Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 35 : Aku tahu


__ADS_3

“Aku tidak perlu mencari tahu tentangmu, karena aku tahu," jawab Yugi seraya bangkit dari rebahannya. "Sejak awal akulah yang sebenarnya menginginkan mu. Akulah yang tertarik padamu," kata Yugi dengan mata menatapnya dalam.


Nami mendengarkan dengan takjub. Hingga tanpa disadarinya, wajah mereka sangat dekat.


Nami menarik diri untuk mundur dari Yugi. Namun pria ini segera menangkap tangannya. Menariknya hingga membuat tubuh Nami terpelanting kembali ke tempat tadi. Dimana wajah mereka berdekatan. Nami mengerjapkan mata.


Bibir mereka berjarak hanya beberapa senti.


Nami tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi. Ia ingin menjauh lagi, tapi tubuhnya menolak. Hingga akhirnya bibir Yugi mulai menyentuh bibirnya. Perlahan-lahan mulai mengecup bibir Nami. Lembut dan penuh kehati-hatian. Nami pun akhirnya memejamkan mata.


Lengan Yugi melingkar di tubuh Nami. Mempererat tubuh mereka berdua. Yugi menghentikan ciumannya. Menyingkirkan anak rambut yang jatuh di atas pelipis istrinya. Nami menunduk seraya mengatur napas, juga debaran di dadanya.


Yugi tahu, perempuan ini pasti malu untuk menatapnya. Ini pertama kalinya mereka berciuman. Kemudian pria ini memeluk Nami lagi.


 

__ADS_1


Yugi menarik tangan Nami dan mencium punggung tangannya. Perlahan Nami mendongak dan menatap Pria yang sudah menjadi suaminya meskipun dengan jalan yang berbeda.


"Aku mencintaimu, Nami. Sangat mencintaimu," lirih Yugi mengungkap isi hatinya lagi. Nami mengerjapkan mata mendengar pernyataan cinta itu. Ini mendadak. Bahkan dia tidak menduga akan ada pernyataan cinta di dalam pernikahan paksa ini. "Buka hatimu untukku ...," pinta Yugi dengan sorot mata hangat.


***


Aroma harum masakan tercium dari arah dapur. Yugi yang baru saja selesai mencuci mobilnya, masuk ke dalam rumah dengan heran. Dia pria yang rajin rupanya. Kakinya melangkah masuk ke dapur dan mendapati Nami sudah bangun. Padahal ia berpikir Nami akan bangun siang karena ini haru libur.


Wanita itu tengah berdiri di depan meja  Tangannya meracik bumbu untuk masakannya. Kemudian mendekat ke kompor untuk mengawasi masakan yang sedang di masak.


"Ah!" jerit Nami. Ia menoleh ke belakang dengan mengaduh. Sepertinya jarinya menyentuh pinggiran wajan. Itu membuat tangannya sedikit perih.


"Nami!" Yugi langsung bergerak cepat ke arah perempuan itu. "Kamu enggak apa-apa?" tanya Yugi panik. Ia mematikan kompor terlebih dahulu.


Nami mengangguk sambil meniup jarinya yang terkena wajan panas. Yugi menarik tangan Nami dan melihat jari itu dengan jelas.

__ADS_1


"Siram air dulu." Yugi menarik lengan istrinya dengan lembut menuju ke kran. Menyiram jari itu dengan air mengalir. "Sepetinya tidak akan melepuh. Tidak apa," ujar Yugi sambil menatap Nami. Kepala Nami mengangguk seraya menatap jarinya.


"Sudah. Jariku sudah tidak perih lagi," kata Nami. Yugi menurunkan tangan istrinya perlahan.


"Kamu memasak?" tanya Yugi yang jarang meminta Nami menyediakan makanan. Dia melihat ke sekeliling. Makanan sudah banyak yang siap di meja dapur.


"Ya ...," jawab Nami lambat. "Mumpung hari libur, aku sengaja memasak sendiri." Nami mendekat lagi ke kompor tadi untuk melanjutkan memasak.


Yugi mendekat mengikuti wanita ini.


"Apa ini untukku?" tanya Yugi tepat di sebelahnya. Nami yang tidak menyangka di ikuti lagi-lagi terkejut. "Kamu terkejut lagi," ujar Yugi sambil tersenyum. Nami melirik sambil menipiskan bibir.


Tiba-tiba Yugi mendaratkan ciuman di pundaknya yang terbuka. Ini membuat semacam sengatan listrik di tubuh Nami. Ia menoleh ke samping. Yugi mencium bibir itu pelan. Bola mata Nami melebar. Dia masih saja terkejut saat di cium. Namun Yugi bisa memakluminya.


..._________...

__ADS_1



__ADS_2