Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 77 Peringatan Anthony


__ADS_3

"Nggak usah, mas selesaikan makanannya aja dulu!! Aku mau pergi beli teh sebentar!! Lagi pula warung nya juga nggak jauh kok!!" Jawab Sena.


"Ya sudah sekalian kopi nya juga ya!!" Kata paman Said.


"Oke paman!!" Jawab Sena.


Sena lalu mengambil sandal ditumpukan rak dan pergi untuk menemui Anthony.


Ngos...ngos...


"Gila kamu ya?? Kenapa aku disuruh berlari sejauh ini sih? Biasanya kamu jika butuh apa-apa selalu datang menemuiku di rumah atau kamu langsung saja bilang di kerjaan, ini mau ketemuan aja aku harus kucing-kucingan dulu berbohong dengan orang di rumah!!" Kata Sena kesal pada Anthony.


"Iya maaf sayang, aku berbuat begini ada alasannya!! Pertama karena aku tidak bisa lagi mendekati rumah kontrakan tempat kamu tinggal, ada pagar gaib yang membuatku berkali-kali terlempar saat mencoba masuk ke dalam halaman rumahmu, itu baru halaman rumahmu seluruh kekuatanku seperti tersedot semuanya, apalagi masuk ke dalam rumahmu??" Kata Anthony.


"Terus kamu dan yang lainnya kenapa menjauhi aku dikerjaan??" Tanya Sena lagi.


"Siapa yang menjauhi kamu?? Kamu yang tidak bisa di dekati sama sekali...seolah ada yang berusaha menghalangi kami untuk mendekatimu." Kata Anthony lagi sekali ini wajahnya benar-benar serius.


"Aku sama sekali tidak mengerti Anthony?? Pusing aku!! Coba tolong kamu jelaskan pelan-pelan!!" Kata Sena seraya mau maju mendekati Anthony.


"Stop...stop di situ Sena!! Jika kamu maju lagi maka seluruh kekuatanku akan terserap ketubuhmu, begitu juga dengan hantu yang lainnya di hemodialisa, jika kekuatan.kami terserap maka lambat laun kami akan musnah." Kata Anthony seraya melayang mundur dan Sena juga berhenti untuk melangkah maju.


"Apa maksudnya ini Anthony? Itu artinya kita tidak bisa berdekatan lagi??" Sena sudah terisak duluan.


"Sabar Sena, aku akan mencari solusinya agar kita bisa tetap bersama." Kata Anthony juga sedih.


Jika dalam keadaan biasa, dia biasanya langsung memeluk kekasih beda alamnya itu saat melihat Sena bersedih tetapi kini keadaannya berbeda.


Jika dia maju mendekat sedikit saja maka dia harus mempertaruhkan dirinya untuk diserap tenaga intinya dan jika tenaganya habis terserap maka rohnya akan musnah untuk selamanya.


Menurut penyelidikan kami, orang itu ada di sekitar kehidupanmu Sena, tetapi hingga kini kami juga tidak tau siapa dia sebenarnya!!" Kata Anthony.


Tapi kamu jangan khawatir, dia tak bisa mendekatimu dan ketiga anak-anakmu, kalian orang-orang istimewa dan terpilih begitu juga dengan paman Saidmu tetapi entahlah dengan bibimu Sena!!" Kata Anthony.


Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Anthony, entah mengapa dia seperti menyimpan suatu rahasia yang tidak bisa dia ungkapkan atau mungkin seperti ada ketakutan dalam dirinya.


"Kamu jaga diri baik-baik ya...untuk sementara ini aku tidak bisa menjagamu, tetapi kamu tak usah khawatir selama cincin pemberianku itu masih kamu pakai tetapi kamu juga harus hati-hati jangan sampai cincinmu itu jatuh ke tangan yang salah!!" Kata Anthony lagi.

__ADS_1


Mereka berpisah. Sena tetap melanjutkan pergi ke warung untuk membeli teh, gula dan kopi renteng untuk paman.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menguntit mereka berdua.


"Kamu tak akan bisa membocorkan rahasiaku, Anthony!! Jika kamu berani membocorkan rahasiaku seluruh kawan-kawan hantu kamu di hemodialisa itu akan aku musnahkan." Sosok itu berkelebat pergi meninggalkan Sena yang melangkah menuju ke warung seorang diri.


