
Dia bersiap membawa tekoan teh beserta gelasnya ke ruang tamu untuk yang lainnya tapi dia tidak tau bahwa Sifa mengetahui semua rencana liciknya.
Gadis cilik itu sengaja berjalan sambil memainkan ponselnya agar neneknya tidak tau bahwa dia menabrak secara sengaja.
Krompyang...
"Sifaaa....!!" Teriak istri palsu paman Said.
Padahal air yang ada ditekoan itu tidak seberapa panas tetapi tangan Aminah yang terkena air teh tersebut melepuh seperti terkena air mendidih.
Sifa melirik dan sedikit bergidik melihat efek racun itu.
"Seandainya racun dalam teh itu sempat terminum oleh kami apa yang akan terjadi?" Gumam Sifa.
"Masya Allah Sifa!! Nenek kenapa?" Tanya Sena berlari kedapur diikuti oleh yang lainnya.
"Tadi Sifa tidak sengaja menabrak nenek terus tekoan tehnya tumpah, mak!!" Jawab Sifa.
Paman Said memeriksa luka melepuh istrinya.
"Nggak usah pak nggak apa-apa, ini juga salah ibu nggak hati-hati!!" Kata bibi Sena sambil menarik tangannya.
Sena melirik Sifa lalu memberi kode pada putrinya itu.
__ADS_1
Sifa membantu Sena membersihan pecahan tekoan yang berserakan di lantai dengan hati-hati.
Saat Rama berinisiatif hendak membantu, Sena langsung berteriak melarangnya.
"Jangannnn!!" Seru Sena.
Spontan Rama berhenti sambil berpaling menatap mantannya itu.
"Mas hanya sekedar hendak membantu, dek!!" Lirihnya.
"Nggak usah mas, biar aku dan Sifa saja yang membersihkannya, sekalian aku akan membuatkan teh yang baru untuk kalian semua sebagai pengganti teh yang telah tumpah kelantai!!" Kata Sena.
Sena memberi kode pada Sifa dan Dini untuk membantu. Sambil sesekali ketiganya melirik kearah bibi Sumi yang palsu.
"Kalian mengambil pecahan kacanya jangan menggunakan tangan, racun yang ada diminuman itu sepertinya juga telah menempel pada tekoan yang pecah itu, jangan sampai tangan kalian juga melepuh seperti tangan bibi palsu itu!!" Gumam Sena yang hanya bisa didengar oleh Sifa dan Dini.
"Mamak tau dari mana jika orang itu bukan nenek kita?" Tanya Sifa pelan.
"Mamak mengikutinya dan mengetahui sendiri dan melihat dengan mata kepala sendiri kalau dia bukan nenek kalian!!" Jawab Sena.
"Lalu kalian tau dari mana jika itu nenek palsu?" Tanya Sena lagi.
"Kalau Dini memang melihat sendiri mak, bagaimana saat dia merubah wajahnya menjadi nenek Sumi!!" Jawab Dini.
__ADS_1
"Kalau Sifa mak tau kan? Penglihatan Sifa bisa menembus kulit seseorang sekalipun jadi Sifa tau di luar itu adalah wajah palsu!!" Jawab Sifa.
"Mengapa kalian tidak bercerita pada mamak?" Tanya Sena pada kedua putrinya.
"Ini sangat berbahaya apalagi ternyata selama ini tubuh kita sudah dimasuki racun sedikit demi sedikit!!" Gumam Sena.
"Mamak nggak usah khawatir, kita semua sudah tau kok apalagi kakek yang punya istri pastinya sudah taulah." Kata Dini.
"Tapi mengapa kalian semua diam saja nggak ada yang cerita sama mamak tentang hal ini?" Tanya Sena lagi.
"Kakek melarang kami untuk bicara dulu karena keluarga kita sedang diawasi setiap gerak gerik dan perkataan kita selalu dipantau!!" Kata Sifa.
"Dipantau dan diawasi oleh siapa?" Tanya Sena.
"Oleh siapa lagi kalau bukan oleh si bibi alias si nenek palsu!!" Jawab Dini pelan nyaris tak terdengar.
*
*
***Bersambung...
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya ya reader dan jangan lupa dukungannya🙏🙏
__ADS_1