Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 107 : Sudah usai


__ADS_3

"Kalau itu kan sudah pasti Nami. Kamu kan istri putra Bunda." Bunda menepuk lengan Nami pelan. “Jadi ya kamu anak bunda juga.” Bibir bunda tersenyum.


"Tidak. Aku tahu bukan hanya karena itu. Melihat orang tua yang merawat aku dari kecil saja memperlakukan aku seperti itu, sungguh menakjubkan sikap Bunda padaku yang hanya menantu di rumah ini. Bunda adalah yang terbaik." Nami bersungguh-sungguh saat mengatakannya. Ia sungguh di buat takjub oleh ketulusan sang bunda padanya.


"Sudah, sudah." Bunda tersipu. "Kamu jadi mirip dengan suami mu. Yugi juga suka begitu." Bunda ingat dengan putranya. Meskipun air matanya belum kering, Nami tersenyum bahagia.


 


***


 


Di ruang sidang.


 


Vera dan mamanya di giring keluar. Mereka akan di bawa ke penjara. Yugi dan pengacaranya ikut keluar.


Pengacara dan Yugi berjabat tangan. Dengan putusan hakim barusan, hubungan kerja sama antara pengacara dan Yugi sudah usai.


Reno dan Sifa mendekat ke Yugi tatkala Vera dan mamanya di giring keluar.


“Selamat Yugi. Akhirnya semua selesai,” ujar Reno seraya memeluk sahabatnya. Sifa tersenyum dua pria ini. Dia ikut senang melihatnya.

__ADS_1


"Ya. Akhirnya mereka mendapatkan hasil dari perbuatan mereka sendiri. Terima kasih kalian sudah membantuku,” ucap Yugi tulus.


“Sama-sama. Bukankah kita adalah teman terbaik?” kelakar Reno. Yugi dan Sifa tertawa.


Saat itu, Rico muncul di dekat dinding lorong kantor pengadilan. Bola mata Vera melihat ke arah mantan suaminya. Akar dari rasa iri Vera pada Nami.


Mama Vera yang melihat Rico di sana langsung mengamuk.


“Kamu! Padahal aku meminta bantuan mu untuk membela istrimu, tapi kamu abaikan. Sebenarnya kamu itu tidak pantas jadi suami Vera. Kamu itu kurang kaya dari Yugi. Dia jauh lebih baik dari kamu!” tuding Mama Vera marah. Perempuan ini sudah sinting.


Yugi dan Reno yang melihat itu langsung mendekat. Sifa menyusul di belakang mereka.


“Karena punya mama seperti Anda, Vera menjalani kehidupannya dengan pemikiran yang salah. Semoga anda cepat sadar,” ujar Rico.


Pandangan Vera dan Rico beradu. Pria itu tersenyum pada Vera. Seperti menguatkan perempuan ini untuk menjalani masa tahanan. Vera mengangguk samar. Ia menggigit bibir bawahnya. Vera lagi-lagi menahan tangis.


Ya. Aku harus bisa berubah untuk putriku.


Semua melihat kepergian Vera yang memunggungi mereka dengan sedih. Berakhir dalam penjara itu bukan suatu hal yang keren bukan?


Semoga kelak Vera bisa menjadi orang yang lebih baik lagi setelah masa tahanan usai.


“Aku pulang dulu, Ren. Sejak tadi aku gelisah. Mungkin istriku sedang menunggu aku memberi kabar ini,” ujar Yugi.

__ADS_1


“Aku sudah memberikan rekaman video persidangan pada Nami sejak tadi. Aku yakin dia sudah melihatnya,” kata Sifa. Dia memang tidak memberi tahu Yugi kalau Nami ingin Sifa merekamnya.


“Oh ya?”


“Ya. Langsung usai putusan hakim di bacakan, Sifa langsung mengirim video itu padanya,” kata Reno.


Kenapa tidak ada pesan apapun dari Nami soal itu?


****


Yugi langsung pulang usai semua beres. Dia ingin segera bertemu istrinya.


“Yugi? Kamu sudah pulang?” tanya bunda terkejut melihat putranya sudah berada di ruang tamu.


“Ya, Bund.” Yugi mengecup kening Bundanya. Ayah yang muncul dari kamar tidurnya langsung menghampiri putranya.


“Sidang berjalan dengan sukses, Yugi?” tanya beliau.


“Ya, Ayah. Berkat doa ayah dan Bunda.”


“Hhh ... Syukurlah. Jadi mereka tidak bisa mengganggu istrimu lagi. Mendengarnya dari bunda kalau istrimu menangis merasa bersalah karena menjebloskan mereka ke dalam penjara, ayah jadi takjub dengan kesabaran istrimu menghadapi mereka," ujar ayah.


“Menangis?” tanya Yugi terkejut. Mendengar itu, dia langsung pergi dari sana tanpa pamit. Ayah dan bunda sampai saling berpandangan karena heran.

__ADS_1


... _____...


__ADS_2