
Yugi langsung menampar Vera hingga membuat perempuan itu mundur beberapa langkah.
Semua orang melebarkan mata dengan mulut yang menganga. Baru kali ini mereka melihat bos mereka marah besar. Bahkan menampar orang lain. Ini pemandangan yang baru untuk mereka.
Yugi sangat marah mendengar istrinya di sebut dengan hina seperti itu. "Tutup mulutmu," tunjuk Yugi penuh amarah pada Vera.
Melihat tindakan suaminya, Nami menutup matanya sekejap karena terkejut. Lalu membuka mata lagi setelah yakin bahwa tidak terjadi hal-hal yang menakutkan.
Nami yakin Yugi akan langsung mengambil tindakan. Karena Vera sungguh keterlaluan.
Sifa sendiri melebarkan mata dan menutup mulutnya sendiri karena takut terbuka lebar.
Dia menatap Vera dan Yugi bergantian. Kejadian ini tidak bisa di duga olehnya.
Sementara itu, keadaan Vera sepertinya terguncang. Dia terdiam karena masih terkejut karena tamparan itu.
“Kau!” teriak Vera sambil memegangi pipinya yang panas setelah keluar dari rasa terkejutnya. Matanya berkaca-kaca karena menahan rasa sakit.
Semua yakin tamparan pemilik perusahaan advertising ini pasti sakit sekali karena sampai terdengar suara yang khas saat terjadi. Pipi mereka terasa ikut ngilu juga.
__ADS_1
“Kau ... Kau berani menampar seorang perempuan?!” teriak Vera tidak terima. Dia merasa menjadi korban yang tersakiti sekarang. Padahal dia sendiri yang datang dan marah pada Nami karena suatu hal yang tidak pasti.
Mendengar pertanyaan itu, Yugi menyeringai.
“Untuk perempuan seperti mu, aku bisa menampar berpuluh-puluh kali.” Yugi seakan terprovokasi untuk melakukan lagi. "Jadi apa kau ingin aku menampar mu lagi?" tanya Yugi membuat orang-orang ngeri.
Vera menarik wajahnya karena takut Yugi benar-benar melakukannya.
"Yugi!" pekik Nami yang langsung menyentuh lengan Yugi untuk tidak melakukan hal yang lebih parah lagi. Yugi melihat ke Nami. "Jangan lakukan lagi," pinta Nami lirih.
Yugi menoleh pada istrinya yang panik. Wajahnya tampak tenang.
“Pulanglah, Vera. Kamu jangan mempermalukan dirimu lebih lama lagi,” pinta Nami.
“Kamu juga ... “ Vera tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena begitu geram. “Aggrhhh!” teriak Vera kencang. Semua orang yang melihat itu merasa iba. Vera mirip orang gila.
“Cepat! Bawa dia pergi!” perintah Yugi pada sekuriti.
“Baik, Pak!”
__ADS_1
"Kamu tidak bisa mengusir ku seperti ini, Yugi! Aku berhak untuk ..."
Perlahan suara Vera menghilang karena beberapa sekuriti sudah membawa perempuan itu keluar. Di lihat dari dinding kaca, rupanya Vera mengamuk di luar.
Semua memandang kepergian Vera yang dramatis dengan tatapan iba. Semua orang kasak-kusuk membicarakan Vera. Dimana itu artinya akan ada nama Nami di sana.
Mungkin tentang keributan tadi sudah sirna, tapi masih ada hal yang membuat suasana di kantor kaku dan canggung.
Ya. Mereka sedang berbisik tentang Nami. Lirih. Terutama soal pernikahan paksa dirinya dan Yugi yang terungkap di depan semua orang.
Yugi melirik cepat saat mendengar bisik-bisik di kalangan karyawannya. Dia bisa mengerti jalan cerita kemunculan Vera tadi.
"Ayo sayang, kita ..." Yugi ingin mengajak istrinya pergi dari tempat ini. Dia tidak mau Nami mendengarnya. Namun perempuan ini tetap berdiri di tempatnya.
Nami tiba-tiba membungkukkan badan meminta maaf soal kejadian barusan.
"Maaf. Maafkan keributan yang terjadi barusan." Nami merasa bersalah.
..._____...
__ADS_1