Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 41 Pertemuan Tak Disengaja


__ADS_3

Bluk...pletak!!


"Wadawww!!" Jerit Anthony.


"Kenapa batu yang dilempar itu bisa mengenaiku dan menyakiti aku??" Tanya Anthony sambil memegang dahinya yang benjut terkena batu tadi.


"Aku ini sudah seperti manusia saja, bisa merasakan sakitnya lemparan batu itu di jidatku!!" Kata Anthony mengusap-usap jidatnya yang memerah.


"Siapa yang melempar dinding rumah kita, paman??" Tanya Sena penasaran.


"Entahlah, sebaiknya kita melihat keluar!! Juan dan Dini jaga embah, kak Stella dan kak Naomi ya!! Mamak, embah Said dan bang Bian akan melihat keluar!!" Kata Sena lagi.


**************


Sore itu Rama ditemani oleh ibunya berniat mengunjungi sebuah mall.


Rama baru saja mendapatkan bonus dari hasil dia menulis selama ini. Rama memang tidak lagi bekerja, secara sekarang siapa yang akan mempekerjakan orang cacat??


Sesampainya mereka di pusat pertokoan, bu Ayu melihat seperti sosok seorang yang dia kenal tetapi sudah tidak lagi menutupi kepalanya dengan hijab dan berpakaian sangat seksi.


"Bukankah itu Lisa Aida mantan istrimu??" Tanya ibu Ayu kepada Rama.


"Apa? Lisa Aida? Di mana?" Tanya Rama sambil mencari-cari.


Ibu Ayu menunjukkan ke arah wanita itu. Rama melihat Lisa sedang berjalan di depannya bersama seorang pria bule. Dia merasa terkejut dan sedikit cemas melihat mantan istrinya.


"Kenapa dia ada di sini?" gumam Rama pelan.

__ADS_1


"Tak usah khawatir, Ram. Kita datang ke sini hanya untuk belanja dan bersenang-senang. Jangan memikirkan hal lain." kata ibunya.


Rama mengangguk dan mencoba mengalihkan pikirannya dengan melihat-lihat produk di toko-toko. Dia membeli sepatu dan tas untuk anak-anaknya, dan juga beberapa baju untuk ibunya.


Namun, ketika mereka sedang menuju ke toko lain, Rama melihat lagi Lisa dan pria bule itu. Kali ini, mereka sedang berdiri di depan toko restoran, berbicara dengan penuh tawa dan canda.


Rama merasa cemburu dan kecewa melihat Lisa berbahagia bersama dengan pria bule itu. Dia merasa seperti kehilangan sesuatu yang penting dan menginginkan Lisa kembali padanya, tetapi mengingat semua perbuatan Lisa Aida padanya, Rama berusaha menekan rasa cemburunya.


"Tidak apa-apa, Ram. Mari kita pergi ke toko buku, Rama suka membaca kan?" kata ibunya mencoba mengalihkan perhatiannya.


Rama mengangguk, meski pikirannya masih melayang pada Lisa dan pria bule itu. Dia tidak tahu harus berbuat apa, apalagi setelah mengalami banyak kerugian akibat perceraian mereka.


Mereka melanjutkan perjalanan di mall sampai sore hari, kemudian pulang dengan membawa banyak barang belanjaan. Rama masih merasa sedih dan kesal, tapi dia berusaha untuk menjaga perasaannya agar tidak mengganggu ibunya.


Setibanya di rumah, Rama segera masuk ke kamarnya dan menutup pintu rapat-rapat. Dia duduk di atas tempat tidur dan menatap langit-langit kamar sambil mengingat kembali kenangan masa lalu bersama Lisa.


Selang beberapa hari kemudian mereka bertemu kembali di mall yang sama.


Saat itu Rama ingin sekali membelikan sesuatu untuk keluarga yang pernah dia sia-siakan dan dia pergi dengan kembali mengajak ibunya.


Tetapi lagi-lagi dia bertemu dengan Lisa Aida dan pria bule yang sama juga hendak berbelanja di mall itu.


