
"Keparat...kemana hilangnya wanitaku itu??" Maki Baron dengan penuh amarah saat melihat Sena tak ada lagi di atas pembaringan.
"Wanitamu?? Jangan suka bermimpi sebelum tidur Baron, mengaku semua wanita di dunia ini sebagai wanitamu!!" Ejek Anthony.
"Dasar mahluk tua tak tau diri, sadar euy Baron, usiamu itu sudah satu abad lebih, kamu sudah tua, sudah bangkotan!!" Semakin menjadi-jadi Anthony mengejeknya membuat Baron semakin naik pitam.
"Diam kamu Anthony, akan kubuat kamu mati hingga kedua kalinya!!" Ujar Baron murka.
"Sombongnya, ingat Baron di atas langit masih ada langit, tetapi sepertinya itu tidak berlaku untukmu karena buatmu di atas kepalamu masih ada cicak yang akan membuang kotorannya di atas rambut keritingmu itu!!" Kembali Anthony mengejek.
Sebenarnya bukan tanpa alasan Anthony mengejek dan memancing kemarahan Baron karena tadi dia dan Piere melihat Sena menghilang, maka untuk mengalihkan perhatian Baron, Anthony terus mengejek dan mempermainkannya.
Anthony dan Piere saling memberi kode agar Baron lengah dan membuka kesempatan Sena untuk kabur.
"Syukurlah kita bisa keluar dari istana Baron tapi belum keluar dari jangkauan mata Baron." Kata paman Said.
Dengan hati-hati mereka berempat melewati para penjaga yang berkeliaran memperketat penjagaan mereka.
"Jaha*nam kalian berdua, karena kalian wanita itu lepas lagi dari tanganku.
Dengan amarah yang luar biasa Baron membagi serangannya untuk Anthony dan Piere anak kandungnya sendiri.
Dengan gesit keduanya menghindari serangan Baron yang menggebu-gebu karena di selimuti hawa amarah.
"Hati-hati Piere, ayahmu sepertinya benar-benar marah pada kita berdua." Kata Anthony.
Kita tinggalkan dulu perkelahian mereka bertiga.
Huek...huek
Tubuh Naomi terasa lemas karena dia muntah terus semenjak bangun tidur tadi pagi.
Stella yang kebetulan lewat di depan kamar Naomi jadi berhenti.
Kebetulan dia dan Naomi tak ada mata kuliah hari ini sementara mahasiswi yang lain sudah pada pergi ke kampus semenjak tadi.
Tanpa permisi Stella dengan khawatir masuk ke kamar sepupunya itu.
"Omi, apakah kamu baik-baik saja??" Tanya Stella.
"Entahlah Stell, perutku mual sekali rasanya seperti diaduk pakai sekop!!" Kata Naomi lalu kembali berbaring di temoat tidur.
"Apakah kamu mau kuantar ke dokter??" Tanya Stella pada Naomi.
"Nggak usah, paling aku cuma masuk angin biasa!!" Kata Naomi.
__ADS_1
"Atau kamu mau aku teleponkan om dan tante??" Kata Stella menawarkan diri untuk membantu menelponkan kedua orang tua Naomi.
"Nggak usah Stell, aku nggak mau merepotkan mama dan papa." Kata Naomi.
"Ya sudah kubuatkan teh hangat dulu ya, setelah itu baru tubuhmu kulumuri minyak kayu putih!!" Kata Stella lagi sambil berlalu ke dapur.
Sepeninggal Stella Naomi merenung.
Bulan ini aku sudah telat, apakah akibat hubunganku dengan Baron aku hamil?? Bagaimana nasibku jika aku hamil, aku pasti akan diusir dari keluarga dan di drop out dari kampus ini." Gumam Naomi gelisah.
"Mengapa kamu melamun? Sekarang minumlah agar perutmu agak enakan dan sehabis itu aku akan membalur badanmu dengan minyak angin!!" Kata Stella.
Bugh...Bugh....Arghhh
Anthony dan Piere sama-sama jatuh terjengkang saat tangan mereka saling beradu dengan kedua tangan Baron sementara si empunya tangan hanya sedikit mengerenyit menahan sakit.
"Luar biasa si penganut iblis satu ini, kekuatan roh inti bumiku seakan tidak berpengaruh sedikitpun padanya!! Kata Anthony pada Piere.
Piere diam saja. Dia berusaha menghimpun tenaga dalamnya.
