Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 70 Perasaan Rama


__ADS_3

"Kak Juan, ayo lindungi aku!! Kakak lindungi aku sementara aku akan menyerang kedua pocong yang ada di belakang itu!!" Kata Sifa lagi.


"Apa?? Aku?? Mengapa harus aku?? Aku di sini saja menjaga mamak dan mbah!!" Kata Juan.


"Ayo sudah Juan kita bertiga yang akan menghadapinya, tunjukan pada dia walaupun kita keturunannya tetapi kita bertiga tidak sepengecut dia!!" Tunjuk Dini sinis pada Rama.


Rama yang tau jika dia yang disindir langsung oleh putri sulungnya hanya bisa meneguk saliva nya yang mendadak sangat pahit.


"Maafkan bapak!!" Hanya itu yang bisa keluar dari mulut Rama.


Ketiga buah hatinya membuka pintu perlahan dan menutupnya.


Tanpa menunggu lebih lama mereka bertiga menyerang kedua pocong pak No dan Katemi.


Ternyata benar dugaan Sifa, kedua pocong pak No dan Katemi itulah sumber kekuatan belasan pocong lainnya.


Seketika serangan belasan pocong lain jadi kocar kacir tanpa komando dan kekuatan kedua pimpinan mereka yang sedang sibuk bertarung melawan ketiga saudara itu.


"Bantu mereka bertiga, Piere...biar paman dan Anthony yang menghadapi belasan pocong yang lainnya!!" Kata paman Said.


Sebuah tangan menepuk bahu Rama dari belakang.


"Memang tidak mudah untuk mendekati ketiga anakmu sendiri apa lagi mereka tak pernah merasakan kasih sayangmu sejak mereka kecil apa lagi Sifa, dia hanya kenal aku, kakak-kakaknya dan embahnya tanpa tahu bagaimana rasanya mempunyai ayah!!" Kata Sena dari belakang Rama.


"Apakah mereka tak pernah menanyakan sedikitpun tentang aku??" Tanya Rama.


"Sudah aku katakan, mereka bukan tipe anak-anak yang ingin banyak tau tentang sesuatu yang tak pernah mereka lihat!! Mereka tak pernah melihatmu jadi untuk apa mereka menanyakan tentangmu??" Kata Sena.


"Dan aku pun tak punya waktu untuk menceritakan tentangmu kepada mereka, karena aku harus bekerja mencari uang untuk memenuhi kebutuhan kami semua." Jawab Sena.


"Sen, kamu masih membenciku??" Tanya Rama pelan.


Lama Sena menatap mantan suaminya itu sebelum kemudian menjawab.


"Tak ada gunanya aku membencimu, apakah dengan membencimu semua akan berubah?? Tidak kan?? Biar waktu yang akan menghukummu dan Aida seperti sekarang ini!!" Kata Sena sambil tersenyum dingin.


"Kamu sudah banyak berubah tidak seperti Sena yang aku kenal dahulu!!" Kata Rama pelan.


"Kamu lah yang telah membuat aku berubah!! Tetapi aku juga harus berterima kasih kepadamu, jika kamu tidak berselingkuh dan meninggalkan aku, belum tentu aku bisa menjadi wanita kuat dan mandiri seperti sekarang ini!! Terima kasih mantan suami yang tukang selingkuh!!" Sekali lagi Sena menepuk bahu Rama.


Sementara pertarungan kedua kubu semakin seru.


"Serang terus Sifa, kita jangan beri kesempatan mereka untuk saling bantu membantu!!" Kata Piere.

__ADS_1


Sementara paman Said dan Anthony sedikit demi sedikit mulai bisa menguasai keadaan.


Karena tanpa bantuan tenaga dari pimpinannya, para pocong itu satu persatu tumbang dan musnah hingga menyisakan pocong pak No dan Katemi saja.


Hingga saat paman Said dan Anthony bergabung dengan kelompok Sifa, pocong pak No dan Katemi semakin terdesak hebat dan akhirnya saat mereka mengeluarkan ilmu secara bersamaan maka musnahlah kedua pocong jahat itu.


"Ini semua gara-gara kamu aku sampai diikuti para pocong sampai kemari, seandainya kamu mengantarkan aku seperti biasa tanpa harus marah-marah nggak jelas seperti bocah hingga detik ini aku pasti aman-aman saja!!" Sentak Sena pada Anthony.


Sementara Anthony hanya diam tak bisa berkata apapun.


