Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 86 Apa Yang Terjadi


__ADS_3

Tiba-tiba Juan bangkit berdiri dan berjalan menuju ke samping pintu ruang tengah tanpa bisa dicegah lagi.


"Nenek kok sedari tadi mengintai keluar terus memangnya nenek ngintip apaan sih?" Tanya Juan spontan.


Dini dan Sifa menepuk jidat mereka melihat keberanian Juan menyapa nenek bibi mereka itu.


"Ah...eh...!"


Istri palsu paman Said itu tampak salah tingkah sesaat.


"Nggak, nenek itu penasaran aja, apa sih yang kalian obrolkan tampaknya serius banget!" Kata bi Sumi palsu akhirnya bisa menutupi kegugupannya.


"Sialan anak brengsek ini, bikin aku mati kutu aja!" Gerutunya dalam hati.


Juan hanya tersenyum melihat ekspresi si nenek.


"Jangan kau pikir aku tidak tau apa yang sedang kamu pikirkan saat ini perempuan tua, lihat saja akan kukerjai kau!" Bisik Juan dalam hatinya.


"Nenek mau tau aja atau mau tau banget kita itu lagi ngobrolin apa?" Tanya Juan seraya tersenyum jahil.


Sifa dan Dini yang berada tak jauh dari sana sudah saling berpandangan satu dengan yang lain. Mereka tau pasti keusilan saudara laki-laki mereka itu.

__ADS_1


"Aduh...semoga si Juan ember tidak berkata apapun yang bisa mengancam keselamatan kita semua saat ini!" Bisik Dini pada Sifa adiknya.


"Kurasa kak Juan tidak sebodoh itu kak Dini, dia juga tau bagaimana posisi kita semua saat ini, kita lihat saja bagaimana dia mengerjai si nenek palsu itu!" Bisik Sifa pada kakaknya.


"Kita itu ngobrolin kenapa kok nenek berdiri di situ berjam-jam, awas lho nek, ntar pinggang nenek encok!! Nenek juga punya penyakit rematik kan? Hati-hati lho!" Seringai Juan.


Sifa dan Dini menepuk jidat mereka bersamaan mendengar ocehan Juan.


"Dasar anak sableng, kok nggak ada takut-takutnya tuh anak!" Ucap Dini.


Wajah nenek Sumi tampak merah mengelam mendengar ocehan Juan.


"Dasar bocah kurang ajar, kamu belum tau aja siapa aku! Ish...ingin rasanya kupites kepalanya bocah sableng ini!" Batin Aminah kesal.


"Mau tidur!" Sungut Aminah kesal. Kesal karena olok-olokan Juan dan juga kesal karena tidak bisa mendapatkan informasi apapun dari ketiga anak itu tentang apa yang mereka bicarakan padahal Aminah yakin bahwa ketiga remaja itu tengah membicarakan dan merencanakan sesuatu.


"Juan???? Kamu tau siapa dia?" Sentak Dini pelan pada adik lelakinya itu.


"Tau lah, dia nenek Sumi istri paman Said kan? Tapi boong!" Ucap Juan sambil berlalu.


"Dasar bandel!" Umpat Dini.

__ADS_1


"Oh iya kak, kok mamak belum pulang juga ya? Ini sudah jam sepuluh lewat lima belas menit lho, biasanua mamak sudah tiba di rumah dari sepuluh menit lalu!" Ucap Sifa pada Dini kakaknya.


"Eh iya ya? Kita ke ruang tamu aja yuk? Paman kakek sepertinya masih menonton televisi di sana!" Ajak Dini.


"Kak, kakek kok tidur sambil duduk sih? Pantas nggak ada suaranya, tidur sih!" Ujar Sifa.


"Tidur? Tapi kakek itu bukan seperti tengah tertidur Sifa!" Bisik Dini pada adiknya.


Sifa memperhatikan sekali lagi wajah paman kakeknya itu kali ini dengan lebih teliti.


"Kak? Kakek sepertinya tidak bernapas?" Desis Sifa cepat.


Saat Dina mendorong pelan dada paman Said, orang tua itu roboh ke lantai dengan posisi tubuh tertekuk seperti masih dalam kondisi sedang duduk.


*


*


***Bersambung...


Apa yang terjadi sesungguhnya pada paman Said?

__ADS_1


Ikuti terus lanjutan kisah Mencintai Sekali lagi ya! Dan jangan lupa dukungannya🙏🙏


__ADS_2