Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 100 : Bukan salah mu


__ADS_3

Dia terkejut bukan main. Nami yang tadinya tidak mau ikut mendengar perbincangan mereka, kini menoleh pada Yugi dengan wajah serius. Yugi juga menoleh pada istrinya sebentar. Kemudian dia berpaling lagi.


"Ya. Begitu yang aku dengar dari pengacara." Reno juga mendapat laporan dari pengacara yang di sewa Yugi.


"Lalu?"


"Karena sudah ada pengakuan pasti dari tersangka, polisi mengukuhkan mereka adalah pelaku. Meskipun begitu proses pengadilan akan berjalan seperti biasanya," jelas Reno.


"Oh syukurlah. Terima kasih atas kabar baiknya, Reno. Sekarang kamu ada dimana?" tanya Yugi.


"Aku sedang dalam perjalanan ke kantor. Mungkin setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan, aku akan ke kantor polisi."


"Kamu bisa menjemput ku lebih dulu, Ren. Aku harap kamu mengajak Sifa. Biar dia menemani istriku di rumah sakit sementara kita di kantor polisi."


"Oh, baik kalau begitu. Aku rasa Sifa juga akan senang di suruh menemani istrimu. Mereka tiba-tiba saja menjadi dekat bahkan seperti melebihi kedekatan kita berdua, Yugi. Itu mengerikan," ujar Reno.


"Kenapa mengerikan? Aku rasa itu bagus."

__ADS_1


"Tapi aku takut kalau mereka berdua akan menyerang ku bersamaan kalau aku melakukan kesalahan."


"Ya. Aku rasa kamu benar, tapi kenapa kamu merasa takut? Aku pikir mereka berdua akan marah besar ketika itu menyangkut masalah yang besar. Tentang kesetiaan dan pengkhianatan misalnya. Apa kamu sedang berkhianat pada Sifa, Reno?" tanya Yugi seraya melirik pada istrinya. Wajah perempuan itu terlihat serius.


"Hei, apa yang kau katakan Yugi? Itu menyinggungku!"


"Oh, syukurlah kalau begitu. Kau ikut senang. Sudah, aku tutup. Aku mau bicara dengan istriku." Yugi tertawa.


"Oke."


"Pembicaraan apa tadi? Setia dan berkhianat? Apa Reno sedang mencoba melakukannya?" selidik Nami tidak terima.


"Apa tadi bicara soal Vera? Bagaimana? Apa yang terjadi pada dia?" cecar Nami ingin segera tahu.


"Polisi sudah membawa mereka ke kantor polisi."


"Mereka pasti membawa pengacara untuk membantah tuduhan."

__ADS_1


"Tidak. Vera mengaku salah."


"Vera mengaku salah? Apakah itu mungkin?" tanya Nami sangat terkejut.


"Pemikiran kita sama karena kita sangat mengenal Vera, tapi ternyata kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya."


"Apa dia berubah karena desakan Rico?" tanya Nami.


"Tidak. Meski Rico mungkin sedih ibu dari anaknya mengalami ini, dia tidak ikut campur perkara ini. Dia sempat memberi tahuku bahwa mama meneleponnya meminta bantuan untuk melepaskan mereka dari tuntutan."


"Mama? Apa yang di pikirkan mama?"


"Mama pasti putus asa. Rico menolak permintaan beliau. Jadi aku rasa adanya bantuan apapun, mereka tidak akan lolos dari hukuman, karena ada pengakuan dari pelaku yaitu Vera sendiri," jelas Yugi. Nami terdiam.


Mungkin pikirannya sekarang campur aduk. Orang yang merawatnya dari kecil hingga sebelum ia menjadi seorang istri, akan menjadi narapidana karena tuntutan darinya. Kisah ini begitu miris.


Yugi memeluk istrinya. "Jangan bersedih. Ini bukan kesalahan mu. Mereka berdua lah yang membuat diri mereka terkena masalah. Aku yakin meskipun itu bukan kamu, jika mereka seperti itu, orang lain juga akan melakukan hal yang sama. Jadi mereka akan mendapat hukuman yang berasal dari perbuatan mereka sendiri." Yugi berusaha memberi pengertian.

__ADS_1


...______...


__ADS_2