Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 72 : Orang di lobi


__ADS_3

Langkah Nami riang menuju ke lobi. Bayangan dia bertemu teman-teman lamanya begitu membuatnya senang.


"Kenapa mereka tidak memberitahu ku lebih dulu ya?" gumam Nami heran. "Oh, mungkin mereka mau membuat kejutan untukku. Pasti itu." Nami mengabaikan rasa herannya lalu bergegas ke lobi. Dia mencoba berpikir positif.


Namun sesampainya di sana, dia tidak menemukan sosok teman lamanya itu. Kepalanya celingukan ke sana kemari. Bahkan melihat ke luar gedung. Mungkin saja mereka keluar sebentar.


Nyatanya tidak ada siapa-siapa yang dia kenal.


"Bu," panggil seseorang. Nami menoleh. Ternyata itu sekuriti.


"Ya? Ada apa?”


"Ibu mencari tamu yang datang menemui Ibu?" tanya sekuriti ini.


"Oh, ya. Kamu melihatnya? Apa mereka benar datang?" tanya Nami antusias.


"Itu hanya satu orang. Tamu Anda sedang duduk di kursi itu." Sekuriti menunjuk meja resepsionis. Nami melihat ke arah meja itu. Ia ragu pada bayangannya tadi.


"Siapa dia?" tanya Nami merasa tidak kenal.

__ADS_1


Kaki Nami melangkah mendekat. Betapa terkejutnya Nami setelah tahu itu siapa. Ternyata itu mama Vera.


Saat ini mama sedang memberikan beberapa makanan pada para karyawan yang bertugas di sini. Wanita itu sedang beramah-tamah.


"Ah, Nami," seru mama yang menyadari kemunculan putrinya. Nami terdiam. Lebih tepatnya tertegun dengan kemunculan perempuan ini di sini.


Ada apa lagi ini?


Melihat istri bos datang, karyawan yang bertugas langsung berdiri lalu membungkuk hormat.


Mama yang melihat ini takjub. Begitu tinggi kedudukan Nami di perusahaan ini, hingga mereka membungkuk seperti itu, batin mama Vera. Tidak salah. Yugi memang pemilik perusahaan.


"Aduh kamu ini. Mama datang ya untuk menjenguk kamu.” Mama Vera berdiri dari kursi. “Tante bicara dulu dengan putri Tante ya?” Mama Vera berpamitan pada karyawan. Karyawan itu mengangguk ramah.


“Ah, kamu mengandung!” seru mama Vera senang.


Nami yakin itu palsu. Tangan mama menyentuh perut Nami. Lalu mengelusnya. Sekarang mama Vera berperan menjadi orang tua yang baik.


“Mama ingin tahu bagaimana keadaan Putri mama yang sudah tinggal bersama suaminya. Seorang mama kan juga rindu pada putrinya yang sudah bersuami.” Mama sambil menoleh dan tersenyum pada orang di meja resepsionis. Dia pamer.

__ADS_1


 Seakan menunjukkan hubungan mereka erat dan tidak terpisahkan. Tanpa tahu bahwa semua orang sudah mengetahui kisah di dalam keluarganya.


Nami masih tidak mengeluarkan banyak kata karena tertegun. Untuk apa wanita ini datang? Akar dari rasa sakit Nami adalah ibu angkatnya!


"Kenapa masih bisa muncul di sini setelah Vera melakukan hal gila pada ku?" tegur Nami yang sudah bisa menangani keterkejutannya.


"Hei, jangan begitu. Mama membawa sesuatu ini." Mama menunjukkan bungkusan di tangannya.


Jadi mama sudah tahu kelakuan gila putri kandungnya, tapi kenapa tidak ada kata maaf sekalipun?


"Sini." Mama meraih tangan Nami. Menarik tangan Nami untuk duduk. "Mama membuatkan makanan kesukaanmu. Lihatlah." Mama membuka bungkusan itu. Memperlihatkan makanan pada Nami dengan gembira.


Jika seandainya tidak pernah ada drama, mungkin Nami menyukai kedatangan keluarganya. Namun setelah semuanya terjadi, Nami tidak lagi mendapatkan rasa tenang saat keluarganya muncul. Ia makin gelisah.


"Ya, ini memang makanan kesukaan ku," kata Nami datar.


"Betul kan? Mama tahu benar kesukaanmu." Mama tertawa.


...____...

__ADS_1


__ADS_2