Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 101 : Bagaimana keadaanmu, Vera?


__ADS_3

Yugi memberi tahu kabar tentang penjemputan Vera dan mamanya dari rumah menuju kantor polisi pada Rico. Ini membuat mereka sepakat bertemu di suatu cafe.


"Apa kamu sudah pernah menemui Vera sebelum polisi menjemputnya dari rumah?" tanya Yugi ingin mengulik sedikit tentang Vera yang mengaku salah.


"Tidak. Sudah aku katakan aku tidak ingin menghalangi kamu dan Nami menuntut Vera. Jadi aku tidak pernah menemui Vera. Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Rico.


"Sedikit kurang baik," jawab Yugi jujur. Keadaan orang yang di tangkap oleh polisi tidak akan pernah terlihat sangat baik kecuali mereka adalah psikopat yang menikmati situasi menegangkan seperti itu.


"Dia mengamuk saat di tangkap?" tebak Rico dengan mimik wajah mengatakan bahwa itu sangat masuk akal. Dia tahu tabiat mantan istrinya. Namun ketika mendapat jawaban yang berbeda dari pemikirannya, pria ini terkejut.


"Tidak. Dia tidak melawan. Justru dia menyerahkan diri," ungkap Yugi.


"Vera menyerahkan diri?" tanya Rico tidak percaya. Bahkan tubuhnya condong ke depan demi menunjukkan raut wajah tidak percayanya.


"Benar. Dia mengaku salah. Aku dan Nami juga sempat terkejut dengan kabar itu dari pengacaraku." Yugi paham apa yang di rasakan Rico sekarang. Rico mengerutkan kening seraya memegang dagunya. Ini bukan berita buruk, tapi sempat membuatnya terguncang.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. Karena aku tidak harus mendengar berita dia mengamuk mirip orang gila dalam kolom berita." Rico setengah berkelakar juga lega.


"Ya, itu sebuah keajaiban," imbuh Yugi.


 


***


 


Karena kemungkinan adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan mengulangi tindak pidana atau melarikan diri, pihak kepolisian menahan Vera dan mamanya dalam kantor polisi hingga putusan hakim di tetapkan.


Vera masuk ke dalam ruangan di antar oleh petugas.


"M-mas Rico?" tegur Vera terkejut melihat siapa yang ingin menemuinya. Dia tidak menduga sama sekali bahwa mantan suaminya ini akan datang melihat keadaannya sekarang.

__ADS_1


Langkahnya ingin cepat mendekat pada Rico, tapi mendadak urung. Jika ia melakukan itu, kemungkinan Rico marah dan langsung pergi. Ia langsung meremas tangannya sendiri untuk menahan diri.


"Duduklah Vera." Rico mempersilakan. Vera patuh dan duduk di depan Rico. "Bagaimana keadaan mu?" tanya Rico.


"Seperti yang Mas lihat. Tidak begitu baik," sahut Vera singkat dan kembali diam.


Bodoh, umpat Rico dalam hati. Dia pasti sedang kacau. Tidak mungkin baik-baik saja kan? Bertemu dengan mantan istri di dalam ruang tahanan kantor polisi bukanlah suatu hal yang baik.


Pria ini mencoba mengamati mantan istrinya ini. Wajah pucat Vera tampak kusut tanpa make-up. Rambutnya juga acak-acakan. Hanya di ikat dengan karet gelang berwarna merah.


"Jangan menatap ku lama-lama Mas. Aku malu dengan keadaanku yang sekarang," ujar Vera yang sadar Rico menatapnya agak lama. Kepalanya menunduk dan tangannya bertaut di bawah meja karena malu.


Rico mengerjapkan mata. Lalu langsung mengalihkan pandangan ke arah lain ketika Vera menegurnya pelan. Dia terkejut. Wanita ini memang tidak pernah membiarkan dirinya terlihat buruk di depannya.


... ____...

__ADS_1


__ADS_2