dirinya sendiri, dasar manusia! Baru diberi sedikit embel-embel kesenangan sudah gampang menyerahkan dirinya sendiri seandainya dia pengikutku sudah kubunuh wanita jaha*nam seperti ini!!" Kata gadis cilik itu lalu berlalu dari sana.


Setelah puas melampiaskan hasrat mereka wanita berjubah itu mengancingkan jubahnya kembali.


"Kamu pulanglah, kecantikanmu akan abadi, setiap kali kamu berhasil menyelesaikan tugasmu maka aku akan memberikan cairan tubuhku agar kamu selalu awet muda selamanya dan kepuasan dunia akan kamu dapatkan!" Ucap Baron tersenyum puas atas pelayanan wanita di depannya.


"Saya juga sangat puas yang mulia, yang mulia juga luar biasa perkasanya!!" Jawab wanita itu lalu pamit mundur dari sana.


"Dia kekasihmu??" Sapa Mayda tersenyum mengejek.


"Aku tidak punya kekasih yang menjual tubuhnya kian kemari seperti itu!!" Kata pemuda tampan yang ternyata adalah Piere.


"Tapi dia menjual tubuh dan jiwanya pada ayah kita!" Kata Mayda.


"Terus aku mesti bilang waaauuu gitu?" Balik bertanya Piere.


"Ya secara dia kan kekasihmu!" Kata adik Piere lain ibu itu.


"Itu dulu sebelum dia tau aku adalah putra sang penguasa kegelapan, tapi ternyata kini dia malah jadi pengikutnya dan sekaligus jadi pemuas naf*su sang penguasa kegelapan itu sendiri!!" Jawab Piere lalu melenggang dan pergi.


*


*


***Bersambung...


Siapa wanita yang di maksud oleh Piere dan Mayda?


Ikuti terus kisah selanjutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2