Dalam hatinya terasa sedih, biasanya saat-saat begini sosok hantu tampan itu datang untuk menggodanya dan menghiburnya.


"Aku seperti telah kehilanganmu selamanya, Anthony!!" Kata Sena sedih.


"Sepi rasanya tanpa kehadiranmu beberapa waktu ini, Anthony!! Semoga masalah ini cepat berlalu." Kata Sena lalu melanjutkan langkahnya.


"Kamu dari mana bu??" Tanya paman Said pada istrinya.


"Dari toilet pak, ibu sakit perut!!" Kata istri paman Said.


"Dari toilet yang mana?? Bapak lho tadi dari toilet tapi ibu nggak ada!!" Kata paman Said heran.


"Dari toilet umum yang di belakang pak!! Ibu takut jika di toilet dalam rumah nanti lama di toilet ntar ada yang gedor pintu lagi." Kata bibi Sena sambil meringis menahan rasa sakit di perutnya.


"Ya sudah, ibu minum air hangat aja agar perutnya agak enakan, apa ibu masih perlu obat sakit perut? Jika masih sakit perut bapak akan telepon kan Sena untuk membelikan obat untuk ibu." Kata suaminya lagi.


Setelahnya mereka kembali ke ruang tengah dan bergabung bersama yang lainnya.


Tak lama Sena datang dengan membawa pesanan paman lalu dia langsung pergi kedapur untuk menyeduh kopi dan teh.


Sambil menyeduh pikiran sena kembali pada apa yang diucapkan oleh Anthony tadi.


Apa orang itu ada di dekatku tapi siapa??" pikir Sena tapi pikirannya terpecah saat ponselnya berdering.


πŸ“±"Assalamualaikum, mbak Sena kita hampir sampai nih...tunggu ya!!"


πŸ“±"Waalaikum Salam, oke kalian hati-hati ya!!"


"Dasar Bian!!" Kata Sena sambil tertawa.


"Siapa mak??" Tanya Juan yang masuk ke dapur mau membantu membawa kopi keruangan tengah.

__ADS_1


"Bang Bian mau datang kemari bersama kak Stella!!" Jawab Sena.


"Apa mamak sudah bilang sama bang Bian untuk mengambil jalan memutar saja jangan jalan yang tadi dilewati bapak??" Tanya Juan.


"Astaghfirullah...mamak lupa!! Coba mama telepon lagi!"


Sena kembali mencoba menghubungi Bian dan Stella bergantian tetapi telepon mereka hanya berdering, sementara Bian ataupun Stella tak ada yang mengangkat ponsel itu.


"Aduh gawat...ponsel mereka hanya berdering tetapi tidak diangkat." Kata Sena.


"Ada apa?? Kok kalian berdua tampak panik begitu?" Tanya paman Said.


"Paman, Bian dan Stella mau datang kemari tapi Sena lupa memberi tau mereka untuk tidak mengambil jalan pintas untuk bisa cepat sampai kemari!!" Kata Sena panik.


"Frans ayah Bian itu pasti tau jika ada sesuatu yang akan terjadi pada putranya!!" Kata paman Said.


"Siapa yang mau datang pak?" Tanya bibinya Sena.


"Teman-teman Sena sewaktu di hutan pinus dulu!!" Jawab paman Said.


"Di hutan pinus? Temannya yang mana pak?" Kata istrinya lagi bingung.


"Ibu amnesia ya...itu lho Bian dan Stella!! Masa ibu lupa??" Kata suaminya lagi.


"Oh iya...iya ibu lupa!! Maklum orang tua!!" Kata bibi sambil tersenyum.


"Hati-hatilah...dia ada di sekitarmu!!" Seketika Sena teringat perkataan Anthony saat mereka bertemu tadi.


Sementara bibi sibuk berbicara dengan suaminya, Sena malah asyik memperhatikan bibinya, mencermatinya dan mengaitkan dengan semua yang dikatakan Anthony tadi.


"Apakah...?? Ah, rasanya tidak mungkin...tapi semua itu bisa saja terjadi!!" Gumam Sena.


"Tampaknya sekarang aku harus lebih hati-hati, karena sekarang lebih sulit untuk membedakan mana teman dan yang mana lawan.


*


*

__ADS_1


***Bersambung....


Mohon dukungannya selalu ya teman-temanπŸ™πŸ™


__ADS_2