"Keluarkan ilmu terhebatmu, Anthony!! Dia adalah Baron penguasa kegelapan tak akan mempan hanya dengan ilmu kacangan!!" Gumam Piere di dekat Anthony.
Lalu keduanya sama-saling saling mengeluarkan ilmu terhebat mereka untuk menghadapi Baron.
Kembali benturan tenaga dalam mereka beradu. Semua yang ada di dalam kamar itu ikut beterbangan dan hancur termasuk dinding kamar di belakang mereka.
Benturan tenaga dalam untuk ketiga kalinya kembali terjadi. Kini ketiganya terkapar di lantai.
Anthony yang paling cepat memulihkan tenaganya dan dengan cepat menarik tubuh Piere yang terkapar tak sadarkan diri di lantai dan secepatnya Anthony melesat pergi meninggalkan Baron yang masih berusaha untuk memulihkan tenaganya.
"Jangan lari kamu Anthony?? Kembalikan putraku yang durhaka itu biar aku yang akan menghukum kelancangannya karena telah berani melawan ayahnya!!" Teriak Baron.
Tentu saja Anthony pura-pura tuli dan membagikan serangan-serangan mautnya kepada para penjaga istana Baron.
"Kamu ini merepotkan saja pakai acara pingsan segala!!" Omel Anthony.
***************
"Anak siapa yang ada di dalam kandunganmu itu?? Tanya ibunya Aida.
Dia melihat perut Aida yang semakin membesar tanpa tau siapa ayah dari anak yang sedang ia kandung.
"Makanya Aida, jagalah kehormatanmu dan jangan asal kamu membuka kedua pahamu didepan setiap lelaki yang kencan denganmu."
Sindiran dari sang ibu benar-benar menohok hatinya. Mau dia membantah tetapi memang kenyataannya seperti itu!! Mau diam.saja, kok telinganya terasa panas??
__ADS_1
Siapa laki-laki yang menghamilimu, bawa ibu kepadanya.
Perkataan ibu nya sungguh tidak bisa dia bantah sama sekali.
"Iya nek, dan mama mau papa Rama yang harus bertanggung jawab lagi atas kehamilannya!!" Kata Mayda tiba-tiba muncul di belakang mereka.
"Benar begitu Aida??" Tanya ibunya.
Aida hanya diam mendengar pertanyaan ibunya.
"Keterlaluan kamu Aida, laku-laki lain makan nangkanya tetapi Rama yang kena getahnya!!" kata ibu Aida kesal pada putrinya itu.
Aida tampak melotot pada Mayda yang tersenyum berlalu sambil mengangkat bahunya.
***************
Sena, Sifa, paman Said dan Herman berhasil sampai di rumah kembali.
"Syukur kamu sudah selamat, Sen!! Sekarang kamu harus hati-hati ya!!" Pesan Herman.
"Iya terima kasih banyak ya Man atas bantuannu!!" Kata Sena.
Sepeninggal Herman, Sena lalu bertanya pada pamannya.
"Mengapa Baron sialan itu ikut-ikutan mengincarku paman??" Tanya Sena penasaran.
Selain wajahmu mirip Ningsih, kamu mempunyai Aura yang sangat kuat, jika dia menikah denganmu maka akan melahirkan bayi yang mempunyai kekuatan yang dahsyat.
"Jijiknya aku sama mahluk itu, lagian aku tak kepikiran mau punya bayi lagi, sedangkan kelakuan Dini, Juan dan Sifa aja membuat sebagian rambutku rontok, ditambah lagi punya bayi?? Bisa botak kepalaku!!" Jawab Sena.
"Kami juga tidak mau mempunyai adik keturunan iblis mak!!" Kata Sifa.
"Yang penting sekarang kamu selamat, Sena!! Sebaiknya memang cincin permata merah delima itu harus kamu yang mengenakannya, karena kanu sangat membutuhkannya untuk melindungi dirimu!! Kata paman Said.
"Sekarang kamu masuk dan mandilah, istirahat dulu dan pergilah makan malam." Kata bibi Sena.
"Kamu mau aku membawa kamu kemana Piere??" tanya Anthony yang masih menggendong tubuh Piere yang masih lemah.
"Aku mau ikut kamu aja kemanapun!!" Kata Piere sambil menatap Anthony yang matanya memandang tajam padanya.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya di next episode ya!!