
"Sebenarnya apa yang terjadi, Sen??" Tanya Rama yang sebentar manggil adek sebentar memanggil nama itu.
"Kapan terakhir mas singgah di warung pak No itu??" Tanya Sena.
"Sekitar sebulan yang lalu!!" Jawab Rama masih belum mengerti arah pembicaraan Sena.
"Mas lihat!!" Sena melemparkan ke depan Rama koran yang ada di atas meja di warung pak No tadi.
"Sudah nanti aja dulu lihatnya mas, cepat lajukan mobilnya!! Tidak kah kamu melihat dari spion mu itu siapa yang mengejar kita dengan pisau daging dan sutil dari arah belakang dengan cepatnya??" Tanya Sena lagi.
Dengan cepat Rama mendongak ke arah kaca spion di atas kepalanya.
"Mampus kita, itu pak No?? Mengapa badannta jadi hitam gosong semua?? Ternyata bau gosong tadi berasal dari tubuh pak No yang terbakar!!" Kata Rama dengan spontan melajukan mobil nya.
"Aduh...baru ini mas lihat hantu, dek sumpah serem banget!!" Kata Rama dengan wajah pucat pasi.
"Tapi mengapa kamu tenang saja?? Kamu tidak takut??" Tanya Rama.
"Bagiku itu biasa saja mas, bagiku tak ada hal yang paling mengerikan yang pernah kualami dalam hidupku selain mengetahui bahwa suamiku berselingkuh dengan wanita lain, menghamili wanita lain dan akhirnya aku memilih mengalah, pergi lebih dulu membawa hancurnya sekeping hati dari pada hidup untuk melihat sesuatu yang lebih menyakitkan!!" Kata Sena tenang.
"sekarang di saat kamu cacat, tak lagi berguna, akhirnya istri pilihan, istri kebanggan orang tuamu akhirnya memilih pergi meninggalkanmu karena kamu hanya seorang laki-laki cacat tak berguna!!" Kata Sena menyeringai sambil tertawa.
"Untung sedari dulu aku itu wanita yang mandiri tak pernah bergantung pada siapapun jadi begitu berpisah denganmu aku tak mengalami kesulitan apapun untuk bertahan hidup karena aku mau bekerja apa saja yang penting halal yang penting aku bisa menghidupi diriku dan anak-anakku yang tak penah diberi nafkah sepeser olehmu!!"
"Oh iya, beberapa hari lalu aku pernah ketemu mantanmu bersama seorang pria bule, pacar barunya kah?? Dan kulihat sepertinya dia hamil??" Tanya Sena lalu menoleh pada Rama.
"Iya, dia memang hamil tetapi kamu jangan tanya padaku dia hamil anak siapa!!" Kata Rama datar.
"Itu juga bukan urusanku, mau dia hamil sama setan sekalipun aku juga tak peduli!!" Sahut Sena singkat sambil tersenyum sinis.
Rama melirik wanita ayu yang berwatak sangat keras yang duduk di sebelahnya!!
Memang benar. Dia memang seorang wanita yang mandiri, wanita yang kuat, tidak cengeng, tidak pernah berkeluh kesah berbeda jauh dari Aida yang cengeng, mudah menangis, tukang ngeluh!! Pokoknya Aida itu adalah paket komplet.
"Sudah sampai, aku turun duluan ya...terima kasih atas tumpangannya!!" Kata Sena lalu turun dari mobil.
Masih terlihat oleh Rama jika Sena di sambut oleh seorang pemuda berkulit kuning langsat berwajah sangat tampan walaupun terkesan sangat keras dan tegas.
"Aku sudah sejak tadi menunggumu di sini, apakah kamu baik-baik saja kan?" Tanya Piere begitu mengkhawatirkan Sena.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja jangan khawatir!!" Kata Sena.
"Dia siapa??" Tanya Piere sambil melihat kearah Rama."
"Dia mantan suamiku!!" Kata Sena sambil ikut melihat kearah Rama.
Ada rasa nyeri menyelusup di relung hatinya melihat keakraban Sena dan lelaki yang dia tau bernama Piere itu.
"Sen, apa nggak sebaiknya teman kamu itu disuruh pulang besok pagi aja?? Karena aku melihat sepertinya ada sesuatu yang bakal terjadi padanya di jalan jika dia tetap nekad untuk melanjutkan perjalanan pulangnya!! Mantan kamu itu cacat kan?? Maaf, maksudku dia memasang kaki palsu di kedua kakinya kan??" Tanya Piere.
"Panggil dia cepat sebelum dia berlalu dan pergi!!" Kata Piere.
Rama baru saja akan beranjak pergi tiba-tiba dipanggil oleh Sena.
"Mas Rama, sebaiknya mas Rama menginap di sini malam ini ada yang akan kami bahas denganmu!!" Kata Sena.
Akhirnya Rama masuk bersama mereka kedalam. Di dalam paman Said sudah menunggu.
