Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 47 Meninggalkan Desa


__ADS_3

"Tetapi jawaban ibunya ya sama seperti jawabanku, gila saja kita yang sudah tua dan bau tanah begini kok malah diajak menuju jalan kesesatan?? Kami berdua mau bertobat dan mengurangi dosa-dosa kok malah mau diajak masuk neraka!!" Gerutu orang tua Toyib itu.


"Lalu bagaimana kok kalian berdua tiba-tiba bisa berada dalam kurungan seperti mereka??" Tanya Paman Said.


***Flashback on***


"Bu, pak, Toyib ikut ya nanti jika ibu dan bapak pergi kekota!!" Kata Toyib siang itu.


"Tapi kami di sana menginap lho, Yib!! Kamu kan biasanya tidak pernah mau jika diajak menginap di rumah kakakmu di kota!!" Kata ibunya.


"Sekali-kali boleh kan bu!! Masa tidak boleh ikut ke rumah kakak sendiri sih?? Toyib kangen sama anak-anak Kak Titi dan Mas Akmal, sudah lumayan lama tidak bertemu mereka!!" Kata Toyib.


"Ya sudah, tapi jangan terlalu sore ya!! Supaya kita tidak terlalu gelap melewati hutan pinus itu!!" kata Ayah Toyib.


Akhirnya mereka bertiga naik truck pick up milik ayah Toyib. Toyib duduk bertiga bersama kedua orang tuanya di depan, saat mereka telah sampai di pertengahan hutan pinus yang sunyi dan mulai gelap karena cahaya matahari terhalang oleh rimbunnya dedaunan, tiba-tiba...


"Pak, siapa mereka??" Kata ibunya Toyib.


Tiga orang berjubah hitam tampak berhenti di depan truck menghalangi jalannya kendaraan mereka.


Ibu dan bapak Toyib tampak ketakutan tetapi Toyib tampak tenang-tenang saja.


Tiba-tiba tiga orang berjubah hitam itu menunduk memberi hormat pada Toyib. Melihat hal itu semakin membuat rasa penasaran di hati kedua orang tua Toyib.


"Tuanku, perintah siap kami laksanakan!!" Kata salah satu dari mereka.


"Apa maksud mereka Toyib, siapa yang di maksud tuanku oleh mereka itu??" Tanya ibunya Toyib semakin tak enak hati.


Toyib tertawa mengekeh mendengar pertanyaan ibunya itu.


"Kan tempo hari Toyib sudah mengatakan pada ibu dan bapak, jika kita menyembah pada tuan kami maka derajat hidup kita akan terangkat!!" Jawab Toyib sambil tersenyum aneh.


"Tangkap mereka berdua!!" Perintah Toyib pada ketiga oramg berjubah itu agar menangkap kedua orang tuanya.


"Tangkap kedua orang tua itu kurung mereka jangan sampai dibebaskan sebelum mereka mau menyembah junjungan kita tetapi jika tidak mau juga jadikan mereka tumbal selanjutnya." Perintah Toyib tiba-tiba suaranya terdengar dingin dan menyeramkan.

__ADS_1


"Toyib!!!" Keterlaluan kamu, kami berdua ini orang tua kamu, durhaka kamu sama orang tua kamu sendiri!!" Kata ibunya berteriak histeris.


Toyib hanya tertawa mengekeh saja seolah perkataan ibunya itu adalah lelucon baginya.


"Bagi kami semua hanya junjungan kami tempat kami memuja dan tak akan ada tempat yang lain lagi di dalam hidup kami!!" Jawab Toyib.


"Tangkap mereka berdua!!" Perintahnya.


Ketiga orang berjubah itu menarik paksa kedua orang tua Toyib dengan paksa keluar dari truk pick up miliknya.


"Bawa mereka langsung ke goa dan kurung mereka bersama tawanan yang lainnya!!" Perintah Toyib tanpa perasaan sama sekali.


Ketiganya membawa kedua orang tua Toyib setelah sebelumnya mengikat tangan mereka.


***Flashback off***


"Lalu bagaimana denganmu??" Tanya Paman Said pada bapaknya Basri.


"Aku juga kurang lebih seperti ceritanya bapak Toyib, hanya saja bedanya kami, Basri sendirilah yang membawa kami berdua dalam keadaan kami tidak sadarkan diri, saat kami terbangun, kami sudah dikumpulkan dengan tawanan lainnya!!" Kata bapaknya Basri.


"Anak-anak itu benar-benar sudah dicuci otak mereka, harta, tahta dan keabadian serta wanita sudah membutakan mata bahkan sampai ke mata hati mereka." Jawab bapaknya Basri.


