Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Situasi Rama


__ADS_3

Rama mendapatkan pengganti posisinya sebagai menager setelah mencari beberapa waktu setelah meminta bantuan kepada keluarganya.


rama bergegas kembali ke jakarta. dia ingin segera menyelesaiakn masalahnya dengan dira. terikat kerja dengan indana hotel membuat langkah rama amat terbatas.


rama sedang berada di bandara. tidak lama ada dua orang mengenakan setelan abu-abu mendekatinya.


"tuan muda, pesawat sudah siap." kata salah satu dari mereka.


rama mengikuti dua orang itu menuju ke pesawat yang tidak terlalu besar.


rama menaiki tangga masuk kedalam pesawat yang tidak lain adalah jet pribadi milik keluarga rama.


rama duduk dan menyandarkan badannya pada sofa sambil menghela nafas. "akhirnya aku benar-benar pulang" batin rama.


Rama prayoga adalah anak bungsu dari keluarga Alan prayoga. Pengusaha kaya pendiri PT.indana pura dibidang perhotelan yang menduduki peringkat ke sembilan di indonesia.


Rama tidak terlalu tertarik meneruskan bisnis keluarganya. rama ingin mendirikan perusahaan sendiri tanpa embel-embel keluarganya. dia mulai bekerja di kantor indana jakarta sebagai karyawan biasa.


orang tua rama berkali-kali meminta rama agar mau mengurus cabang hotel yang ada di luar denpasar, tapi rama bersitegas ingin memulai bisnis sendiri.


dengan keadaanya saat ini, rama menyadari bahwa cinta saja tidak cukup. kakinya amat pendek untuk melangkah lebih jauh.


pesawat take off meninggalkan bandara sultan hasanudin menuju soekarno hatta.


Didalam pesawat, rama menghabiskan waktunya dengan melihat foto - foto dira.


"aku akan membawamu dan anak kita kembali kesisiku" gumam rama.


rama bangun dan berjalan ke zona tengah kabin lalu masuk kedalam ruangan yang berisi tempat tidur. rama naik ke tempat tidur lalu memejamkan matanya. "sepertinya jalanku akan lebih mudah jika seperti ini" rama berbicara pelan.


pukul dua siang pesawat yang ditumpangi rama akhirnya mendarat dengan selamat. rama turun dari pesawat dengan beberapa orang mengikutinya menuruni tangga.


dibawah terlihat sudah ada seorang pemuda terlihat seumuran dengan rama menunggunya dengan sedan hitam tidak jauh darinya.


orang itu menundukkan kepala memberi hormat.


"kita ke tamarin residence" ucap rama singkat.


"baik tuan muda. " ucap sang pemuda lalu melajukan mobilnya ke alamat yang dimaksud.


satu jam kemudian, mobil yang membawa rama sudah sampai masuk ke area parkir tamarin residence.


Rama keluar mobil. sang sopir mengikuti rama sambil membawakan kopernya.


rama masuk ke dalam lift menuju apartement miliknya. rama berhenti di lantai 60. lantai teratas gedung itu.


sampai di depan pintu pemuda itu memasukan nomer sandi membukakan pintu untuk rama.


"siapkan makan siangku ben, aku akan mandi. kau jangan keman-mana" ucapa rama.


"baik tuan muda" jawab pemuda yang bernama beni sambil menganggukkan kepala.

__ADS_1


beni memesankan makanan untuk rama lalu membereska pakaian yang masih ada didalam koper.


beberapa menit kemudian rama keluar kamar mandi, mengganti pakaiannya lalu menuju ruang makan.


makanan sudah tersedia di meja. rama makan lalu duduk di ruang santai.


beni menghampiri rama saat rama sudah duduk.


"tuan muda, tuan besar meminta tuan untuk pulang terlebih dahulu."


"besok kita ke bali, tapi aku tidak mau menginap dirumah. kita langsung balik jakarta. banyak hal yang harus ku lakukan disini" jawab rama.


"carikan aku info yang lengkap tentang dira secepatnya. ."


setelah pembicaraan selesai, rama menyuruh beni pergi.


ke esokan harinya rama berangkat ke denpasar menggunakan pesawat, kurang lebih tiga jam dari apartment menuju tempat tinggal alan prayoga.


rama masuk ke sebuah rumah besar dua lantai yang lebih menyerupai istana.


rama masuk disambut beberapa pelayan rumah.