Tak ada sorot permusuhan dan kebencian di mata orang tua yang bijaksana itu
Duduklah kalian semua ada yang mau paman jelaskan terutama pada Rama.
Rama yang belum mengerti arah pembicaraan paman Said hanya menganggukan kepala saja.
"Kalian pasti masih ingatkan kejadian yang kalian berdua alami tadi sewaktu melewati tempat itu?? Jika Sena tidak menemukan koran tersebut mungkin kalian berdua sudah ikut masuk kedalam koran tersebut menjadi penunggu tempat itu."
"Kamu bacalah Piere supaya kamu mengerti apa maksud paman, karena sejak tadi paman lihat kamu itu cuma bingung dan bengong saja!!" Kata paman Said pada Rama.
Rama mengambil koran yang tadi dipungut Sena dari warung nasi goreng pak No.
Tertulis di head line berita bahwa telah terjadi kebakaran hebat dilokasi tempat itu. Seorang penjual nasi goreng dan beberapa pembeli yang makan di dalam.warungnya semua tewas terpanggang di dalam warung.
"Astaghfirullah!! Makanya tadi kita seperti mencium aroma daging panggang saat berada di warung tenda itu, rupanya warung itu sudah menjadi warung hantu." Kata Rama.
"Itulah tadi mas, saat aku menyadari semua itu dengan berpura-pura mencari toilet agar kita tidak dicurigai akan kabur oleh mereka!! Karena beberapa yang makan di situ semuanya adalah para pembeli nasi goreng yang sudah menjadi korban kebakaran malam itu.
Jika Rama pulang melewati lagi jalan yang sama maka bisa di pastikan kamu tak akan selamat malam ini, yang mati di sana menjadi arwah penasaran yang sangat jahat, mereka bukan hanya bisa menakuti tetapi juga bisa membunuh secara sadis!! Terbukti tadi dia bisa mengejar kalian berdua!!" Kata paman Said.
"Apakah saat tadi kalian berdua melewati jalan itu tidak melihat ada garis polisi kah di sana??" Tanya Piere membuka suara.
__ADS_1
""Aku tadi tidak fokus karena aku tadi sedang menerima telepon darimu!!" Kata Sena.
"Tetapi untung saja mata Sena jeli menangkap ke tidak beresan itu!!" Kata Piere lagi.
"Apakah kamu tau Rama, bahwa hantu pak No itu tadi memang memendam dendam tetapi sepertinya bukan kepadamu tetapi pada keluargamu, sebenarnya ada masalah apa??" Tanya paman Said lagi.
"Rama tidak tahu ada hal apa paman tetapi yang Rama ingat tempo hari ibu pernah marah-marah, katanya belum lunas membayar hutang kok malah sudah mati, tetapi Rama tidak tahu kemarahan ibu itu ditujukan kepada siapa!!" Kata Rama.
"Rama, maaf ya apakah ibu kamu itu suka meminjamkan uang kemudian di kembalikan dengan bunga??" Ta0nya paman Said.
"Rama kurang begitu tau paman, hanya yang Rama itu dulu iya!! Tapi untuk sekarang ini Rama tidak tidak tahu lagi, kan Rama semenjak bercerai dengan Aida, Rama lebih banyak bekerja di kamar jadi kurang begitu tau lagi apa saja kegiatan ibu!!" Kata Rama dan semua yang memandangnya tau bahwa tak ada kebohongan di mata itu.
Tiba-tiba Piere memegang lengan Rama dengan mata terpejam.
"Eh, apa-apaan kamu??" Sentak Rama hendak menarik lengannya yang dipegang oleh Piere.
"Jangan!!" Kata Sena.
"Sepertinya Piere hendak melihat sesuatu melalui sentuhan tangannya pada tubuhmu!!" Kata Sena lagi.
Tak lama Piere membuka matanya dan melepaskan pegangannya pada lengan Rama.
"Rama, sekitar tiga bulan yang lalu pak No dan istrinya meminjam uang pada ibumu untuk modal tambahan warung mereka."
"Mereka mengadakan perjanjian akan segera melunasi pokok pinjaman beserta bunganya, rupanya keluarga pak No ini kenal dengan ibu kamu ya!!" Tebak Piere dan diiyakan oleh Rama.
"Tetapi rupanya perjanjian yang telah di sepakati dilanggar oleh pak No, saat uang itu sudah terkumpul justru pak No sayang untuk mengembalikannta kepada ibumu, setiap ditagih pak No dan istrinya tak.pernah ada bahkan saat puncak kesabaran ibumu sudah habis saat datang ke warung untuk menagih, pak No dan istrinya lagi-lagi tak ada."
"Di situlah ibu kamu mengeluarkan sumpah serapahnya untuk pak No dan istrinya di depan dua orang anak buahnya dan juga banyak tamu yang sedang makan di warung tenda itu!!" Kata Piere.
*
*
***Bersambung...
Akankah Rama sekeluarga selamat dari dendam para hantu itu??
Ikuti terus kisah selanjutnya di next episode dan jangan lupa like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏😊😊
__ADS_1