Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 49 Pulang


__ADS_3

"Pintu rumah mereka terbuka paman, tetapi kemana mereka??" tanya Sena hendak melangkah masuk.


"Tahan Sena, jangan masuk dulu!! Biar aku yang masuk lebih dahulu!!" Kata Anthony cepat.


Anthony masuk terlebih dahulu lalu terdengar bentakan-bentakan Anthony dari dalam rumah besar itu!!


"Dasar anak durhaka, teganya kamu membunuh ayahmu sendiri!!" Bentakan Anthony menggelegar.


Sena dan Paman Said yang mendengar teriakan Anthony jadi bergegas masuk kedalam rumah.


Apa yang mereka lihat di dalam sungguh memilukan.


Tampak ayah Toyib terbujur kaku di lantai dengan luka menganga di perutnya sementara seseorang berjubah sedang nenunduk seperti mencari sesuatu dia menoleh pada Sena dan Paman Said.


Wajah itu begitu mengerikan tapi mereka tau bahwa itu adalah Toyib.


Wajah Toyib bukan seperti Toyib saat dia masih hidup, wajah itu seperti wajah zombie tetapi dengan mulut penuh taring yang runcing matanya sangat merah menyorot memandang Sena dan Paman Said.


Sepertinya dia habis memakan organ dalam ayahnya sendiri, itulah tadi yang membuat Anthony berteriak marah pada mahluk jadi-jadian Toyib.


Darah menetes-netes dari mulut mahluk itu, dia menatap nyalang pada Sena, Anthony dan paman Said.


Tiba-tiba mahluk itu menjerit keras dan berdiri lalu melompat kearah ketiganya.


"Buset!! Untung kita sudah siaga sejak tadi!!" Kata Paman Said.


Mereka bertiga melompat menghindar.


Kamu mau mencari mati mahluk jaha*nam?" Teriak Anthony.


"Berani kamu menyentuh sedikit saja seujung rambutnya saja yang lecet maka aku akan memusnahkanmu untuk selamanya!!" Kata Anthony yang berubah jadi beringas melihat Sena ikut di serang oleh mahluk itu.


Paman Said dan Sena juga tidak tinggal diam, mereka melancarkan serangan balik yang mematikan mahluk itu.


"Paman, bukannya waktu itu Toyib dan Basri sudah meninggal di dalam hutan larangan itu??" Tanya Sena.


"Mereka itu abadi, Sena!! Walaupun telah mati tetapi mereka bisa muncul dalam wujud yang lain yang lebih mengerikan lagi!!" Kata Paman Said.


"Sebaiknya cepat kita habisi mahluk buas ini, Paman!!! Kasihan mereka yang sudah menunggu kita di perbatasan!!" Kata Sena.

__ADS_1


Ketiganya melancarkan serangan secara bersamaan, lidah api dari Paman Said, sinar kelabu dari Anthony dan sinar biru juga dilancarkan Sena pada mahluk jadi-jadian itu.


Pada serangan kesepuluh, Paman Said berhasil menyarangkan pukulannya yang membuat mahluk jadi-jadian Toyib meraung kesakitan, belum pulih kondisinya, serangan Sena dan Anthony pun datang bertubi-tubi menghantamnya.


Tubuhnya limbung dan mahluk itu meraung dahsyat dengan luka di sekujur tubuhnya.


"Penggal kepalanya!!" Teriak Anthony berteriak keras.


Dengan gerakan reflek paman Said meraih parang yang ada di dekatnya lalu mengayunkannya ke leher mahluk itu dan,


Crasssshhh


Kepala Toyib putus dan terpisah dari badannya.


"Ambil kepala itu dan bakar supaya tidak bisa lagi menyatu dengan tubuhnya." Kata Anthony cepat.


Lalu tanpa dua kali diperintah, Paman Said mengambil pemantik dan membakar kepala anak durhaka itu.


Nyawa bapaknya Toyib tidak bisa diselamatkan lagi, sementara ibu Toyib ditemukan tergantung di pohon belakang rumah mereka.


Setelah itu mereka bertiga kembali melesat menuju pulang tanpa kedua orang tua Toyib lagi.


Rumah Paman Said sudah sepi, pertanda mereka semua pergi menuju perbatasan.


Sementara di perbatasan , mereka semua sudah menunggu dengan hati kebat kebit, menunggu Paman Said dan Sena yang belum juga kunjung kembali padahal waktu telah menunjukan pukul satu siang.