"selamat datang tuan" sapa beberapa pelayan.


"dimana papi?" tanya rama.


"tuan besar sedang berenang tuan muda" kata salah pelayan senior.


dari kejauhan tampak kolam renang mewah dengan pemandangan lautan di ujung mata. sungguh sangat memanjakan.


alan sedang berenang saat itu. rama mendekati ayahnya saat alan naik dari kolam lalu mengambilkan handuk.


alan mengambil handuk kimono dari rama lalu memakainya.


"sudah ampir setahun tidak pulang, papo kira kamu lupa jalan pulang" ucap alan.


"aku sedang berusaha sekuat tenaga membuktikan ucapanku, tapi ternyata tidak mudah, sepertinya aku kurang berbakat pi"


"jadi sudah menyerah sekarang?"


"mungkin. aku akan menuruti perkataan papi."


"hahahaha!, sudah papi bilang, memulai bisnis tidak cukup dengan otak dan otot saja"


"uang yang ku kumpulkan untuk memulai juga sudah cukup banyak. tapi aku butuh sedikit kekuasaan papi untuk membantuku."


"ada masalah apa sampai anak papi meminta bantuan? biasanya selalu menyelesaikan semua masalah sendiri."


"kekasih yang aku ceritakan dulu pergi pi. aku akan membawanya kembali lagi."


"wanita masih banyak rama, kenapa harus repot-repot"

__ADS_1


kemudian rama menceritakan semuanya kepada ayahnya.


"hancurkan saja lelaki itu, berani-beraninya bermain-main dengan keluarga prayoga."


"tidak pi. kalau aku melakukan itu,dira akan membenciku dan akan benar-benar meninggalkanku."


"apa tidak cukup jika membawanya paksa? "


"untuk apa? anak itu tidak menyukai kemewahan, dia tidak akan mencintaiku lagi walaupun aku memberinya istana"


"aku tetap akan menjadi rama yang dulu. membawanya tanpa paksaan jika itu memungkinkan."


"baik!. lakukan sesukamu. bawa menantu dan cucu papi pulang. ayo kita makan siang dulu."


rama dan alan berjalan bersama meninggalkan kolam.


alan pergi mandi sebelum makan siang bersama anak bungsunya.


saat sedang makan siang, seorang ibu paruh baya yang kecantikannya masih terpancar dengan dua wanita yang tidak kalah cantik masuk kedalam ruang makan.


"hai adik kecil...." dua orang wanita cantik itu mendekati rama yang sedang makan memeluk bersamaan dan mencubiti pipi rama.


rama menelan paksa makanannya saat kedua kakanya memeluknya. "kakak hentikan!! aku sudah besar!"


rama selalu tidak suka ketika kedua kakanya selalu memperlakukan rama seperti anak kecil.


mereka adala zoya dan fanya. kakak kembar rama yang hanya selisih empat tahun dari rama.


"kamu sudah besar tetap saja adik kecil kami."


kata dua kembar itu sambil duduk kemeja makan.


alan dan viona melihat anak-anaknya dengan senyum.


"adikmu pulang karena ada maunya. dia sedang mengejar cinta" kata ayah rama.


"sudah mau melirik perempuan ternyata. kakak kira kamu pacaran sama ben" ucap fanya


"kalaupun homo juga harus milih. kalau sama ben kakak akan kalah saing denganku."


"hahahahaha" zoya tertawa mendengar ucapan rama.


"apa bagusnya si ben itu. hobi banget ngejar-ngejar brondong. lebih baik sama jonatan saja. dia rela ngasih kamu apapun" ucap zoya.


"kalau urusan hati tidak bisa dipaksakan" ucap fanya.


"tidak boleh suka dengan pengawal sendiri, bukanya melindungi malah nanti terjadi sesuatu" kata viona


"dia pengawalnya rama mom." sanggah fanya


alan tidak terlalu menanggapi istri dan anaknya berdebat soal ben, berkumpul seperti ini sangat membuatnya bahagia.

__ADS_1


__ADS_2