Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 98 : Permintaan Rico


__ADS_3

Melihat pintu terbuka, dua wanita yang ada di dalam menoleh. Mereka Nami dan Sifa.


"Adik ipar kita datang, sayang ...," ujar Yugi pada Nami. Bola mata perempuan ini mengerjap. Lalu tersenyum ramah dan wajar pada Rico. Meski ada kisah menyakitkan di antara mereka, jika Yugi saja sudah menerima Rico, tidak ada alasan bagi Nami bersikap menolak. Dia juga harus bersikap ramah.


Sifa menggeser tubuhnya dari tepi ranjang sedikit. Demi memberi ruang bagi tamu kedua orang ini. Reno berjalan mendekat dan berdiri di samping Sifa.


"Apa kamu sudah sehat?" tanya Rico.


"Ya. Terima kasih sudah menjenguk." Nami tersenyum.


"Tidak, tidak. Jangan berterima kasih. Aku justru ingin meminta maaf. Meskipun maaf ku mungkin tak pantas karena Vera sudah sangat keterlaluan." Rico langsung mengatakannya tujuannya.


Nami menoleh pada Yugi. Pria ini mengangguk pelan seraya menyentuh bahu Nami pelan.

__ADS_1


"Jangan meminta maaf seperti itu. Bukannya kamu sudah pisah dengan Vera? Kamu tidak lagi bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan pada istriku," kata Yugi mewakili istrinya.


"Walau bagaimana pun, dia ibu dari anakku. Aku akan malu pada anakku jika tidak meminta maaf atas kelakuan ibunya," ujar Rico dengan raut wajah menyesal. Semua mengangguk mengerti apa yang dikatakan Rico.


"Aku mendengar soal kamu yang menanyai teman-teman Nami di kantor, soal kejadian yang menimpa Nami waktu masih bekerja di sana," kata Rico memulai membahas soal upaya Yugi mencari saksi atas aksi mantan istrinya.


"Oh, itu." Yugi melirik pada Nami. Kebetulan perempuan ini menoleh padanya juga.


"Mungkin jika memikirkan anakku, aku sedikit sedih melihat Vera begitu."


"Tidak. Itu tidak mungkin. Sepertinya hanya sebuah hukuman seperti itu yang bisa menghentikannya. Dua orang itu sangat keterlaluan. Harus ada hal yang membuat mereka jera dan memikirkan lagi perbuatan yang mereka lakukan pada Nami," kata Rico. "Kalian bisa menuntut Vera, tapi bisakah aku mempertemukan dia dulu dengan anakku? Aku ingin dia tahu bahwa ada malaikat kecil yang menunggu ibunya menjadi waras dan normal."


Meksipun wajah Rico ketika mengatakannya sedikit datar, kalimat itu sebenarnya begitu memilukan. Benar jika status mereka berdua bukan lagi suami istri karena sudah bercerai, tapi tetap ada seorang anak yang tidak bisa di pungkiri hubungannya.

__ADS_1


"Ya. Aku akan mempertemukan kalian lebih dulu nanti," ujar Yugi menyanggupi permintaan Rico.


***


Rico tidak mau memberikan bantuan terkait kejadian itu. Dia tetap membiarkan proses polisi berjalan dengan semestinya. Itu membuat Mama Vera kelabakan karena tidak punya dukungan apapun.


Karena sendiri dan tidak punya dukungan, mama Vera tetap mangkir dalam panggilan yang ketiga. Ini membuat pihak kepolisan harus menjemput paksa mereka berdua. Penjemputan paksa di pilih untuk di lakukan karena pihak kepolisian atau penyidik telah mengantongi bukti yang kuat bahwa yang bersangkutan adalah tersangka.


"Tidak! Aku tidak melakukan apa-apa!" teriak mama Vera yang terkejut tatkala empat orang polisi mendatangi rumah mereka.


"Anda bisa katakan itu dalam pengadilan," kata polisi. "Cepat cari putrinya."


"Tidak. Aku tidak punya anak bernama Vera. Aku hanya tinggal sendiri." Mama Vera ingin menyembunyikan keberadaan putrinya. Namun mereka tetap terus masuk ke dalam rumah dan mencari Vera.

__ADS_1


..._____...


__ADS_2