'Toyib, Basri dan pak RT sudah meninggal dunia!!" Kata Paman Said pelan.


Kedua orang tua Toyib dan Basri tampak syok tapi sesaat kemudian mereka berdua sadar bahwa Basri dan Toyib bukan lagi sepenuhnya putra mereka karena separuh dari hidup mereka sudah digadaikan pada iblis.


"Jika memang ini adalah akhir dari kisah hidup mereka, kami ikhlas dari pada keduanya membuat bencana bagi orang lain di suatu hari nanti!!" Kata ibu Toyib.


"Lalu bagaimana selanjutnya kita ini pak Said??" Tanya bapaknya Basri.


"Terus terang kami sudah trauma tinggal di desa ini karena kami terus di teror oleh mahluk-mahluk menakutkan itu!!" Kata bapaknya Toyib.


"Separuh warga di sini sudah jadi pengikut iblis itu, terus bagaimana kita bisa keluar dari desa ini sedangkan jalur utama keluar dari desa ini adalah jalan yang melewati hutan Pinus!!" Kata bapaknya Toyib.


"Sebenarnya ada alternatif jalan lain untuk keluar dari desa ini tapi jalan yang dilewati terlampau terjal dan berbahaya dan yang aku tahu kekuatan para mahluk itu tidak bisa menjangkau sampai kesana, karena menurut cerita yang aku dengar di sana ada satu kekuatan yang entah dari mana asalnya mampu menghalau kekuatan hitam yang berasal dari hutan pinus ini." Kata Paman Said.

__ADS_1


"Kami sih setuju saja asalkan kami bisa keluar dari desa Pinus ini, desa ini sudah sangat mengerikan buat kami!!" Kata bapaknya Basri.


"Jika kalian setuju begitu pagi menjelang sebaiknya kalian pulang kerumah dan bawa barang seperlunya kita akan pergi siang nanti!!" Jawab Paman Said.


"Paman, jadi kita akan meninggalkan desa ini siang nanti??" Tanya Sena pada Paman Said saat mereka sedang berdua.


"Iya, kita tidak ada pilihan lain, apalagi sejak kejadian kemarin, tentu tempat akan tambah mengerikan jika malam menjelang, kasihan mereka semua!!" Kata Paman Said.


"Setelah berunding dengan semuanya, akhirnya diputuskanlah siang sebelum Jam sebelas mereka harus berkumpul kembali di rumah Paman Said.


Satu persatu mereka kembali pulang untuk bersiap begitupun Bian, Stella dan Naomi.


"Mbak, tapi kami khawatir mau kembali kerumah pak RT, pasti Piere sudah menunggu di sana!!" Kata Bian pada Sena.


"Aku akan minta tolong pada Anthony untuk mengawasi kalian semua, karena jika pagi menjelang. Kekuatan mahluk itu tidak sebesar malam hari bahkan bisa dikatakan mereka lemah di siang hari!!" Kata Sena.


"Kami akan pulang mengambil barang-barang milik kami lalu secepatnya kemari lagi!!" Kata Stella sementara Naomi yang sejak tahu bahwa Piere itu bukan manusia dan ternyata sangat jahat, terlihat sering murung.


Sepeninggal warga dari rumahnya, Paman Said dan istrinya juga berkemas.


"Kita akan meninggalkan desa yang telah memberikan kita kehidupan selama belasan tahun ini, pak!!" Kata istri Paman Said dengan sedih.


"Tempat ini sudah tidak aman bu, ibu mau setiap malam seluruh penduduk diteror oleh rasa takut??" Tanya Paman Said.


"Terus jika kita keluar dari desa ini kita akan pergi kemana, pak?? Kita tidak seperti penduduk yang lain yang masih mempunyai keluarga yang bisa menampung mereka untuk sementara waktu di luar sana!!" Ucap Bibi Sena itu dengan sedih.


"Bi, Bibi dan Paman kan masih punya Sena, kita akan tinggal bersama dulu sambil kita akan memikirkan langkah apa yang harus kita ambil selanjutnya!!" Kata Sena sambil memeluk Bibinya berusaha menenangkan hati wanita tua itu.


"Tapi kami tidak mau merepotkan kamu, nak!!" Jawab Bibi Sena.


"Sena tidak pernah merasa direpotkan sama sekali Bi, buktinya sekian tahun Paman dan Bibi sudah merawat Sena bahkan sampai Sena memiliki anak, kalian berdua tak pernah merasa Sena repotkan, masa sudah kalian memiliki masalah gini kok Sena tidak akan membantu?? Kita akan tinggal bersama, Bi!!" Ucap Sena.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Reader yang tercinta, mohon dukungannya selalu dong!!


__ADS_2