Menikah Dengan Calon Suami Adikku

Menikah Dengan Calon Suami Adikku
Bab. 92 : Yana ingin tahu


__ADS_3

Suasana di kamar perawatan Yugi kali ini lebih ramai daripada tadi. Ayah mertua dan kakak ipar sudah ada di sana untuk menjenguk. Ketika semua sedang terhanyut dalam pembicaraan yang agak serius. Yana menowel adiknya. Yugi menoleh. Dia menggerakkan dagunya untuk bertanya ada apa.


"Aku mau bicara," kata Mbak Yana. Yugi mengerjap. Mbak Yana memberi kode untuk mengikutinya. Meski tidak mengerti dan heran, Yugi tetap mengikuti kakaknya. Mereka akhirnya keluar kamar. Duduk di kursi depan kamar.


"Ada apa, Mbak?" tanya Yugi. "Tidak biasanya mau bicara pakai acara menjauh dulu dari keluarga."


Mbak Yana melongok ke pintu kamar dulu saat mau bicara. Seperti tidak ingin siapapun yang mendengar pembicaraan mereka.


"Sebenarnya ada apa Nami dengan keluarganya?" tanya Mbak Yana. Pertanyaan yang sama seperti bunda. Yugi diam sejenak. "Karena dia anak angkat keluarganya?" Yana menjawab sendiri pertanyaannya. Dan pertanyaan terakhir ini membuat Yugi mengerjapkan mata. Dia terkejut.


"Mbak sudah tahu?" selidik Yugi.


"Nami yang mengatakannya," sahut Yana. Yugi menatap kakaknya agak lama. Dia mengangguk kemudian.

__ADS_1


"Mbak terlihat tidak senang kalau ternyata Nami hanya anak angkat keluarga mereka."


Mendengar kalimat ini, Yana menoleh cepat. "Apa yang kamu katakan?" tanya Mbak Yana sambil mendelik. Bahkan dia memukul lengan adiknya dengan geram. Yugi meringis seraya mengusap lengannya. "Aku bukan tidak senang. Hanya sedang memikirkan sesuatu."


"Apa?" tanya Yugi yang merasa ada yang ingin di tanyakan oleh saudaranya itu.


"Bicaralah dengan jujur. Sebenarnya kamu dengan Nami dulu kenalnya bagaimana sih?"


Yugi mengerjapkan mata. Pertanyaan yang jauh berbeda dari perkiraannya. "Kenapa Mbak?" selidik Yugi. Yana masih menatap lurus ke depan.


Yugi mengangguk mengerti apa yang di maksud oleh kakaknya. "Hhh ... " Yugi menghela napas. Yana menunggu dengan tidak sabar. "Secara garis besar, kelakuan keluarganya itu adalah karena kesalahan aku sendiri."


"Kesalahan mu? Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Mbak Yana seraya menjauhkan wajahnya untuk menilik raut wajah adiknya.

__ADS_1


"Vera adik Nami itu ... sebenarnya memang mantan pacar Yugi, Mbak," ungkap Yugi.


"Apa?" Yana langsung mendelik. Dia berusaha menahan suaranya agar tidak terdengar dari dalam. "Kamu berselingkuh adikku?" tanya Yana langsung memegang tangan Yugi. Mata perempuan ini juga mendelik marah.


"Bukan, Mbak. Tidak mungkin Yugi melakukan itu."


"Lalu? Lalu apa? Kenapa kamu bilang adik Nami itu mantan kamu? Bukankah selama ini aku dan Bunda tidak mengenal banyak perempuan yang dekat dengan kamu. Mungkin kita hanya mengenal Sifa teman kerja mu. Lalu yang terakhir ini adalah istrimu yang kamu kenalkan dengan tiba-tiba di pelaminan." Yana tidak habis pikir.


"Hati Yugi hanya untuk Nami, Mbak. Tidak ada yang lain."


"Mbak tidak percaya." Mbak Yana melipat tangannya. Yugi tersenyum.


"Mbak tenang dulu. Jangan berpikiran negatif pada Yugi lah ..." Yugi mencoba merayu kakaknya. Mendengar ini Yana hanya menghela napas. "Yugi enggan mengenalkan Vera_adik Nami yang sempat menjadi pacar Yugi waktu itu, karena tahu kalau dia bukan perempuan yang baik."

__ADS_1


...____...


__ADS_2