"Kemana Embah dan Mamak kalian ini?? Apakah mereka sedang menghadapi bahaya??" Kata bibi Sena tampak cemas.


"Tunggu sebentar lagi, mbah!! Mamak sama embah pasti kembali kok!!" Kata Sifa meyakinkan mereka semua.


Tak Lama Sena dan Paman Said muncul. Tetapi mereka muncul membawa berita duka yang mengabarkan bahwa kedua orang tua Toyib telah tiada dibunuh oleh anaknya yang sudah menjelma menjadi seorang iblis.


Mereka kembali merambah jalan yang banyak ditumbuhi ilalang setinggi manusia.


Mereka menebas dengan menggunakan parang yang mereka bawa untuk menemukan jalan.


"Kita harus mengusahakan sebelum petang kita sudah harus keluar dari desa ini mungkin sedikit lebih jauh karena kita mengambil jalan memutar." Kata Paman Said.


Jauh tertinggal di belakang mereka, desa mereka yang kini seolah menjadi desa mati dan menjadi desa yang penuh dengan misteri.

__ADS_1


Tak terasa hari telah menjelang petang, tiba saatnya untuk kekuatan hitam berjaya karena malamlah yang menjadi sumber kekuatan terbesar mereka.


"Bang*sat!! Desa ini sudah tidak ada penghuninya lagi, kemana aja para warga ini perginya?? Ini pasti kerjaan si tua Said itu." Kata Piere dengan geramnya.


"Periksa seluruh kawasan ini!!" Perintah Piere pada beberapa anak buahnya.


"Kosong yang Mulia, tak ada satu wargapun yang tersisa di tempat ini kecuali jenazah kedua orang tua Toyib dan tubuh Toyib yang tanpa kepala." Kata anak buah Piere.


"Kejar dan cari mereka jangan sampai mereka keluar dari hutan ini!!" Kata Piere geram


"Yang Mulia, rombongan pelarian yang dipimpin oleh Said dan juga calon istri anda sudah sampai di luar perbatasan, mereka mengambil rute jalan yang tidak bisa dilewati oleh para mahluk seperti kita." Lapor anak buah Piere.


"Sudah kuduga, dasar Said sialan!!! Kamu ikut juga mengajak calon mempelaiku untuk ikut bersama denganmu!! Kurang ajar betul kamu Said??" Gumam Piere bertambah geram.


"Kita membuat api unggun di sini saja, kita sudah keluar dari perbatasan desa, tinggal kita ambil jalan memutar sedikit lagi melewati sungai kita bisa tiba di perbatasan luar hutan." Kata Paman Said.


"Kita bisa memilih jalan masing-masing setelah sampai di luar hutan nanti, jangan lagi kalian berpikir untuk kembali ke desa Pinus itu lagi karena desa itu sudah menjadi desanya para mahluk." Kata Sena kepada mereka semua.


Sena mendapat giliran berjaga bersama Bian dan beberapa orang lainnya.


"Mbak, apa setelah dari sini kita bisa bertemu lagi??" tanya Bian sambil meletakan posisi kayu bakar.


"Entah, Bi!!" Kalian kan tinggal jauh dari kota kami!!" Kata Sena lagi.


"Tapi aku senang banget bisa mengalami semua kejadian ini, jika tidak KKN ke desa Pinus, tentu aku tidak bisa bertemu dengan mbak Sena!!" Kata Bian sambil menatap wanita yang ada di sampingnya itu.


"Aku tidak tahu di mana letak pesonamu tetapi semakin lama kupandang, aku semakin jatuh hati padamu!!" batin Bian.


"Jadi Piere itu tidak mungkin lagi kembali ke kampus kami kah mbak??" Tanya Bian memecah kesunyian.


"Piere itu putra iblis, dia bisa muncul di mana saja dan kapan saja, Bi!!! Kalian sajalah yang harus berhati-hati!!" Kata Sena melirik Bian Sekilas.


"Tapi kenapa setiap melihat wajah Bian ini aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana ya??" pikir Sena.


"Aku seperti tidak asing dengan wajah si Febrian Atmajaya ini tapi aku lupa aku pernah melihatnya di mana!!!" Kembali Sena membatin.


*


*

__ADS_1


Hayo, di mana Sena pernah melihat Bian??


Dukungannya selalu ya reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏


__ADS_2