Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi
Bab 66 Nyaris Diculik


__ADS_3

"Aku pusing Kanti, aku terlanjur menyuruh si kodok buduk itu tinggal di rumah kontrakan Sena!!" Jawab Anthony.


"Terus kenapa memangnya bos??" Tanya si muka rata kekasih Kanti.


"Kalian ini gimana sih?? Piere itu suka sama Sena, waktu itu Bian sekarang Piere lagi yang akan menjadi saingan terberatku!!" Gerutu Anthony.


"Bos marah??" Tanya si muka rata.


"Aku nggak marah, aku hanya ingin sekali melukis wajahmu dengan bo*kong sapi, Mukrat!!" Teriak Anthony.


"Mukrat?? Apa itu mukrat??" Tanya Si muka rata.


"Mukrat itu muka rata dasar dodol, gitu aja nggak tau!!" Gerutu Anthony semakin bertambah kesal.


"Itu bos kenapa?? Tanya om Cong dari pojok ruangan.


"Si bos lagi sensitif kerjanya marah melulu!!" Kata si kembar Lean dan Leon.


Karena tak dapat lagi menahan diri, Anthony langsung melesat pergi kerumah kontrakan Sena.


Sementara itu...


"Fa, kok sepertinya mobil boks itu sedari tadi mengikuti kita??" Tanya Juan pada Sifa.


Mereka hanya berangkat sekolah berdua karena Dini sudah libur panjang karena telah selesai masa ujian.


"Iya kak, Sifa tau!! Biarkan saja, kita lihat saja apa mau mereka!! Ada empat orang di dalam mobil boks itu!!" Kata Sifa.


"Kita percepat langkah kita sambil kita lihat apa mereka akan mengejar kita!!" Kata Sifa lagi.


Di tikungan yang sepi, Sifa menarik tangan Juan untuk bersembunyi di balik tembok.


"Stop...!!" teriak salah satu dari keempat orang yang mengikuti mereka berdua.


"Mana dua kurcaci itu tadi menghilangnya, ya?? Kata orang yang bertubuh gempal.


"Sialan, kita dikatakan kurcaci sama si jelek itu, awas...lihat saja!!" Ancam Sifa.


Juan melirik adik perempuannya itu. Dengan tangan kanannya Sifa mengangkat sebuah batu sekepalan tangan kemudian dengan kekuatannya dia melepar batu besar itu di depan keempat lelaki itu.


Batu sekepalan tangan itu tampak menggantung di hadapan keempatnya seperti diikat dengan tali.


Keempat orang tersebut kaget bukan main melihat batu yang menatap mereka seolah mau membunuh mereka berempat.


"Gila, mau apa batu itu seolah melihat kita kemanapun kita bergerak.

__ADS_1


Juan pun kagum pada kemampuan yang dimiliki oleh adiknya itu.


"Dari mana kamu belajar kemampuanmu itu, Sifa??" Tanya Juan berbisik pada Sifa.


"Dari kakek buyut, kita sebenarnya sudah diajarkan hanya saja kakak terlalu banyak main ponsel melulu lalu bagai mana bisa ingat pelajaran dari kakek buyut??" kata Sifa.


Juan cuma nyengir kuda mendengar ceramah adiknya.


"Aku bahkan bisa mengendalikan benda lain selain batu itu, lihatlah!!" Kata Sifa pada kakaknya.


Dia mengangkat lagi tangan sebelahnya dan menggerakan beberapa potong kayu dan melaju menuju keempat orang itu.


Keempatnya sampai ada yang terkencing-kencing ketakutan karena mereka pikir tempat itu ada hantunya.


"Mampuslah kalian makanya jangan berani bermain-main dengan kami!!" Kata Sifa.


Juan berdiri mematung sepintas dia seperti orang melamun tetapi tiba-tiba...


"Adaw..." Jerit salah satu dari mereka.


"Kenapa kamu memukul kepalaku??" Teriak lelaki bertubuh pendek itu.


"Gila kamu ya siapa yang memukulmu??" Teriak teman di sampingnya.


Adaw!!!


Giliran laki-laki yang berada di sebelah kiri yang berteriak kesakitan.


"Kamu mau cari ribut sama aku ya??" Teriaknya geram.


"Apa sih?? Kamu tuh yang mau cari gara-gara sama aku!!" Teriak teman di sebelahnya.


"Stop...stop, tadi kita diperintahkan untuk menangkap kedua bocah nakal itu kok malah kita saling ribut di sini??" Kata salah satu di antara mereka saling menengahi.