Tetapi yang membuat Rama dan ibu Ayu semakin terkejut bercampur risih adalah cara berpakaian Aida yang sekarang lebih banyak berubah.


"Astaghfirullah, Aida...mana hijab yang selalu menutup rambut dan kepalamu, mana baju tertutup yang selama ini menutup auratmu yang ada pada dirimu? Semua kamu umbar pada orang yang bukan muhrim kamu!" gumam Rama dengan suara tercekat. Begitu pula dengan Bu Ayu, dia begitu syok!


Inikah menantu pilihan yang selalu dia banggakan dulunya? Menantu ideal menurut versinya, yang cantik, yang berpendidikan tinggi, berasal dari keluarga kaya raya? Tapi akhlaq dan moralnya nol sama sekali.

__ADS_1


Alangkah malu dan menyesalnya Bu Ayu jika ingat dia selalu membanding-bandingkan Sena waktu itu yang hanya wanita rumah tangga dan sibuk mengurus anak dan suami hingga lupa mengurus dirinya sendiri. Wanita miskin dan yatim piatu yang selalu dia hinakan dan dia rendahkan karena dianggapnya bodoh dan tak jelas asal-usulnya bahkan lebih mulia dan bermoral hingga kini dibandingkan istri kedua Rama itu.


Bu Ayu melirik kepada Rama, tapi ekspresi Rama biasa saja seperti tidak pernah terjadi apa-apa.


Saat pertemuan mereka beberapa hari yang lalu memang Rama tampak syok melihat penampilan Aida tetapi kini tampaknya dia bisa jauh lebih tenang dari sebelumnya.


Saat kedua pasangan itu berselisih dengan Rama dan Bu Ayu, Lisa Aida nampak terkejut melihat mantan suaminya yang dulu cacat, kini sudah mempunyai sepasang kaki lagi.


"Wah, dari mana mas Rama mendapatkan uang untuk membeli sepasang kaki baru untuk pengganti kaki cacatnya itu ya??" Gumam Aida sambil terus melirik mantan suaminya tersebut.


Jika tempo hari Aida bersikap seolah tak melihat dan pura-pura tak mengenal mantan suami dan mantan ibu mertuanya itu, bahkan Aida membuat Rama dan Bu Ayu terkejut dengan seolah-olah Aida tidak mengenal mereka dan seolah-olah tidak melihat mereka.


Tetapi setelah melihat apa yang telah dimiliki oleh Rama sekarang maka Aida jadi berubah pikiran.


"Aku mau melihat reaksi mas Rama jika aku menyapanya dan mengenalkannya dengan pacar baruku, masihkah dia merasa cemburu ataukah tidak!!" Gumam Aida.


"Tetapi mengapa ekspresi mas Rama kok biasa saja ya?? Tidak seperti beberapa hari yang lalu dia tampak cemburu melihatku menggandeng kekasih baruku


Akhirnya Aida memutuskan untuk menyapa mantan suaminya terlebih dahulu sekaligus hendak memamerkan kekasih barunya sebagai pengganti Rama.


"Jika mas Rama cemburu itu tandanya dia masih cinta kepadaku, makin ganteng aja mas Rama setelah beberapa tahun terakhir ini kami bercerai, walaupun dia harus berjslan dengan menggunakan dua kaki palsu tapi setidaknya hanya kakinya saja yang palsu sementara bagian tubuh yang lainnya asli!!" Gumam Aida.


Dia dan Rama saling bersitatap mata. Aida merangkul tangan kekasihnya dengan erat seolah ingin mengatakan bahwa selepasnya dia dari Rama, dia mampu mencari yang lebih ganteng dari Rama. Tetapi tatap mata Rama sepertinya biasa saja tidak seperti hari-hari kemarin sehingga menimbulkan rasa dongkol di hati Aida melihat kecuekan Rama padanya.


***Bersambung....


Mereka kena karma kan sekarang si mantan mertua dan suami Sena! Bagaimana lanjutan ceritanya? Jangan lupa ikuti kisah selanjutnya di episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2