
Malam ini ada undangan makan malam dari Rico sebagai rekan bisnis. Iklan yang dibuat oleh perusahaan Yugi sukses besar. Produk itu di terima dan menghasilkan banyak pembeli.
Sebagai bentuk rasa terima kasih, Rico mengundang makan malam bersama di sebuah restoran di hotel bintang lima.
Mengesampingkan kejadian di perusahaan waktu lalu, mereka tetap datang memenuhi undangan. Yugi juga datang bersama Reno. Karena Yugi mengajak istrinya, dia sengaja mengajak Sifa juga untuk menemani Reno.
Dua pria ini tidak menyangka saat melihat Sifa memeluk Nami dengan akrab.
"Sejak kapan kalian jadi teman?" tanya Reno usil.
"Kita memang teman, kan?" kata Sifa seakan momen dia tidak menyukai istri Yugi tidak ada. Nami tersenyum. Yugi tidak banyak bicara. Hanya mengamati saja. Namun dia terlihat bahagia.
"Bukannya dulu kamu ..."
"Sstt ... diam. Tidak ada kata lain selain kita teman. Titik." Sifa langsung memotong kalimat Reno. Dia tidak mau kesakralan berteman mereka hancur karena Reno bahas soal dirinya dulu.
Meskipun mungkin Nami sudah tahu. Bukankah perempuan itu tahu kalau dia pernah naksir Yugi?
"Kalau begitu patut aku beri selamat." Yugi tersenyum pada Nami.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di depan hotel yang di maksud. Saat masuk restoran, dia menemukan kawan-kawannya.
"Hei, Nami!" teriak mereka heboh. Ina dan Mila pun mendekat ke Nami. Mereka saling berpelukan mirip Teletubbies.
"Aduuhh ... kangen niiihhh ..." Ina si manja bersandar pada bahu Nami. Sementara Mila fokus pada perut temannya.
"Wahhh ... ini dia nih, hasil dari bertingkah sama suami. Jadi begini ini," canda Mila mendapat tepukan di lengannya dari Nami. Mila ketawa.
"Ini hamil?" tanya Ina baru sadar.
"Iya," sahut Nami.
"Kenapa baru sadar?" Mila tidak menyangka.
"Selamat datang," sambut Rico. Mereka bersalaman. Bola mata Rico menemukan sesuatu. Ia sempat terkejut saat melihat perut Nami tampak membesar. "Apa istrimu sedang hamil?" tanya Rico pada Yugi.
"Ah, iya. Dia sedang hamil." Yugi mengelus perut buncit milik Nami. Bibir Nami tersenyum sambil menoleh pada suaminya.
"Selamat ya. Silakan duduk," kata Rico mempersilakan. Yugi membimbing Nami untuk duduk terlebih dahulu. Baru setelah itu, dia duduk juga.
__ADS_1
"Dia suami Vera, adik Nami," bisik Reno.
"Hah? Beneran?" tanya Sifa terkejut. Kalau begitu, dia mantan Nami. Sifa memperhatikan Rico. Jika tadi hanya melihat saja tanpa ada pikiran apa-apa, kini dia lebih seksama melihat pria itu.
"Jangan melihat dia seperti itu," pinta Reno pelan sambil meletakkan telapak tangannya di depan mata Sifa.
"Apa sih?" protes Sifa. Meskipun sama-sama tampan, aku rasa Yugi jauh di atas pria ini.
**
Hari ini mereka setengah hari kerja. Karena Nami dan Yugi berkunjung ke rumah orang tua Yugi
Saat mereka datang, mama Yugi terkejut melihat perut menantunya sudah membesar.
"Apa Nami sedang hamil?" tanya mama takjub. Tangannya sibuk memegangi perut menantunya. Meraba-raba dengan penuh kehati-hatian.
"Iya," jawab Nami sambil menganggukkan kepala. Yugi tersenyum melihat mamanya takjub.
"Benar Ma. Mama akan jadi Oma sebentar lagi," timpal Yugi.
__ADS_1
"Waduh ... senangnya. Namun kenapa mama tidak di beritahu?" protes Mama. Mereka baru sadar. Karena banyak hal yang terjadi, mereka lupa memberitahu kabar baik ini pada keluarga.
...____...