"Iya juga ya?? Ini pasti kerjaan kedua bocah bandel itu yang lagi mengerjai kita!!" Kata lelaki gemuk yang kepalanya kena tabok.


"Cari mereka, pasti mereka masih ada di sekitar sini!!" Kata nya lalu bergerak mencari. Sementara yang mereka cari sudah pergi menjauh.


"Siapa sih mereka itu?? Pasti ada dalang di belakang mereka yang menyuruh untuk menculik kita dua bocah miskin ini!!" Kata Juan dan disambut tawa oleh Sifa adiknya.


"Kekuatan kita kak, mereka mengincar kekuatan kita!! Berarti mereka sudah tau tentang silsilah keluarga kita!" Kata Sifa.


Sementara itu...


"Bodoh sekali empat orang yang kamu suruh untuk menculik kedua anak itu!! Padahal itu tadi adalah kesempatan untuk menculik mereka karena jika kekuatan mereka bergabung menjadi satu maka jangankan memegang, menyentuh sehelai rambut mereka saja kita tidak akan mampu lagi!!" Jelas sekali orang itu sedang marah tetapi dia malah mengeluarkan suara tawa mengekeh.

__ADS_1


"Kenapa kalian lama sekali baru pulang sekolah?? Nanti mamak kalian pasti akan menyalahkan embah berdua!!" Kata paman Said.


"Maaf paman, tadi ada orang-orang yang ingin menculik kami!!" Kata Sifa.


Bibi Sena tertawa mendengar perkataan kedua bocah itu karena bibi Sena menganggap kedua kakak beradik itu sedang bercanda seperti biasanya tapi tidak dengan paman Said, dia percaya pada apa yang dikatakan oleh kedua anak itu.


Paman Said terdiam. Dia memikirkan perkataan cucu ponakannya itu.


"Dia sudah kembali, dan dia tau kalian berempat ada di sini tapi kurasa dia belum mengetahui kehebatan kalian, untung kakek buyut kalian sudah menurunkan ilmunya pada kalian berempat!!" Ujar paman Said dan membuat istrinya jadi terdiam begitu pula kedua kakak beradik itu.


**********


"Sena...Sen!!" Dengan tertatih-tatih Rama mengejar Sena.


"Dasar pincang!!" Kata Sena tetapi karena tak tega akhirnya Sena berhenti juga.


"Ada apa lagi sih kamu mencariku?? Urusan kita sudah lama kelar, jika menyangkut soal anak-anak aku tidak sepicik pikiranmu, aku membebaskan mereka untuk bertemu denganmu begitu pula sebaliknya tetapi berpulang lagi pada mereka sendiri apakah mereka mau bertemu denganmu atau tidak?? Itu yang tidak bisa aku paksakan dari mereka." Kata Sena.


"Sen, ijinkan aku memperbaiki semua tentang kita!!" Mohon Rama sambil tertatih- tatih berjalan mengimbangi langkah kaki Sena.


Karena kondisi kedua kaki Rama yang diamputasi dan disambung dengan kaki palsu menyebabkan dia agak kesulitan jika melangkah terlalu cepat.


"Rama, aku tidak ada waktu membahas itu denganmu malam ini, aku harus cepat pulang!! Aku pulang sendiri nih, motorku rusak, aku takut nggak dapat angkot mau pulang." Ujar Sena.


"Kamu pulang sama aku aja, aku akan mengantarmu pulang!!" Kata Rama lagi.


Sena masih sibuk menoleh kanan dan kiri mencari angkot untuk pulang kerumah tetapi sekian lama ditunggu si angkot tak kunjung muncul. Jangankan angkotnya, bayangan angkot saja tidak ada yang menampakan wujudnya.


"Baiklah, aku mau kamu antar!!" Kata Sena dengan terpaksa.


Mengapa Sena bisa pulang sendiri tanpa hantu dokter ganteng yang posesif itu mengantarnya??


Tadi malam sebelum pulang mereka bertengkar. Tak ada yang mau mengalah satu dengan yang lainnya membuat para hantu yang ada di ruangan hemodialisa itu angkat tangan tidak berani ikut campur masalah dua kekasih beda dunia itu.


"Bos, kok gitu sih tuduhannya?? Kata Kanti yang jelas mau benar mau salah pasti membela Sena karena mereka berdua sesama perempuan dan sama-sama pernah dalam posisi tersakiti dan terkhianati.


*


*


***Bersambung...


Ada masalah apa antara Sena dan si tampan Anthony??


Jangan lewatkan kisah asmara beda dunia antara mereka berdua di next episode ya reader😊😊

__ADS_1


__ADS_2