Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Dua bulan sebelumnya IV


__ADS_3

setelah hari itu, dimas selalu berkunjung kerumah dira selepas pulang kerja atau malam hari.


bertemu gadis yang sudah lima tahun ini dimas rindukan adalah hal yang paling membahagiakan.


tiga minggu sudah dira berada dikota bandar. hari itu, dimas mengajak dira untuk pergi ke pantai.


dikota bandar, kepantai tidaklah jauh, hanya butuh 30 menit saja.


"ros... ayo buruan! kak dimas sama melly udah nungguin ni! " seru dira dari ruang tv.


"iya mbak sebentar"


tidak lama rosi keluar dengan rok pendek, baju longgar bertema pelangi yang diikat dibagian perut, topi besar dikepalanya dan kacamata hitam.


dira dan dimas melihat rosi dan tertawa terbahak-bahak.


"ya ampun ros.. emang kita mau ke kute apa kamu pake baju begitu, norak banget. hahahaha" melly tidak bisa menahan tawanya.


"kan kita kepantai"


"dasar norak,ganti!" ucap melly


rosi baru berumur 14tahun, dia adalah oribadi yang periang dan suka berkelekar. rosi yng lucu membuat susasana rumah selalu ceria, rosi sedikit lebih cantik dari dira.


dira mengajak rosi masuk kamar dan mengambilkan baju, melly ikut masuk ke kamar membntu dira mencari baju yang cocok.


"nah pake ini aja. cocok buat gaya anak Smp"


"ish padahal cucok pake ini kalau kepantai" kata rosi


"kamu kayak tante-tante kalo begituan."


"tante-tante mah kalau dipantai pakainya bikini mbak"


dira mengambil celana pendek, t-shirt longgar dan sepatu ket.


rosi memakainya tanpa polesan makeup sedikitpun. hanya bedak bayi dan liptint tipis.


"bawa baju ganti sama handuk ros, nanti kita main air" melly mengingatkan rosi.


"udah dong" ucap rosi lalu dia menganti oakaiannya dengan yang dira siapkan.


"wah, cuma pake bedak bayi aja udah manis. emang adek mbak Dira ini mah" dira mengacak-acak rambut rosi.


"mba berantakan ih rambut oci"

__ADS_1


dira mengacuhkan rosi lalu pergi berpamitan dengan ibu dan ayahnya diikuti dimas, melly dan rosi.


"pulangnya jangn sore-sore ya dim, makan malam dirumah aja" ibu dira mengingatkan mereka.


"iya bu, nanti jam 4 inshalloh sudah pulang".


lalu mereka masuk mobil dan dimas melajukan mobilnya menuju pantai.


"kak emang deket ya, kok jam 4 sudah pulang?" tanya rosi dari bangku belakang.


"deket, 30menitan juga udah sampe, makanya melly itu tiap libur sekolah maunya kepantai mulu"


"wah enak dong mell, nanti kita sering-seribh kepantai berdua ya kalo deket".


"mana boleh, nyari kendaraan disini susah, harus pakai kendaraan sendiri kalo mau kepantai" emang kamu bisa naik motor? "


rosi menggeleng dan memanyunkan bibirnya.


kurang lebih 30 menit, laut sudah terlihat dari jalanan, membuat dira dan rosi begitu antusias.


tidak lama, dimas memarkirkan mobilnya diarea parkir dekat pantai. dekat dengan plang bertuliskan PANTAI SLAKI.


mereka bertiga turun dan mulai berjalan di tepi pantai menikmati pemandangan laut yang sangat indah.


"iya, kakak dan mbak dira disini, kalian jangan ketengah ya, bahaya kalo ilang".


dimas dan dira duduk di bebatuan dekat dengan bibir pantai.


"oke bos" rosi dan melly menyewa ban dan mulai bermain air tidak jauh dari mereka.


"dir, ada yang mau aku bicarakan" dimas menatap Dira dengan serius


"iya kak, ada apa?" dira mengalihkan pandanganya dari arah rosi ke lelaki yang ada disampingnya.


"dir, menikahlah denganku. aku sudah tau semuanya dari tante saat kerumah kamu beberapa hari lalu soal bagaimana kalian pindah dan seperti apa keadaan kamu." dimas menatap dira serius.


dira menatap dimas kaget dengan ucapanya lalu sedikit menggeser duduknya menjauhi dimas.


(lalu dimas menceritakan bagaimana dia bisa mengetahui keadaan dira. saat itu dira dan rosi sedang pergi ke minimarket untuk membeli beberapa kebutuhan rumah.


bu nisa sedang menangis di ruang tv saat dimas datang, karena pintu samping tidak ditutup dimas bisa mendengar tangisan bu nisa dengan jelas, lalu memberanikan diri masuk dan menghampiri bu nisa.


bunisa meminta dimas untuk duduk disampingnya lalu bu nisa menceritakan tentang masalah dira sebenarnya).


"aku tidak mempermasalahkan dengan kondisimu dira. Sejujurnya aku sudah lama mencintaimu."

__ADS_1


"aku tau ini mungkin tiba-tiba, tapi aku ingin melindungimu dan rasa ini masih sama dari waktu kamu memintaku menjadi pacarmu, bahkan aku sudah mencintaimu dari sebelum itu"


dira menghela nafasnya pelan, jangankan kejadian itu, saat inipun dira belum bisa mengingat hubungan dimas di kehidupanya.


"kak, aku tidak ingat apa-apa, aku takut saat aku sudah mengingat situasiku, aku akan membuat kakak terluka"


"situasimu tidak dihadapakan dimana kamu bisa memilih, perutmu akan semakin besar, dan orang-orang akan mengejek anakmu nanti, aku tidak ingin itu terjadi. aku ingin membantumu"


"kak, aku tidak perlu dikasihani, aku tidak butuh bantuan kakak dan aku juga baik-baik saja. aku bisa membesarkan anakku sendiri."ucap dira.


"sekarang banyak kok perempuan yang jadi orang tua tunggal. aku akan bilang kalau aku bercerai"


"aku tidak mengasihanimu dira, aku mencintaimu. perkataanmu mudah diucapkan tapi tidak mudah kamu lalui sendirian. aku tidak mengharapkan kamu mencintaiku seperti dulu untuk saat ini, kita bisa memulainya perlahan."ucap dimas


"aku ingin melindungimu dan menjagamu itu sudah cukup buatku, jangan berikan jawabanmu sekarang, bicarakan dulu dengan ayah dan ibu".


"iya kak, terimakasih sudah baik denganku"


"aku mengenalmu lebih dari diriku sendiri dulu. saat ini, aku hanya perlu belajar mengerti seperti apa dira lima tahun ini, tapi aku percaya kepribadianmu tidak berubah secepat itu."


"jangan membohongi diri sendiri kak, kehamilanku mungkin menunjukkan siapa diriku sekarang, aku bahkan tidak yakin aku anak baik-baik". dira berkata sambil menatap laut didepannya. matanya memerah menahan genangan air yang akan jatuh.


'seburuk itukah aku? sampai aku bisa hamil seperti ini?' batin dira sedih.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2