Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Anak papa imut


__ADS_3

dua hari setelah pernikahannya berlangsung, dimas mengajak dira untuk tinggal terpisah dengan keluarganya karena dimas memang sudah punya rumah pribadi.


dirumah itu dimas dan dira tidak tinggal satu kamar. mereka tidur dikamar yang berbeda.


walaupun begitu, dira tetap menjadi istri yang baik. memasak, menyiapkan pakaian dimas, mencuci baju dan mengerjakan semua pekerjaan ibu rumah tangga dengan baik.


dira sangat suka memasak. sehingga dapur adalah tempat yang paling ia sukai.


hari ini tepat satu bulan sudah dira menjadi istrinya.


pagi itu dimas akan mengantar dira untuk cek kehamilan. ke rumah sakit emanuel, tempat biasa dira memeriksakan kehamilannya.


"udah siap kak, yuk berangkat"


dimas menatap dira lama, memandang gadis yang sudah sejak lama dimas cintai begitu cantik dan manis. umurnya masih 22 tahun tapi dewasa dan begitu tenang menghadapi hidupnya yang rumit.


"ayuk" dimas meraih tangan dira menggandengnya keluar rumah.


dira menatap tangan yang digenggam dimas merasakan jantungnya berdebar.


"kamu masuk mobil dulu, aku kunci pintu." perkataan dimas menyadarkan dira dari perasaannya yang berkecamuk.


"i.. iya kak"


15 menit kemuadian mereka sudah sampai di RS emanuel tempat dira memeriksakan kandunganya.


"tunggu di lobi poly ginekologi aja ya, aku daftarkan dulu, mana kartu berobatnya?"


dira memberikan kartunya dan duduk di lobi ruang dokter specialis kandungan.


5 menit kemudian dimas sudah selesai mendaftar dan menghampiri dira. tidak berselang lama nama dira dipanggil.


"hallo mb dira, wah kali ini sama suami ya?" sapa dokter niken


"iya dok" dira tersenyum


ini kali kedua dira memeriksakan kandunganya yang mnginjak empat bulan. pemeriksaan sebelumnya dira selalu bersama bu nisa.


"wah... itu anak ku dok?" dimas antusias saat pertama kali melihat bayi dikandungan dira dilayar usg.


"iya pak dimas, usianya baru dua belas minggu ya, besarnya kira2 seukuran buah rambutan" kata dokter niken sambil meletakkan buah rambutan mainan didepan dimas.


dimas mengambil rambutan tersebut dan tersenyum.

__ADS_1


"anak papa imut sekali" dimas mengelus-elus buah rambutan yg diberikan dokter niken.


"itu rambutan kakak, bukan yang disini" dira berkata sambil menunjuk kearah perutnya.


dokter niken terkekeh mendengar gurauan mereka.


selesai usg, dokter niken menuliskan resep vitamin untuk dira.


"dok, saya kok gak mual-mual ya dok, pas awal dulu aja itu juga cuma satu minggu, bayi saya sehatkan?"


"dari yang saya liat si tidak ada masalah mbak dira, pertumbuhan janin mbak bagus. memang ada sebagian ibu hamil yang hanya sebentar ngidamnya".


"anak papa pinter" dimas mengelus-elus perut dira. tersenyum melihat dimas yang begitu manis memperlakukanya.


dira dan dimas keluar RS setelah selesai pemeriksaan dan mengambil resep vitaminya di apotik.


didalam mobil, dimas mengambil Hpnya lalu menelfon mamanya terlebih dahulu sebelum menjalankan mobilnya. tidak lama, telfon dimas sudah terhubung dengan mamanya.


"halo, ya dim?"


"mama dirumah?, aku mau kerumah ya sama dira"


"kerumah dira aja, mama disini sayang"


"kita kerumah ibu ya, mama dirumah ibu"


"kakak gak kerja? "dira heran karena hari ini bukan hari libur.


"kerjaanya udah selesai tadi malem, hari ini gak ada kerjaan penting jd bisa dilakuin dirumah, tukang gambar mah bebas"


dimas adalah seorang arsitektur yang bekerja diperusahaan loyality group. saat kuliah, dimas mulai bekerja paruh waktu dipersahaan ini direkomendasikan oleh ayah dari temannya setelah melihat keahlian dimas menggambar bangunan gedung atau rumah.


"pantesan kakak semalem lembur sampe jam 11 malem"


"kok kamu tau?"


"lampu kamar kakak masih nyala waktu aku mau ke dapur"


"oh, kirain kamu ngintipin aku" goda dimas


"mana ada ih.. "


"kan dulu bucin banget sama aku, kali aja.hahaha"

__ADS_1


dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai dirumah dira.


mama dimas membukakan pintu dan menyambut anak dan menantunya.


"dari mana sayang? kamu gak kerja hari ini? "


"enggak ma, abis nganter dira cek kandungan"


mendengar itu, mama dimas menghela nafas kasar dan menatap dira dengan tatapan tidak suka.


"ayo masuk, mama dan mbak nisa bikin kue kering kesukaan kalian."


saat mereka bertiga masuk ke rumah bau nastar memenuhi semua ruangan.


"wah... nastar!! dira berjalan cepat menuju nastar yang masih hangat disamping ibunya.


"cuci tangan dulu nak, ya ampun kayak gak pernah makan nastar aja"


"hehehe" dira nyengir lalu mnuju ke wastafel mencuci tanganya.


"kayanya nastar lebih menarik ya daripada ketemu ibu.


"ah enggaklah, ibu yang terbaik." dira memeluk dan menciumi ibunya dengan mulut yang penuh nastar.


"anak dua puluh dua tahun kok kaya masih SMP" celetuk mama dimas melihat dira sambil tersenyum masam.


mama dimas sebenernya orang yang baik. selain suaminya sudah bersahabat baik dengan ayah dira, keluarga dira memang sudah menolong keluarganya lima tahun lalu.


memulai kehidupan dari nol, harus tinggal di rumah tua dan memulai usaha baru, membuat mama sofia sangat bersyukur mengenal kluarga dira.


hanya saja kondisi dira memang membuat jiwa keibuanya merasa terbebani dengan harus menikahkan anaknya untuk bertanggung jawab atas kehamilan yang tidak dilakukan.


tapi dia tidak bisa berbuat banyak karena dimaslah yang memaksa untuk menikahi dira. sofia juga tahu bahwa anaknya memang sudah mencintai dira sejak lama.


krisna juga menyetujui kemauan dimas. karena terlepas dari kehamilan dira, dira adalah gadis yang baik. dan krisna juga tidak mau melihat dimas menjadi bujang lapuk.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2