
"Selama ini Anda paling tahu bagaimana Vera. Jadi seharusnya Anda tahu sendiri kenapa Vera seperti itu. Seperti Anda yang tahu bahwa Vera sengaja menjebak aku agar berpisah dari Nami," kata Rico mengungkit perkara itu lagi. Karena bagaimanapun, hal yang paling disesali Rico adalah mengkhianati perempuan itu.
"A-apa yang kamu katakan?" Mama menipiskan bibir masam mendengar Rico kembali membahas itu.
"Anda tahu apa yang aku katakan," desis Rico. Mama menjauhkan ponsel dari telinganya. Lalu mencibir sekejap lalu kembali mendekatkan ponsel itu pada telinga.
"Apa sebenarnya yang Anda inginkan?" tanya Rico tidak ingin basa-basi.
"Itu ... Mama ingin kamu menolong kami. Bukan. Mama ingin kamu menolong Vera. Ya ... Mama juga harus di tolong."
"Jangan bertele-tele. Cepat katakan ada apa? Aku tidak punya banyak waktu."
"Ah, iya! Iya!" Mama terkejut Rico mendesak beliau dengan suara menggeram ingin marah. "Itu ... Mama mendapat panggilan ... dari kepolisian."
"Panggilan dari kepolisian?" tanya Rico yang menegang. Jika urusannya dengan polisi, pasti itu sebuah insiden. "Kenapa Vera di panggil oleh polisi? Apa yang sudah dia lakukan?"
__ADS_1
"Eee ... Eee ... " Mama ragu untuk mengatakan duduk perkaranya. "Mama mohon kamu mendengarkan dengan bijak."
"Aku bilang jangan bertele-tele!" teriak Rico marah
"Iya. Iya. Sepertinya itu karena Vera mendorong Nami yang hamil!" Mama mempercepat cara bicaranya. Beliau ikut berteriak karena ketakutan Rico marah.
"Nami?!" Tubuh Rico langsung berdiri dan mendorong kursi ke belakang dengan keras saat mendengar nama itu disebut.
"I-iya, tapi itu ... itu ... tidak di sengaja. Vera hanya mendorong pelan, tapi Nami ... jatuh dengan mudahnya," jelas mama dengan terbata. "Bagaimana ini Rico? Mama dan Vera tidak mau di jebloskan ke penjara," rengek beliau. Tiba-tiba di seberang sunyi. Tidak ada suara pun. Hanya terdengar suara ponsel jatuh. "Halo. Halo. Halo Rico ... "
Nami? Nami jatuh karena di dorong Vera? Jika pihak kepolisian sampai mengirimkan surat pemanggilan, itu berarti Yugi menuntut mereka. Itu artinya kejadian itu sangat ... Nami pasti mengalami hal serius.
***
Mendengar kabar ini, Rico bergegas menuju rumah sakit setelah mencari tahu dari teman-teman lama Nami di kantor.
__ADS_1
Pulang dari kantor dia langsung menjenguk Nami yang masih berada di rumah sakit. Sebenarnya Nami sudah bisa pulang, tapi ia enggan karena bayinya belum juga keluar dari ruang perawatan khusus.
"Akan bagus jika mereka langsung memenuhi panggilan kedua ini Ren," ujar Yugi membicarakan surat panggilan kedua yang sudah di layangkan dua hari lalu.
"Ya. Jadi proses hukum akan cepat dilakukan," timpal Reno.
"Malam Yugi," sapa sebuah suara membuat dua orang yang duduk di depan kamar tempat Nami di rawat, menoleh. Ternyata itu adalah Rico.
"Oh, Rico," ujar Yugi menyambut pria yang pernah menjadi adik iparnya ini. Reno yang sempat mendengar tentang pria ini dari Yugi, mengamati. Mereka berdua pun berdiri menyambut Rico. Pria itu mendekat dan berjabat tangan dengan mereka berdua.
"Bagaimana keadaan istrimu dan bayi kalian?" tanya Rico seraya menoleh ke jendela kecil yang di pasang di pintu.
"Semua sehat meski bayiku masih perlu di rawat lebih lama di sini. Ayo masuklah," ajak Yugi. Dia membuka pintu kamar dan membawa Rico masuk.
..._____...
__ADS_1