"Iya, maafkan aku Sen, aku salah!!" Kata Anthony.


"Habis aku cemburu kelihatmu mengobati luka Piere!!" Kata Anthony yang tiba-tiba matanya menatap Rama yang juga sedang menatapnya.


"Siapa dia?? Apa dia bisa melihatku?? Karena sejak tadi dia selalu menatap padaku!!" Kata Anthony lalu melesat melayang mendekati Rama.


"Aku sudah membuatnya mampu melihat wujudmu!!" Kata Piere menyeringai pada Anthony.


"Siapa kamu??" Tanya si tampan yang posesif itu.


"Aku Rama!!" Kata Rama sedikit ragu apa lagi dia melihat kaki Anthony yang tidak menjejak di tanah.


"Oh kamu mantan suami yang brengsek itu." Sindir Anthony.


*************


Sementara itu Naomi yang diantar oleh Stella pergi kerumah sakit.


Mereka berdua ikut mengantri bersama para pasien lainnya.


"Sebenarnya kamu tidak usah repot-repot membawaku untuk memeriksa kesehatanku seperti ini, Stella!! Aku lho baik-baik saja!!" Kata Naomi perlahan.


"Nggak apa-apa, apa yang akan aku katakan pada om dan tante jika kamu sakit dan aku tidak membawamu ke dokter!!" Kata Stella.


Padahal dalam hati Naomi berkebat kebit.


"Semoga benar apa yang di katakan tuan Baron bahwa dia akan menutupi kehamilanku ini!!" batin Naomi.


"Tapi sekarang aku merasa lebih baik dari pada tadi pagi sebelum tuan Baron datang dan mengajakku bercinta lagi." Gumam Naomi.


"Apa yang kamu lamunkan Naomi!!" Kata Stella.


"Tidak, aku tidak melamunkan apa pun!!" Jawab Naomi.

__ADS_1


Hingga tiba giliran Naomi yang di panggil oleh suster.


Naomi menarik napas lega karena ternyata Baron telah menepati janjinya untuk menutupi kehamilan Naomi dengan ilmu hitamnya.


"Kan, aku bilang juga apa Stella!! Aku itu hanya masuk angin biasa saja dan tak ada yang perlu dikhawatirkan oleh mu!!" Kata Naomi.


Akhirnya mereka berdua pulang kembali ke asrama.


"Kamu beristirahatlah, Omi kalau audah sehat besok bisa kuliah kembali!!" Kata Stella.


Naomi yang baru masuk kedalam kamarnya sangat terkejut saat melihat tubuh terbaring telentang dan menantang tanpa tertutup oleh sehelai benang pun di atas pembaringannya.


Dia adalah Baron yang langsung tersenyum menyambut kekasihnya itu.


"Bagaimana?? Pemeriksaan tadi tak menghasilkan apa pun kan??" Aku telah menutupi kehamilanmu.


Sekarang kamu bersihkan diri setelah itu layani aku!!" Suara Baron terdengar sangat serak dan pandangan matanya mulai tertutup lagi oleh kabut.


Hujan turun dengan derasnya malam itu membuat kedua insan itu semakin memacu diri mereka untuk melawan hawa dinginnya malam.


**************


"Dari mana saja kamu Rama semalaman nggak pulang nggak kasih kabar ke bapak dan ibu, sebenarnya kamu dari mana aja??" Tanya ibu Ayu yang merasa sangat khawatir dengan Rama.


"Rama menginap di kontrakan Sena, bu!!" Kata Rama.


"Apa?? Apakah dia merayu kamu lagi??" Tanya ibu Ayu.


"Nggak bu, justru jika tak ada pertolongan dari Sena mungkin Rama sudah pulang hanya tinggal Nama!!" Kata Rama.


Lalu Rama menceritakan semua kejadian tadi siang dan apa yang telah menimpa hidupnya.


"Sena itu tak mungkin tertarik lagi oleh Rama bu, jadi ibu nggak usah khawatir yang berlebihan tentang Rama yang telah menginap di rumah kontrakan Sena!!" Jawab Rama.


Ibu Ayu tampak terdiam mendengarkan penjelasan dari Sena itu.


Dia sadar Rama hanya seorang lelaki cacat yang tak mungkin lagi dilirik oleh wanita yang lain.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Lanjut ke next episode ya reader dan jangan lupa dukungannya agar author tetap semangat menulis ya..😊😊🙏🙏


__ADS_2