Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 90 : Tidak sama dengan apa yang dikatakan mama


__ADS_3

Nami mengerjapkan matanya.


"Bukankah pernikahan aku dan Mas Yugi adalah semata-mata demi menutupi aib keluarga ku?" tanya Nami mendesak ingin menegaskan. Mbak Yana mengerjapkan mata terkejut dan bingung.


"Apa maksud kamu?" tanya Yana terheran-heran.


"Aku dan Mas Yugi kan menikah untuk menggantikan Vera adikku yang seharusnya menjadi istri Yugi, Mbak. Bahkan mama memaksaku untuk melakukannya." Nami mengatakan dengan menggebu-gebu dan emosional.


Yana diam. Perempuan ini tertegun mendengar perkataan adik iparnya.


"Aku ... sungguh-sungguh baru dengar ini sekarang, Nami," ujar Yana bicara dengan lambat tapi tegas. Lalu ia menatap Nami lurus-lurus. Nami diam. Perempuan ini kebingungan. "Yugi itu enggak pernah bawa perempuan ke rumah. Entah apa aku aja yang enggak tahu ya ... tapi enggak sih. Kalau memang Yugi pernah dekat dengan adik kamu, lalu pernah di bawa ke rumah, Bunda pasti cerita. Akunya pasti tahu juga." Mbak Yana mengatakan dengan gamblang. Seakan-akan apa yang dibicarakannya bukan suatu kebohongan.


Nami menunduk. Ia merasa semua yang ia ketahui selama ini langsung lenyap dengan adanya fakta yang ia dengar barusan. Nami tertegun. Yana jadi merasa bersalah. Entah karena apa. Namun yang ia tahu, pernikahan Yugi memang bukan seperti yang Nami katakan.


"Apa Yugi cerita seperti itu ke kamu?" selidik Yana. Nami ragu untuk mengatakannya.

__ADS_1


"Mungkin aku salah dengar," kata Nami akhirnya. Dia mengakhiri sendiri tanya jawab ini.


"Aku enggak tahu apa yang kamu dengar. Yang penting, Yugi pasti menikahi mu karena dia mencintai mu. Tanpa bukti pun aku tahu.” Yana tersenyum. Nami juga akhirnya memilih tersenyum seraya mengalihkan pembicaraan ke arah lain.


Namun tetap saja yang di bicarakan kakak iparnya adalah kejadian yang menimpanya sekarang. Yaitu kenapa keluarganya sampai tega memperlakukan dia seperti itu. Hingga Nami akhirnya harus mengungkap fakta lain.


“Aku bukan anak kandung mama, Mbak,” ungkap Nami.


“B-benarkah?”


“Iya. Aku anak angkat keluarga itu. Papa mengambil ku dari panti asuhan."


“Enggak apa-apa, Mbak. Aku terbiasa kok." Nami tersenyum melihat kecanggungan kakak iparnya. Lalu tanpa bicara, Yana langsung memeluk Nami. Menepuk punggung iparnya pelan. Memberi semangat dan dukungan.


"Jadi sudah lama kamu tahu kalau mereka bukan orang tua kandung mu?" tanya Yana.

__ADS_1


"Enggak. Aku tahu baru-baru ini aja. Ketika sudah menikah dengan Mas Yugi," jawab Nami. Yana mengangguk. "Mbak Yana menerima aku kan, meski aku bukan anak kandung mama?"


"Heiii ... pertanyaan apa itu? Tentu saja aku menerima kamu," protes Yana.


"Bunda juga?"


"Tentu saja. Itu tidak ada hubungannya dengan kami. Yang terpenting kan kalian berdua-nya ini. Kamu dan Yugi. Selama kalian hidup rukun dan bahagia, kenapa harus mempermasalahkan hal itu?" Yana berkata dengan bijak. "Tenang saja ... Aku dan Bunda itu orangnya asyik kok," canda Yana seraya menyentuh punggung tangan Nami.


Bibir Nami menyunggingkan senyum. "Terima kasih," ucap Nami bersyukur.


Jadi sebenarnya Yugi tidak memberitahu keluarganya soal Vera? Bukankah dulu mereka sepasang kekasih? Lalu kenapa mama bilang kalau aku harus menikah dengan Yugi karena persiapan pernikahan sudah siap semuanya? Aku tidak perlu mengatakan lebih banyak lagi tentang semua hal yang terjadi dulu pada Mbak Yana. Aku akan tanya sendiri padanya.


..._______...


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2