
Keesokan harinya setelah obrolan malam dengan rosi, dimas datang kerumah dira.
Saat dira keluar dari kamarnya, terlihat seorang laki-laki tampan, berkulit putih dengan senyum yang manis sedang duduk diruang keluarga.
dira merasa laki-laki itu tidak asing baginya, dira ingat bahwa pria itu yang dilihatnya di Hp rosi tadi malam. "kamu dimas?" dira memastikan bahwa laki-laki yang sedang duduk itu adalah laki-laki yang sama dengan foto yang semalam rosi tunjukan ke dira.
ibu dira yang sedang berjalan kearah tempat dimas duduk sambil membawa minuman dan camilan terkejut mendengarnya. "kamu inget dimas nak? ".
"belum bu, semalemkan rosi kasih tau aku tentang dimas." dira berjalan ke sofa didepanya dan duduk bersama ibunya.
"dulu kalian itu deket banget lho dira, udah kaya amplok sama perangko. nempel terus"
"masak si bu?
"iya, ayah aja sampe mau jodohin kalian dan nyuruh kalian tunangan aja waktu dimas masih kuliah dan kamu masih SMA".
"ya ampun emang aku gak laku apa bu main dijodoh-jodohin segala"
"kamu dan dimas terlalu deket dulu, jadi sekalian aja ayah cari mantu"
__ADS_1
dira memanyunkan bibirnya. "ayah ini! modus"
nisa dan dimas tertawa melihat tingkah dira.
setelah itu, ibu dira meninggalkan dira dan dimas. membiarkan mereka mengobrol berharap dira bisa mengingat sesuatu.
"kak, aku semalem liat foto-foto kita, apa kita sedeket itu? " dira melihat foto mereka yang tertawa bersama, makan bakso bersama, ke taman bermain dan lain-lain
"iya, kalau bukan karena aku pindah ke bandar mungkin aku udah jadi pacar kamu. hahaha, kamu inget gak waktu kamu kelas 1 SMP kamu pernah nembak aku? "
"ih mati dong? "
"hahahahaha" dimas tertawa dengan perkataan dan seketika mengingat dira waktu dira nembak dimas dirumahnya saat itu.
kejadian itu saat umur dira masih tiga belas tahun dan dimas delapan belas tahun. selisih merka lima tahun. dira dan rosi sedang berada di rumah dira menjemput rosi yabg sedang asik bermain dengan melly.
saat dira datang, rosi sedang bermain di kamar dimas bersama melly, memainkan piano yang sering dimas mainkan.
dimas sedang berdiri dibalkon lantai atas lalu dira menghampirinya.
__ADS_1
dimas dan dira lalu bercanda dan membicarakan banyak hal seperti biasanya.
"kak, aku sudah besar sekarang, sudah kelas dua SMP, kapan kakak mau nembak aku?" kata dira disela - sela obrolan mereka.
"kamu masih kecil, mana boleh pacaran. lagi kakak gak pinter nembak cewek."
"yaudah dira aja yang nembak deh"
dira mengambil bunga plastik yang ada diatas meja tempat mereka duduk lalu berlutut didepan dimas.
"kakak.. dira suka sama kakak, kakak mau gak jadi pacar dira?
dimas menceritakan moment itu pada dira sambil tertawa. dimas juga menunjukkan foto saat dira berlutut yang diam-diam diambil oleh rosi dengan HP dimas. melihat hal itu membuat dira ikut tertawa.
saat itu tentu saja dimas dan dira sedang bercanda seperti biasanya. tanpa dimas sadari bahwa saat itu dira sebenarnya memang menyukai dimas dan begitu juga sebaliknya. tapi karna saat itu dira baru tiga belas tahun. dimas merasa dira masih terlalu kecil.
dimas ingin dira menjadi kekasihnya saat dimas sudah selesai kuliah dan punya pekerjaan, sehingga dimas tidak akan malu jika bertemu dengan orang tua dira yang rumahnya bersebelahan saja.
.
__ADS_1
.
.